SEMPAT terseok-seok karena pandemi, industri film tanah air mulai beradaptasi dan bangkit kembali. Para sineas nggak patah semangat dalam menciptakan karya dengan gebrakan baru. Selain berjaya di dalam negeri, film Indonesia mulai meluaskan radarnya di kancah internasional. Beberapa film Indonesia seperti Penyalin Cahaya, Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas, Yuni, dan Paranoia berhasil meraih sejumlah penghargaan di festival film internasional.

Kualitas yang makin meningkat di beberapa aspek menjadi faktor keberhasilan tersebut. Jika dulu didominasi genre horor, kini genre yang ditawarkan cukup variatif. Mulai genre laga, komedi, drama thriller, crime, psikologis, keluarga, hingga misteri. Cerita yang diangkat juga lebih eksploratif dan realistis. Tema sosial dan isu-isu sensitif seperti patriarki dan sexual harassment mendapat perhatian lebih dari penikmat film.

Adegan-adegan yang ditampilkan pun mulai berani. Salah satunya, adegan ciuman sesama jenis di film Sianida yang menimbulkan banyak kontroversi. Dari segi visual, film lokal juga mulai berbenah dan mengikuti kecanggihan teknologi. Misalnya, film animasi dalam negeri, Nussa, dengan gambar yang lebih artistik dan realistik.

Perkembangan sinema lokal dibarengi munculnya para sineas muda yang membawa ide-ide segar. Tak ketinggalan para perempuan di balik layar seperti Kamila Andini, Mira Lesmana, dan Gina S. Noer dengan karya yang luar biasa. Keterlibatan aktor dan aktris muda berbakat juga menjadi faktor pendukung. Regenerasi semacam itu diyakini mampu memicu semangat dan mempertahankan kekuatan di industri film Indonesia. Yuk, dukung terus perfilman Indonesia! (arm/c12/lai)

 

Yang Dinanti di 2022

KKN di Desa Penari
Film KKN di Desa Penari akhirnya bakal tayang di bioskop pada 24 Februari 2022 setelah tertunda hampir dua tahun. Film itu diklaim sebagai kisah nyata yang berkisah tentang sekelompok mahasiswa yang sedang KKN di sebuah desa penuh misteri, mereka diganggu makhluk gaib karena dua anggota tim melanggar peraturan dan melakukan tindakan terlarang.

Penyalin Cahaya
Film yang memborong banyak penghargaan ini bisa dinikmati mulai 13 Januari di Netflix. Penyalin Cahaya menyoroti kisah Sur (Shenina Cinnamon) yang dianggap mencemarkan nama baik fakultas karena fotonya yang dalam kondisi mabuk beredar luas. Sur kemudian meminta bantuan teman masa kecilnya, Amin (Chicco Kurniawan), untuk mencari tahu kejadian saat pesta di kampus malam itu.

Mencuri Raden Saleh
Mencuri Raden Saleh menceritakan sekelompok pemuda yang berencana mencuri lukisan bersejarah ’’Penangkapan Pangeran Diponegoro” karya Raden Saleh di Istana Presiden. Film tersebut dibintangi para artis muda beken. Ada Iqbaal Ramadhan (The Forger), Angga Yunanda (The Hacker), Rachel Amanda (The Negotiator), Aghny Haque (The Brute), Umay Shahab (The Handyman), dan Ari Irham (The Driver).

Just Mom
Hanung Bramantyo kembali hadir dengan karya terbarunya Just Mom. Film itu mengisahkan seorang ibu bernama Siti yang merasa diabaikan anak-anaknya setelah mereka mapan. Dia pun memutuskan untuk merawat Jalu dan seorang wanita ODGJ yang sedang hamil bernama Murni. Keputusan Siti ditentang anak-anaknya. Siti bersikeras meski tubuhnya semakin melemah karena penyakit kanker.

Kukira Kau Rumah
Kukira Kau Rumah diadaptasi dari lagu milik band indie Amigdala. Menceritakan sosok Niskala (Prilly Latuconsina) yang memiliki gangguan bipolar dan bermasalah dengan kehidupan sosialnya. Hidup Niskala mulai berubah setelah mengenal Pram (Jourdy Pranata). Namun, Niskala harus menerima kenyataan yang nggak sesuai dengan harapannya. Film besutan sutradara muda Umay Shahab tersebut bisa kamu tonton mulai 3 Februari 2022 di
bioskop. (arm/c12/lai)

 

 

 
Share
Create Your Own Article!