Caption

"Pancasila dasar negara, rakyat adil makmur sentosa!"

Zetizen.com - Itu tadi sepenggal lagu Garuda Pancasila. Dari SD kita sudah diperkenalkan nih sama Ideologi kita apalagi kalau bukan Pancasila. Dengan lima sila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika-nya, Pancasila bisa dibilang udah jadi simbol kenegaraan yang melambangkan persatuan dan kesatuan Indonesia.

Sayangnya, belakangan ini, ternyata ada beberapa kelompok orang yang nggak puas, dan justru pengin mengganti Pancasila. Parahnya lagi, aksi tersebut justru banyak melibatkan anak muda dan udah sempat viral. Mereka mau mengganti Pancasila karena dianggap nggak sesuai dengan kondisi dan ideologi mereka saat ini. Tapi, apa emang iya bisa kayak gitu?

Well, jawabannya ternyata nggak bisa! Soalnya dasar pengaturan ideologi Pancasila kita tertuang dalam Alinea ke-4 UUD RI. Itu tuh yang sering kalian baca kalau lagi upacara bendera setiap hari Senin. Menurut Saiful Aris, SH.,M.H.,LL.M., pakar Hukum Tata Negara Universitas Airlangga “Ideologi Pancasila itu tidak bisa di ganti, itu merupakan nilai kesepakatan bersama para pendiri bangsa," Ungkap beliau.

 

Nah untungnya, masih banyak juga generasi muda yang sadar banget pentingnya menjaga ideologi negara kita tercinta ini dari gangguan. Misalnya kayak Febby Widjayanto yang saat ini menjadi Junior Lecturer and Researcher at Department of Politics di Universitas Airlangga.

Lama belajar International Development di University of Manchester, cewek 25 tahun ini punya pandangan keren soal ideologi Pancasila. Gimana ceritanya? Yuk langsung ngobrol-ngobrol sama kak Febby!

 

Q: Indonesia ideologinya kan pancasila. Nah kenapa sih ideologi kita bisa berlandaskan pancasila?

A: Masih inget dong sama sidang BPUPKI? Nah, dari sini nih lahirnya Pancasila. Well, Pancasila itu udah jadi pandangan hidup yang merupakan gambaran dari khas nya Indonesia sebagai bangsa,namun juga sebagai bagian masyarakat dunia.

Actually, alasan mendasar kenapa berlandaskan Pancasila udah di jelasin loh sama Pak Soekarno waktu pidato di hari kelahiran Pancasila. Hayo, masih inget nggak kapan hari lahirnya Pancasila? Iya, tanggal 1 Juni 1945. Nah, Lima sila yang ada itu sudah menjelaskan bahwa Indonesia negara satu meskipun masyarakatnya nih campuran, mulai dari agamanya sampai dengan etnisnya.

Btw, kalau di lihat-lihat, lima sila ini saling melengkapi loh karena inti dari Pancasila itu sudah menggambarkan kepribadian Indonesia sebagai bangsa.

 

Q: Apa saja peran ideologi pancasila bagi Indonesia? Apa sebagai pemersatu? Atau bentuk cita-cita pendiri bangsa? Atau apa?

A: Nah, karena fungsinya adalah pemersatu, Pancasila ini jadi reminder buat kita kalau kita ini makhluk sosial yang hidup nya berkelompok dan bukan individual. Emang kita punya banyak perbedaan satu sama lain akan cara beribadah, cara berbudaya, logat bahasa dan tata cara lainnya. Tapi itu semua bukan berarti harus disamakan. Malah it harus dilestarikan untuk menjunjung tinggi hak dan kebersamaan tiap orang.

Bisa nggak sih Pancasila ini jadi asyik dan seru? Of course, yes! Dengan kita menghormati keberagaman, tidak memaksakan keyakinan, berteman tanpa memandang kesukuan dan keagamaan itu merupakan salah satu sikap yang yang dicita-citakan dalam Pancasila.

  

Q: Apa ideologi sebuah negara perlu diganti untuk menyesuaikan zaman? Kalau perlu, dampaknya apa? Dan kalau tidak perlu, kenapa ideologi nggak seharusnya diganti-ganti? Apa aja bahayanya?

A: Menurut aku, ideologi itu ibarat tiang pancang sebuah rumah yang dibangun pakai pengorbanan, darah, keringat, dan penderitaan rakyat. Tiang pancang ini sendiri nih nggak bisa dibangun sembarangan,  harus mempertimbangkan dan memperhatikan masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Gampangnya nih, kandungan nilai-nilai Pancasila itu tahan zaman. Bahasa kerennya, timeless.

Misalnya nih, nggak ada bedanya kejahatan pembunuhan di masa lalu dengan sekarang, sama-sama ditentang dalam pancasila. So, ideologi ini bisa jadi cuma dirumuskan sekali sebagai tujuan utama. Nah kalau mau ada perubahan yang berulang-ulang itu mungkin bukanlah perubahan ideologi, tetapi cara dalam mencapai tujuan.

Banyak orang yang melihat pancasila udah tergerus zaman, padahal untuk memahami Pancasila pun, kita juga tidak bisa berlaku sembarangan. Kita juga perlu nih intropeksi diri, karena Pancasila merupakan kesepakatan bersama rakyat Indonesia.

 

Q: Menurut kak Febby,  gimana sih cara kita sebagai generasi muda untuk memaknai pancasila?

A: Nggak ada cara lain selain meningkatkan dan memperkuat kemampuan kita untuk melek dalam membaca sejarah. Membaca itu resep dasar, nah kita sudah dipermudah dengan konten-konten visual yang tersaji dalam video maupun grafis. Namun jangan lupa, membaca masih menjadi formula utama yang sifatnya wajib dan tidak bisa digantikan atau dihilangkan.

Era informasi semakin memudahkan kita, namun sebetulnya juga menyulitkan kita untuk menjadi konsisten mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Ini yang bikin generasi muda nggak boleh terlena sama banyaknya informasi, kemudahan komunikasi yang tidak dipastikan dulu kebenarannya.

Dengan lebih banyak membaca sejarah dan meningkatkan pengetahuan (literas), kita bakal lebih memahami pribadi bangsa kita. Sehingga memiliki wawasan yang lebih bervariasi dalam menyikapi perbedaan yang ada, bukan malah melulu memaksakan kehendak dengan jalan-jalan yang penuh dengan kekerasan sehingga merusak rajutan kemasyarakatan yang ada.

 

Q: Wah iya juga ya kak. Terakhir nih kak, gimana cara kita untuk melindungi Pancasila agar tidak diganggu sebagai ideologi?

A: Nah sebelum menganggap itu tugas kita bersama, ada baiknya membebankan dulu tanggung jawab itu pada pundak kita masing-masing sebagai generasi muda. Bisa dengan menjalankan peran kita masing-masing yang bisa dilakukan dalam banyak cara. Kebebasan serta pilihan yang banyak untuk mengaplikasikan Pancasila ini menjadi kelebihan dan keunikan dari dasar negara kita.

First of all, pahamin dulu deh makna lima sila Pancasila sebagai landasan pemikiran, perbuatan, dan tindakan. Jangan lupa juga kalau  gangguan terhadap Pancasila dan persatuan itu juga bisa disebabkan karena kurangnya rasa kepemilikan dan ‘sayang’ kita pada Pancasila loh.

Menjadi pribadi yang menghargai perbedaan, berani bersahabat dan bergotong-royong tanpa membeda-bedakan suku, ras dan agama merupakan tameng kecil nih yang secara tidak sadar kita bawa kemana-mana.

Dengan sendirinya pula, kita pun akan menyadari bahwa sejatinya bukan kita yang menjaga pancasila, tapi pancasila –lah yang menjaga kita semua, sebagai tumpuan harapan dan jalan terang dalam kehidupan.

 

Emang keren banget ya Ideologi kita! Nggak salah deh kalau penerapan sila-sila Pancasila di kehidupan ini emang harus banget dibiasakan. Apalagi momen nya lagi pas banget hari kemerdekaan. Well.. Semoga Indonesia selalu dan tetap merdeka ya!

 

Editor: Bogiva

 

Share
RELATED ARTICLES
Create Your Own Article!