Zetizen.com - Pernah nggak kamu pengen beli outfit dengan harga murah tapi tetap up to date? Jawabannya, kamu bisa pergi ke berbagai Department Store seperti Zara, Uniqlo, The Executive, atau H&M. Store-store ini mematok harga sangat murah untuk satu potong baju. Tren mode yang disebut dengan Fast Fashion ini pada dasarnya menguntungkan bagi pelanggan, namun juga menimbulkan pertanyaan. Berapa sih upah para pekerjanya? Hal ini terungkap ketika Wati dan Yayan, dua orang pekerja di Uniqlo yang melakukan demonstrasi hingga ke Denmark karena keduanya belum juga mendapatkan upah dari Uniqlo. Nggak heran kalau tren fast fashion semakin hari semakin kontroversional. Kenapa ya?

Brand Besar Kuasai Fast Fashion


Kalian pasti nggak asing lagi dengan ZARA, H&M, Stradivarius sampai Adidas. Yap, brand besar tersebut mengusung konsep fast fashion untuk setiap koleksinya. Dilansir melalui The Good Tread, rata-rata brand fast fashion mampu memproduksi 52 “micros-seasons” tiap tahunnya. It means, tiap minggunya brand tersebut mampu mengeluarkan koleksi terbarunya loh.


Ready to Wear


Konsep yang digunakan fast fashion adalah menghadirkan fashion ready-to-wear. Nggak hanya itu, brand-brand fast fashion memiliki rentang waktu pergantian mode dengan cepat. Nggak hanya mengusung trend pakaian tiap musim, fast fashion juga memberikan pilihan trend yang sesuai dengan perkembangan zaman, salah satunya adalah streetwear.


Identik Dengan Fashion Week


Salah satu strategi marketing fast fashion adalah memamerkannya lewat Fashion Week. Dengan cara ini, otomatis mereka yang sangat antusias dengan brand fast fashion bakal lebih tertarik untuk membeli koleksi itu. Apalagi harga yang ditawarkan cukup murah loh.


Super Murah


Keunggulan fast fashion adalah murah. Yap, beberapa brand bahkan sering memberikan diskon sampai 70% dalam season-season tertentu. Kebayang dong gimana vibes-nya ketika kamu pakai koleksi brand terkenal tapi nggak menguras kantong. Koleksi pakaian sesuai tren musim akan punya “expired” tersendiri. Nggak heran deh kalau mulai masuk pergantian musim, brand ini mulai “obral” koleksi lama yang masih sangat layak.


Pakai Fast Fashion Dianggap Trendy


Brand brand fast fashion rata-rata memiliki eksistensi yang tinggi di mata fashion enthusiast. Memiliki koleksi yang sesuai dengan jamannya, membuat kamu kelihatan nggak ketinggalan jaman ketika memakai koleksi dari fast fashion. Bahkan beberapa orang seakan hanya membeli “brand” namun tidak memikirkan kualitas dan kebutuhannya.


Banyak Kritikan


Salah satu konsep fashion yang jadi bahasan kontroversional adalah fast fashion. Konsep ini dianggap menyimpan hal negatif dibalik kesuksesannya. Mulai dari limbah yang sangat mencemari lingkungan sampai proses pembuatannya yang dianggap mengeksploitasi para pekerja. Dengan segala macam kontroversinya, fast fashion memunculkan konsep fashion yang lebih ramah lingkungan yaitu sustainable fashion dan slow fashion.


Share
Create Your Own Article!