Seluruh model menari singkat di atas panggung (Foto: Nurmelia/Zetizen Team)

Zetizen.com - Selain Manga, banyak hal yang bikin Jepang selalu ada di hati masyarakat dunia. Salah satunya adalah pakaian tradisional asli negeri sakura, Yukata. Pakaian yang telah mengalami berbagai modifikasi dan perkembangan ini punya desain yang unik dan cantik. Alasan ini mendorong salah satu perkumpulan keluarga Jepang di Surabaya untuk turut memeriahkan acara Surabaya Nihon Matsuri. Mereka menampilkan fashion show menggunakan Yukata yang unik dibandingkan biasanya. Apa aja sih?

 

Perpaduan Motif Tradisional

Model memamerkan Yukata motif batik (Foto: Nurmelia Chandra/Zetizen Team)

Seperti yang kita tau, sakura jadi sebuah mark tersendiri bagi negara Jepang. Gak heran deh kalau biasanya motif-motif Yukata itu pasti gak bisa lepas dari floral apa lagi Sakura. Tapi, sebagai penggabungan budaya, kali ini Yukata yang ditampilkan memiliki motif batik khas Indonesia. Harapannya agar hubungan antara negara Indonesia dan Jepang akan selalu berjalan dengan baik. Dan ini juga sebagai penghormatan warga Jepang karena mereka bisa diterima dengan baik oleh warga Indonesia.

 

Warna Yang Menarik

Warna Yukata yang cerah dan manis (Foto: Nurmelia/Zetizem Team)

Warna Yukata memang sangat bervariasi. Karena memiliki ciri khas bunga-bunga, gak susah kok kalau kamu menemukan Yukata yang memiliki warna cerah dan tentunya itu semua memiliki maknanya tersendiri. Contohnya adalah Yukata yang memiliki warna light blue dimana berarti kesejukan dan memiliki kesan ringan. Gak hanya itu, aksesoris yang digunakan pun akan cenderung memiliki warna yang warna-warni, dan itu tentunya akan menambahkan kesan manis tersendiri saat digunakan.

 

Penggabungan Tren

Sambil berpose, para model juga menari di panggung (Foto: Nurmelia/Zetizen Team)

Sebagai salah satu pakaian tradisional, Yukata juga terus mengalami perkembangan sesuai dengan jaman agar peminatnya akan terus ada. Salah satu model Yukata yang telah di modifikasi ini adalah dengan menaruh Obi atau sabuk berwarna-warni yang biasa dibentuk seperti pita di belakang, untuk dipindah menjadi aksesoris dibagian depan namun dengan tambahan ornament yang lain. Selain itu, sandal khas kayu atau biasa disebut Geta juga bisa digantikan dengan alas yang berbeda namun masih dengan nuansa sama yaitu kayu.  

Penonton antusias menonton pagelaran Yukata (Foto: Nurmelia/Zetizen Team)

 

Jangan lupa untuk terus lestarikan budaya, ya!

Penulis : Nurmelia Chandra

Share
RELATED ARTICLES
Create Your Own Article!