(Foto: Unsplash)

zetizen.com - Zaman sekarang, siapa sih yang nggak tau e-sports? Meskipun banyak mengundang pro dan kontra, bidang ini mulai banyak diminati oleh anak-anak muda di Indonesia, lho. Dalam perkembangannya, e-sports semakin mudah untuk dimainkan. Dari yang awalnya harus bermodalkan PC Gaming dengan berbagai perlengkapannya hingga sekarang game-game yang dapat dimainkan melalui HP juga dapat dianggap sebagai e-sports. Kalau kamu termasuk orang yang kontra dengan pernyataan e-sports is literally a 'sport', mungkin kamu harus baca poin-poin yang sudah dirangkum Zetizen di bawah ini tentang keuntungan bermain e-sports! Yuk, kita intip bareng!

 

Konsentrasi & Penglihatan

(Foto: Unsplash)

Para ilmuwan telah melakukan penelitian tentang kualitas penglihatan mata seorang pemain game dengan yang tidak bermain game. Dalam suatu penelitian, setelah 10 minggu, sang gamer justru dapat lebih hebat membedakan berbagai warna abu-abu. Hal ini membuktikan bahwa bermain game bisa menajamkan konsentrasi dalam penglihatan.

Contoh game yang bisa membantu meningkatkan penglihatan: Game-game yang butuh fokus di satu titik. Biasanya game-game First-Person Shooter seperti Counter Strike dan Apex Legends.

 

Kerja Sama dan Kekompakan

(Foto: Unsplash)

Pastinya kamu nggak sendirian dong saat bermain e-sports. Kamu perlu kerja sama dan kompak dengan rekan satu tim untuk meraih tujuan yang sama. Hal ini juga  bisa kamu terapkan di kehidupan sehari-hari. Eit, tapi jangan kerja sama buat cari contekan, ya! Hihihi.

Game yang bisa bantu ningkatin kerja sama dan kekompakan: Game-game dengan satu tujuan yang jelas seperti PUBG, Fortnite, Apex Legends dan Mobile Legends.

 

Sosial dan Pertemanan

(Foto: Unsplash)

Siapa bilang gamer itu ansos (anti-sosial)? Semenjak diciptakannya game online, para pemainnya dituntut untuk bertemu dan bermain bersama player-player lain yang belum pernah mereka kenal sama sekali. Nggak jarang juga ada gathering yang diadakan oleh para pemainnya di dunia nyata.

Game yang bisa meningkatkan sosial dan pertemanan: Game-game dengan sistem Guild/Club/Group seperti Ragnarok, Ayo Dance, Dragon Nest.

 

Menyembuhkan Penyakit

(Foto: Unsplash)

Mungkin ini baru banget kamu tahu. Ternyata, beberapa game memang bisa menyembuhkan penyakit dan kelainan seperti dyslexia, stroke, dan autisme loh! Kok bisa sih?

Dyslexia dapat disembuhkan dengan membiasakan diri membaca kata-kata, dimana banyak game memiliki item-item dengan deskripsi yang berbeda-beda. Game dapat meringankan penyakit Stroke dengan membiasakan diri mengklik mouse atau mengetik di keyboard. Sedangkan untuk autisme, game dapat membiasakan seseorang untuk berpikir sesuai pola pikir kebanyakan orang.

 

Duit? No problem.

(Foto: Unsplash)

Nggak bisa dipungkiri, para atlet e-sports sudah menghasilkan uang yang nggak sedikit. Hal tersebut juga sudah mengubah mindset banyak orang tua dari aktivitas yang 'main doang' ke sesuatu yang menghasilkan. Sepanjang perkembangan e-sports, hadiah terbesar yang ditawarkan sebuah lomba e-sports adalah The Internationals Dota yang diselenggarakan 2 tahun lalu dengan total hadiah lebih dari 25 juta dolar atau sekitar 360 miliar rupiah! Bayangin udah bisa buat makan berapa kali tuh?

 

Jadi, mabar kuy!

Share
RELATED ARTICLES
Create Your Own Article!