KKN atau Kuliah kerja Nyata menjadi salah satu program wajib bagi mahasiswa. Meski harus ada banyak persiapan yang sering bikin runyam, tapi KKN harus dilakukan sebelum wisuda. Alhasil, salah satu kru Zetizen harus melewati satu bulan penuh di tempat baru. Nggak jarang, doi juga menemukan kisah bersama mereka yang tak terlihat. Penasaran? Simak yuk!

*

Being trapped with strangers menjadi statement utama sebelum aku memulai perjalanan KKN. Bertempat di salah satu desa di Jember, statement itu benar-benar terbukti waktu kami sampai di Balai Desa, tempat kami harus menginap selama satu bulan penuh. Aku bergabung bersama tujuh orang lainnya, lima perempuan dan dua laki-laki. Layaknya tinggal di tempat baru, tempat tidur kami juga terpisah dalam dua rumah kecil yang berdampingan.

Namanya juga Balai Desa, rumah tempat tinggal untuk perempuan hanya terdiri dari dua ruangan. Satu ruang untuk menyimpan barang-barang, dan juga ruang tamu yang difungsikan untuk tempat kami tidur. Sementara itu, rumah untuk laki-laki hanya terdiri atas satu ruangan.

Hal pertama yang menjadi fokus utamaku ketika masuk ke dalam bangunan untuk perempuan adalah kaca yang besar di bagian depan, yang berdampingan langsung dengan satu-satunya pintu. Di hari pertama kedatangan kami, kami sepakat untuk menutup kaca menggunakan koran. Selain menghindari hal-hal yang nggak diinginkan, aku berusaha untuk menutupi berbagai perasaan nggak enak yang muncul ketika melihat kearahnya.

Ternyata, perasaan nggak enak itu benar-benar terbukti di malam kedua dan ketiga. Menjelang malam, seolah-olah ada orang yang mengintip kami dari luar. ‘Ia’ benar-benar mengintip. Dengan sorot mata tajam dan merah yang menatap kearah kami, ‘Ia’ menyapukan pandangannya ke seantero ruangan, mengamati kami yang sedang beraktivitas.

‘Ia’ yang terlihat tegas layaknya lelaki dewasa itu, tampak benar-benar penasaran dengan apa yang kami lakukan. Kebetulan, waktu itu kami sedang melakukan rapat harian untuk mengkaji pencapaian dan persiapan di hari selanjutnya.

Well, kalau ini sosok yang berukuran sama kayak pria biasanya, aku sih santai-santai aja. Tapi coba deh kamu bayangin ventilasi yang lebar memanjang ke samping. Nah, ukurannya sebesar dan selebar itu. Benar-benar hanya mata dengan bagian pupil yang membesar berwarna merah.

Aku coba keluar untuk melihat apa benar-benar ada seorang lelaki yang mengintip. Ternyata, yang aku dapat hanya teras yang kosong. Nggak ada kepala di atas jendela kami. Lalu, apa yang baru saja aku lihat ya?

Bersambung...

*

Written by: Rafika Yahya - @rafikayhy

 

Share
RELATED ARTICLES
Create Your Own Article!