zetizen toilet anti diskriminasi gender kesetaraan bentuk kepedulian manusia bumi
Bentuk kepedulian menentang diskriminasi (Foto: Unsplash)

 

zetizen.com - Masalah diskriminasi yang berbasis gender emang nggak bisa dipisahin sama keberlangsungan kehidupan kita sebagai manusia. Diskriminasi yang basisnya gender ini kadang bisa terjadi secara oral maupun lewat tindakan langsung oleh pelakunya, contohnya yang akan menjadi bahasan kali ini adalah diskriminasi gender terhadap kaum transgender.

"Transgender sendiri dapat diartikan sebagai orang yang berperilaku atau penampilannya tidak sesuai dengan peran gender pada umumnya." - Linda Sudiono

 

Kenapa sih, masih ada diskriminasi gender?

Problematika adanya diskriminasi terhadap para transgender bisa dikatakan banyak terjadi karena adanya pelabelan negatif tentang mereka loh Zet!

Banyak dari kelompok mayoritas yang menganggap transgender itu aneh, dosa, dan menyalahi norma sosial. Eits, nggak cuma itu, umumnya kelompok transgender sendiri juga sering dilabelin sebagai banci, waria, bahkan perempuan jadi-jadian. Dari adanya pelabelan negatif tersebut makin jelas akan membuat kelompok transgender makin terpojokkan dalam beberapa hal termasuk dalam akses penggunaan pelayanan publik sehingga terjadilah pelayanan publik yang menyalahi gender atau pelayanan publik yang bias gender.

Nah, pelayanan publik yang bias gender ini biasanya terjadi di tempat-tempat umum, nggak terkecuali di toilet umum. Biasanya diskriminasi gender ini terjadi di toilet segregasi atau toilet berdasarkan simbol jenis kelamin. Sebut aja contohnya Chrissy Lee Polis, seorang transpuan (transgender perempuan) asal Amerika ini mengaku telah mendapatkan perbuatan diskriminasi oleh dua orang perempuan di toilet perempuan McDonalds berupa dipukuli hingga mulutnya berdarah (dilansir dari The Guardian).

zetizen toilet anti diskriminasi gender kesetaraan bentuk kepedulian manusia bumi

Ini nih lambang toilet segregasi! (Foto:

Pinterest)

 

Mau tau solusinya?

Untuk mengatasi persoalan tersebut, sebagian negara-negara di luar Indonesia udah menerapkan toilet uniseks atau gender neutral public toilets. Pembuatan toilet ini dibuat untuk semua jenis gender. Dengan tujuan utama, toilet ini memang dibuat untuk melindungi kelompok minioritas supaya nggak terdiskriminasi saat menggunakan toilet umum. 

Nggak cuma buat transgender aja loh, toilet uniseks ini juga diperuntukkan buat kelompok difabel, lansia, dan juga ibu menyusui. Toilet uniseks ini biasanya terdapat di area publik seperti supermarket, mall, terminal, rumah sakit, dan masih banyak lagi. Sebagai contoh nyatanya di London sudah diberlakukan adanya toilet uniseks untuk digunakan semua jenis gender.

Keberadaan toilet uniseks merupakan praktik solusi untuk banyak orang, banyak alasan, dan demonstrasi kuat atas bentuk penerimaan yang memiliki manfaat untuk semua orang.” ujar Shadiq Khan selaku walikota London pada The Guardian.

zetizen toilet anti diskriminasi gender kesetaraan bentuk kepedulian manusia bumi

Lambang toilet uniseks (Foto: Instagram @iqbaal.e)

 

Nggak Cuma di London

Skandinavia ternyata nggak mau kalah dari London! Konsep yang dibuat pun juga bikin nyaman dan ciamik banget! Toilet uniseks di Skandinavia ini dibuat dengan konsep per ruangan di toiletnya berukuran cukup luas. Ada banyak pintu-pintu yang tertutup rapat baik dari sisi kanan maupun kiri. Jumlah kaca dan wastafelnya juga disediain lumayan banyak, loh! Jadi makin nyaman deh ketika pergi ke toilet.

zetizen toilet anti diskriminasi gender kesetaraan bentuk kepedulian manusia bumi
Salah satu konsep toilet uniseks (Foto: Pinterest)

Terlepas dari hal tersebut, kalau melihat di Indonesia sendiri emang masalah diskriminasi gender di toilet umum jarang ditemui. Namun, nggak menutup kemungkinan emang masih aja ada diskriminasi gender. Bisa aja karena sebagian kelompok minioritas yang nggak melapor ke pihak berwajib. Toilet uniseks bisa banget jadi solusi yang tepat buat mengantisipasi adanya diskriminasi tersebut. Yang jelas, hal ini bakal mengundang pro dan kontra masyarakat. Nah, karena itu, bakal butuh banyak pertimbangan sebelum merealisasikan toilet uniseks di Indonesia!

Jadi, gimana menurut kamu?

Perlu gak sih, diterapin di Indonesia?

Share
RELATED ARTICLES
Create Your Own Article!