Setiap event pasti punya cerita yang berbeda.  Ada yang terbilang sukses, karena bisa menggaet banyak pengunjung dan jadi trending topic di masyarakat. Tapi, nggak sedikit juga acara yang minim apresiasi, lantaran acara yang disuguhkan nggak menarik, guest star-nya garing ataupun dekorasinya kurang greget. Dibalik sukses-nggak-nya sebuah acara, terdapat sentuhan dan kerja keras yang merupakan buah pikir dari para pekerja industri kreatif, loh!

Para pekerja kreatif tersebut, biasanya bekerja sama dalam sebuah event organizer (EO). Pekerjaan yang dilakukan pun bervariasi, mulai dari menyusun acara, meeting bersama tiap divisi acara, memastikan venue dan peralatan, sampai mengurus segala hal tentang guest star. Meskipun punya waktu kerja yang relatif lebih fleksibel dan bisa ketemu sama berbagai macam orang, tapi tetap harus siap mental menghadapi deadline dan tekanan dimana-mana.

Saat ini, industri kreatif memang sedang memiliki prospek yang cerah. Banyak pilihan karir yang cocok untuk generasi millennial. Nggak cuma profesi EO, tapi ada pihak-pihak lain yang juga berjasa dalam menyukseskan sebuah event, guys. Misalnya aja, creative consultant atau orang-orang dibalik layar seperti penyedia vendor yang bertugas untuk memastikan keperluan-keperluan seperti dekorasi, sound dan venue akan siap dipakai di hari h.

Tapi, nggak semua orang memulai proses pencarian karirnya dengan mudah. Ada proses dan keputusan panjang yang harus diambil. Nah, berikut adalah teman-teman kita yang sudah lebih dulu terjun ke dunia industri kreatif. Kita simak ceritanya, yuk!

Kembangkan Passion dan Hobi di Bidang Visual Creative

Konser Musik Sense 2018 yang Ditangani oleh Alphabet Creative (foto:Irfan Nashshar Abduh for Zetizen)

Nggak kerasa ya, sebentar lagi teman-teman SMA bakal memasuki babak baru-nya masing-masing. Tentunya, jalan yang akan dilalui sangat berbeda dan jauh lebih menantang dibanding sebelumnya. Ada yang memilih melanjutkan pendidikan, ada yang memutuskan untuk break sejenak, tapi juga nggak sedikit yang bingung menentukan planning ke depan. Eits, gak perlu risau bahkan sampai mogok makan ya, karena kalian nggak sendirian!

Keputusan untuk bekerja setelah SMA dipilih oleh Irfan Nashshar Abduh yang merupakan alumni sebuah sekolah negeri di Surabaya. Ceritanya, selepas lulus ia memutuskan untuk menjajal beberapa lowongan yang sesuai dengan hobinya. Gayung pun bersambut ketika seseorang menawarinya bekerja di sebuah perusahaan sebagai fotografer. Posisi Irfan kemudian naik sebagai art director. Dari sana-lah ia membangun relasi dan pengalaman.

“Setelah empat bulan kerja, saya pikir lama-lama nggak nyaman kerja ikut orang itu. Masih belum bebas. Akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dan mengurus bisnis.” Jelas Irfan sembari mengenang perjalanannya sebelum membuka usaha sendiri. Ia memutuskan untuk menjadi seorang consultant creative dan membuka bisnis bersama teman-temannya. Hal ini dipilih untuk mengembangkan passion yang dimilikinya dalam bidang visual creative.

Irfan dan teman-temannya mendirikan Alphabet Creative sejak September silam. Hingga saat ini, mereka telah menangani sekitar enam proyek jangka panjang dan acara-acara lainnya. Meski terbilang baru, perjalanan mereka bukan tanpa kendala. Mayoritas anggota yang duduk dibangku kuliah juga memiliki aktivitas masing-masing sehingga sedikit terhambat untuk berkumpul. Sementara untuk modal Irfan dan teman-teman melakukan patungan.


Ingin Tampilkan Konsep Event Organizer yang Beda

Event Eksotika Bromo yang Pernah Ditangani oleh Satu Tujuan Kreatif (foto:Afifa Prasetya for Zetizen)

Selain Irfan, ada Afifah Prasetya dari Universitas Airlangga yang juga berkecimpung dalam industri kreatif. Ia telah lama terjun dalam event organizer milik keluarganya, yakni Satu Tujuan Kreatif yang telah berjalan selama dua belas tahun. Konsep yang diusung EO keluarga Afifah adalah budaya. Mereka konsisten menyuguhkan pertunjukan yang mengusung kesenian lokal dengan tujuan untuk mengenalkan dan melestarikan budaya asli Indonesia.

“Bisa nyemplung ke dunia EO, karena ayah sendiri yang menyelenggarakan event. Kebiasaan dari kecil bantu-bantu. Ini sudah usaha keluarga. Tentu ada rasa bahagia karena bisa membuat orang lain senang dengan karya kita.” Tutur gadis yang saat ini duduk di bangku semester satu tersebut. Ia dan rekan-rekan satu timnya telah digembleng bersama sejak lama agar mampu menyuguhkan event yang out of the box tapi tetap berkualitas.

Dua karya dari Afifah dan tim yang saat ini dikenal oleh masyarakat adalah Eksotika Bromo dan Surabaya Juang. Eksotika Bromo adalah perayaan sebelum Yadnya Kasada. Sementara Surabaya Juang adalah teatrikal setiap bulan November untuk memperingati hari pahlawan. Keduanya didukung oleh pemerintah beserta para pelaku kebudayaan dan masyarakat setempat sehingga selalu sukses dipertontonkan setiap tahunnya.


Berawal dari Dekorasi Untuk Acara Pernikahan Sendiri

Salah Satu Produk Authentic.flo (foto:Annisa Robbanie for Zetizen)

Kalau Irfan dan Afifah cenderung berkutat pada konsep sebuah acara, lain halnya dengan Annisa Robbanie dari Bandung. Ia terjun ke industri kreatif sejak tahun 2016 dan memilih usaha dekorasi pernikahan yang diberi nama Authentic.flo. Hal ini bermula ketika Annisa ingin mendekorasi pernikahannya sendiri dengan konsep rustic, namun dengan budget yang terjangkau. Bermodal relasi di dunia kerja, ia pun menemukan petani bunga hidup.

Sejak mengenal petani bunga hidup sebagai produsen untuk kebutuhan jasa dekor miliknya, Annisa mulai mempelajari bisnis ini lebih dalam. Bahkan seiring berjalannya waktu, ia juga memiliki pekerja lepas untuk membantunya dalam menyusun berbagai dekorasi. Untuk satu pernikahan, pengerjaan dekorasi bisa memakan waktu dari dua minggu hingga satu bulan. Seluruh bahan dan perlengkapan berasal dari Bandung kecuali kalau ada paket all in.

“Pernah ngalamin sesuatu yang nggak terduga, kayak waktu ngedekor sebuah villa di atas bukit, itu tiba-tiba pekerja pada sakit setelah kena angin gede. Tapi Alhamdulillah bisa dilewatin. Atau pernah pas hari h pasang dekor semua konsep yang udah kita rancang dirubah sama klien. Mau nangis ya harus dikerjain, kalo ga dikerjain momen nikahan orang.” Cuap Annisa sambil tertawa. Tetapi, cobaan apapun memang harus diselesaikan dengan santai.


Tips dan Trik Terjun ke Industri Kreatif

Ilustrasi Sekelompok Orang yang Sedang Mendiskusikan Bisnis Industri Kreatif (foto:Scout)

Irfan: Bukan hanya berlaku di industri kreatif aja. Tapi buat kalian yang punya bakat dan potensi dalam diri kalian, coba manfaatkan aja. Jangan hanya dijadikan kegiatan yang nggak menghasilkan apa-apa. Buang-buang waktu. Kalau kalian kerja harus mencintai pekerjaan kalian. Juga, jangan lupa untuk memperbanyak relasi. Penting itu.

Afifah: Berbeda-lah daripada lebih baik. Kalian nggak harus galau. Mungkin bisa mencoba berkecimpung dibidang event organizer. Masih banyak jalan untuk meraih mimpi. Jangan lupa disiplin dan bertanggung jawab. Jangan mengutamakan materi di atas segalanya. Tapi nikmati prosesnya. Manfaatkan juga teknologi yang udah berkembang.

Annisa: Buat temen-temen yang mau mulai usaha, belajar manfaatin apa yang ada. Karena nunggu modal gede dan kekumpul nggak bikin mental bisnis kamu kebangun. Justru menurut aku kita dititipin kemampuan usaha sama Allah sesuai kesanggupan kita. Seiring berjalannya waktu mental dan ilmu kita cukup untuk lebih besar. Pasti Allah kasih jalan lebih.

Nah, itu sedikit cerita dari teman-teman kita. Kalau kamu, pasti sudah punya rencana juga, dong! Yuk, ceritakan rencanamu di kolom komentar!


Share
Create Your Own Article!