TEKNOLOGI yang makin pesat membuka berbagai pekerjaan baru di bidang terkait. Salah satunya, pekerjaan yang berhubungan dengan teknologi dan bisnis. Yakni, business intelligence analyst atau kerap disingkat BI analyst. Perannya adalah membantu stakeholder dalam mengambil keputusan dan meningkatkan proses bisnis.

BI analyst memegang peran krusial di suatu perusahaan, lho. Data yang sudah diolah dapat digunakan untuk mengidentifikasi tren yang tengah ramai di pasar. Dengan kemampuan itu, BI analyst bisa mengubah data yang dimiliki menjadi insight yang bernilai bisnis.

’’Perjalananku sebagai BI analyst berawal dari ketertarikan di dunia data sains. Waktu itu aku diterima bekerja di salah satu perusahaan telekomunikasi sebagai apprentice data sains. Di sana aku belajar banyak soal analisis data, bagaimana cara menggunakan data untuk keputusan bisnis, sampai cara menyajikan visualisasi yang baik,’’ tutur Data Analytics Manager Dita Amallya.

BI analyst di setiap perusahaan tentu memiliki tugas yang berbeda. Secara umum, BI analyst bertugas mengumpulkan dan menyeleksi data-data yang berhubungan dengan bisnis seperti pendapatan, penjualan, dan informasi pasar. Selanjutnya, BI analyst akan menafsirkan data dan mengidentifikasi pasar untuk pengembangan produk. BI analyst juga bisa menggunakan BI tools untuk memantau pola pelanggan.

Serangkaian proses tersebut akan disajikan dalam bentuk laporan untuk dilihat petinggi perusahaan, manajer, dan klien. BI analyst wajib menentukan keputusan bisnis secara cepat dan tepat, jadi analisis yang dibuat dalam bentuk deskriptif. Analisis itulah yang menjadi dasar rekomendasi rencana bisnis.

Well, business intelligence dan business analyst adalah dua profesi yang berbeda. ’’Simpelnya, business intelligence akan menjawab pertanyaan ’apa’ dan ’bagaimana’. Kalau business analyst, menjawab pertanyaan ’mengapa’ dan ’apa selanjutnya’. Jika BI memberikan insight bisnis, BA menggunakan data untuk memberikan analisis mendalam terhadap sebuah produk,’’ jelas Dita.

Ada beberapa tantangan yang bakal kamu hadapi ketika bekerja sebagai BI analyst. Salah satunya, masalah kualitas data. ’’Data yang belum terstruktur bisa mengakibatkan proses BI menjadi lebih lama. Apalagi kalau data harus disediakan secara cepat untuk laporan kepada klien,’’ ungkapnya

Ketika bisnis bertumbuh dengan cepat, sumber data yang dibutuhkan juga semakin banyak. Kamu harus menggabungkan sumber data yang satu dengan lainnya untuk mengetahui lanskap bisnis secara keseluruhan.

Communication is key! Terkadang penjelasan berdasar data akan kalah dengan strategi berdasar pengalaman pemilik bisnis. Taktiknya, BI analyst harus mengetahui pain point pasar agar pengambilan keputusan tetap data driven.

Ke depan, profesi BI analyst akan banyak dibutuhkan. Nggak hanya mengoperasikan bisnis, tetapi juga menumbuhkan budaya pengambilan keputusan berbasis data. Sebab, setiap perusahaan akan memiliki big data untuk bisnisnya. Siap-siap untuk menajamkan hard skill dan soft skill kamu agar bisa menjadi BI analyst yang mumpuni, ya! (elv/c12/lai)

 

Skill Yang Kamu Butuhkan

KEMAMPUAN seorang BI analyst berbeda-beda. Bergantung sejauh mana peran BI analyst dan kondisi lingkungan di perusahaan tersebut. Yuk, intip apa saja kemampuan yang perlu dimiliki and start to improve your skill! (elv/c12/lai)

Hard Skill

-Data mining dan analisis
-Desain database dan data architecture
-Keamanan dan privasi data
-Visualisasi data
-Bahasa query (SQL/ Postgre SQL/MySQL)
-Proses ETL (extract, transform, load)
-Cloud computing dan penyimpanan data

Soft Skill

-Kemampuan memecahkan masalah dan berpikir kritis dalam mengidentifikasi permasalahan di konteks bisnis.
-Skill komunikasi dan presentasi yang mudah dimengerti untuk memberikan insight kepada klien yang masih awam dengan data analytics.
-Kemampuan leadership untuk mengarahkan insight bisnis terhadap rencana dari tim.
-Kemauan untuk terus belajar dan mempelajari berbagai bidang.

 
Share
Create Your Own Article!