PAMERAN bukan hanya wadah para seniman untuk tetap eksis, melainkan juga ruang bertukar ide melalui karya seni. Termasuk, mengenalkan karya pada ranah industri kreatif yang persaingannya makin ketat. Misalnya, mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Maarif Hasyim Latif (Umaha) yang mengadakan pameran tugas karya kreatif Creature.

Kegiatan pameran yang diadakan setahun sekali itu mengusung tema ImaginaThrive. Yakni, Imagination dan Thrive. Kata imagination berarti ”imajinasi” dan thrive berarti ”berkembang”. Kedua kata menyimpan harapan agar para mahasiswa memiliki kreativitas yang besar serta dapat berkembang lebih baik lagi.

Puncak acara Creature ImaginaThrive berlangsung selama dua hari pada 29–30 Januari. Pameran digelar secara offline di Royal Plaza Surabaya dengan beragam acara menarik. Di antaranya, bedah karya, talk show, live drawing, workshop,give away, kompetisi, dan live music. Kompetisinya cukup beragam loh! Ada lomba fotografi, poster, video TikTok, hingga fan art yang semuanya terbuka untuk umum.

”Kami ingin menargetkan pasar pengenalan karya yang lebih luas lagi. Namun, untuk kompetisinya masih diadakan secara online karena pandemi. Jadi, diselenggarakan secara hybrid. Agar teman-teman tetap semangat menjalani segala kegiatan seni dan mengasah kreativitas diri walau di rumah,” tutur Ketua Panitia Creature ImaginaThrive Muhammad Kholif Mahrus.

Selama dua hari, pengunjung bisa menikmati karya seni mahasiswa Program Studi DKV Umaha dari tiap angkatan. Karya-karya yang dipamerkan itu nantinya juga dibahas secara mendalam. Mulai ide, konsep, proses pembuatan, hingga pesan yang ingin disampaikan.

Kegiatan seminar dan workshop diadakan di belakang ruang pameran. Temanya menarik. Seminar hari pertama membahas seputar industri kreatif bersama creative director Nadia Damara. Pada hari kedua, ada workshop doodle art bersama Putu Mahendra dan lettering bersama Dimas Bobo. Semua kegiatan tersebut nggak dipungut biaya alias gratis!

”Respons masyarakat sangat baik. Pengunjungnya cukup ramai karena banyak yang merindukan pameran seni secara offline. Mereka bisa berinteraksi langsung dengan para seniman dan mengetahui dengan jelas esensi dari karya seni. Tentu, acara ini tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah ditentukan,” imbuh Kholif.

Menyiapkan pameran seni secara offline bukan hal mudah. Apalagi, semua kegiatan sebelumnya dilaksanakan secara online. Panitia harus merancang konsep dengan matang agar acara berjalan lancar dan meriah. ”Kami harus bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat untuk kembali menghadiri pameran seni secara offline. Dengan suksesnya acara ini, kami berharap teman-teman ikut termotivasi dan nggak menyerah untuk membuat acara yang meriah,” lanjutnya.

Rangkaian acara Creature ImaginaThrive ditutup dengan pentas seni dari mahasiswa Desain Komunikasi Visual Umaha dan penampilan musik dari UKM musik Umaha. Wah, semoga ke depan ada banyak pameran seni yang dapat memberi ruang berkarya bagi para seniman, ya. Well, see you at the next Creature Exhibition! (arm/c13/lai)

Share
RELATED ARTICLES
Create Your Own Article!