Anggota tim berpose paska presentasi (Foto: dok. pribadi)

 

Zetizen.com - Pelajar Indonesia lagi-lagi menorehkan prestasi di kancah internasional. Awal Desember kemarin, sebanyak empat mahasiswa UGM meraih Juara 1 Kompetisi Cisco NetAcad Asia Pacific & Japan Global Problem Solver Challenge 2017 lewat teknologi bernama iFish. Diadakan oleh Cisco Systems, Inc. Asia Pacific, kompetisi ini bertujuan untuk menemukan ide kreatif dan solutif dengan memanfaatkan internet.

Para mahasiswa berprestasi ini adalah Anindityo Agung Baskoro (Teknik Mesin), Muhammad Nur Ardian (Teknik Mesin), Monika Sekar (Manajemen), dan Fajar Sidik Abdullah Kelana (alumni Teknik Mesin). Mereka bergabung dalam tim riset microbubble generator Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM). Hebatnya, Anindityo dkk berhasil menyingkirkan 132 tim dari berbagai negara Asia Pasifik!

Ternyata, iFish terinspirasi dari etos kerja yang dimiliki para petani ikan dari Kelompok Tani Mina Ngremboko di Desa Bokesan, Yogyakarta. Tim dari UGM ini prihatin dengan rendahnya teknologi dalam industri pertanian ikan. "Kami tergerak untuk bersama-sama membantu meningkatkan efektivitas pertanian ikan sesuai dengan kemampuan keilmuan kami," ujar Baskoro, sapaan Anindya Agung Baskoro.

Berangkat dari keprihatinan itu, iFish alias Internet of Fishery System pun tercipta. Teknologi itu mengintegrasikan teknologi akuakultur intensif dengan pertanian ikan lokal untuk meningkatkan produktivitas. FYI, keunikan iFish terletak pada microbubble generator untuk meningkatkan kualitas air dan hidup ikan lho.

"Dengan menggunakan sistem ini, ikan yang diternakkan dalam jangka waktu tertentu dapat memiliki bobot rata-rata hingga 40 persen lebih berat dibandingkan ikan pada kolam yang tidak menggunakan microbubble generator," imbuh Baskoro.

Selain itu, microbubble generator dapat membuat Food Conversion Ratio (FCR) atau rasio perubahan pakan menjadi daging ikan lebih baik. Dengan kata lain, nafsu makan ikan juga bertambah. iFish dianggap layak menang karena ketersediaan data dan hasil uji coba. Padahal, kompetisi ini tentang konsep dan ide. Alhasil, konsep yang bisa diaplikasikan dengan efektif itu mampu menarik perhatian para juri.

"Ke depannya, kami akan merealisasikan konsep iFish lengkap dengan semua fitur IoTnya. Setelah itu, optimalisasi sistem akan disesuaikan dengan segmentasi pasar," sambung Baskoro bangga. Psst... Salah satu hadiah kemenangannya adalah mentoring langsung dari Cisco yang akan dilakukan bulan Februari mendatang lho. Good job!

 

| Editor: Ratri Anugrah

Share
RELATED ARTICLES
Create Your Own Article!