Zetizen.com – Sepuluh tahun melebarkan sayap di dunia basket, Honda DBL menjelma menjadi liga basket pelajar terbesar di Indonesia. Selain mencetak bintang di lapangan, Honda DBL juga menghasilkan bibit-bibit pemain bintang yang melanjutkan karirnya ke tingkat profesional. Beberapa diantaranya bahkan menjadi tumpuan timnas basket Indonesia di laga internasional. Siapa saja mereka?

Arif Hidayat

Arif Hidayat saat membela CLS Knights Surabaya (foto: DBL Indonesia)

Team truck.  Itulah istilah yang melekat di Arif Hidayat sejak perhelatan Honda DBL East Java Series 2008 dan Honda DBL East Java Series 2009 . Istilah ini muncul karena Arif bersama teman-temannya berangkat dari Jember ke Surabaya menggunakan sebuah truck. Meski begitu, semangatnya yang membara membuat SMAN 2 Jember meraih juara Honda DBL East Java Series 2008. Selain juara, Arif Hidayat juga menjadi pemain Honda DBL All-Star 2008 dan Honda DBL All-Star 2009.

Kini, Arif Hidayat menjadi salah satu punggawa CLS Knights Surabaya dengan posisi shooting guard. Ketajamannya di lapangan membuat CLS Knights Surabaya lolos playoff dua musim berturut-turut. Tepatnya pada musim 2015-2016 dan musim 2016-2017.

 

 

 

 

Kevin Yonas

Selain memperkuat Satria Muda Pertamina, Kevin Yonas juga menjadi punggawa timnas Indonesia (foto: FIBA)

Power forward dari Satria Muda Pertamina ini merupakan salah satu pemain kunci di timnya. Dengan tinggi 196 cm dan umur yang masih 23 tahun, Kevin Yonas  menjadi pemain muda yang tidak bisa diremehkan. Tak hanya menjadi pemain SM (sebutan Satria Muda Pertamina), Kevin Yonas juga menjadi pemain inti di timnas ketika berlaga di South East Asia Basketball Association Championship 2017.

Kevin Yonas sendiri merupakan skuad Honda DBL All-Star 2010 dari SMA Kanaan Banjarmasin. Meski gagal membawa sekolahnya juara, kontribusinya sebagai center sangat efektif di bola bawah ring.     

 

Nuke Tri Saputra

Meski gagal membawa sekolahnya juara, karir Nuke terus menanjak seiring dengan kemampuannya (foto: DBL Indonesia)

Berkostum Pacific Caesar Surabaya di IBL 2017, Nuke Tri Saputra menjadi salah satu pemain baru yang memanaskan persaingan Rookie of the Year IBL 2017. Hal ini dihasilkan dari perjuangannya mengangkat Pacific Caesar Surabaya ke babak playoff musim 2017.  Padahal, Nuke baru pertama kali merasakan panasnya atmosfer liga basket profesional.

Pada tahun 2012 lalu, Nuke merupakan pemain SMAN 14 Semarang yang lolos dan menjadi salah satu punggawa Honda DBL All-Star 2012. Dengan membawa SMAN 14 Semarang ke babak fantastic four, Nuke di anugerahi sebagai most valuable player (MVP) Honda DBL Central Java Series 2012.

 

Jovita Elizabeth

Jovita Elizabeth merupakan top scorer di FIBA Asia U18 Championship for Women 2016 (foto: FIBA)

Tak hanya skuad putra, skuad putri dari Honda DBL juga melahirkan banyak pemain bintang yang tak kalah keren. Salah satunya adalah Jovita Elizabeth. Cewek yang baru genap berusia 19 tahun ini memiliki banyak sekali prestasi gemilang. Salah satunya adalah membawa Indonesia menyapu bersih 5 kemenangan dan dipromosikan ke tingkat satu FIBA Asia U18 Championship for Women 2016. Hebatnya lagi, Jovita juga menjadi top scorer di tiap pertandingan loh.

Pada musim 2013 dan 2014, Jovita Elizabeth menjadi pemain penting di SMA Gloria 1 Surabaya. Kemampuannya yang berani menusuk ke dalam area three point membuat Jovita menjadi mesin skor untuk sekolahnya.  Selama dua musim itu juga, Jovita menjadi pemain Honda DBL All-Star.

 

Christine Aldora

Kecepatan dan Ketajamannya di lapangan menjadi kunci kekuatan Christine (foto: FIBA)

Dua tahun menjadi MVP di Honda DBL East Java Series di tahun 2014 dan 2015 serta dua tahun pula menjadi Honda DBL-All Stars di tahun 2014 dan 2015 menunjukkan betapa tajamnya Christine Aldora. Membela SMA St Louis 1 Surabaya, Christine seolah menjadi mimpi buruk bagi lawan-lawannya. Bahkan, dalam satu pertandingan Christine bisa menyumbang hingga 50% dari total skor timnya.

Bersama Elizabeth Jovita, Christine mengangkat Indonesia ke tingkat satu FIBA Asia U-18 Championship for Women 2016. Kini, Christine berkuliah sekaligus memperkuat tim basket putri Universitas Surabaya. Hingga sekarang, kecepatan dan ketajamannya di dalam menembus pertahanan lawan masih menjadi teknik andalannya dalam bertanding

Share
Create Your Own Article!