Zetizen.com – Musik selalu bisa menjadi teman dalam segala suasana. Nggak jarang kita bisa mendeskripsikan perasaan kita dengan musik. Di bulan puasa ini, momen buka puasa di kala senja menjadi saat-saat yang paling dinantikan. Yuk hidupkan momen-momen ini dengan lagu indie bertemakan senja.

Payung Teduh – Menuju Senja

(foto:YouTube)

Ini dia lagu yang dirilis sebelum Istiqamah Djamad keluar dari posisi vokalis Payung Teduh. Artinya, nuansa lagu Payung Teduh belum banyak dipengaruhi genre pop. Yap! Kamu bisa menemukan denting cello yang manis dipadu dengan petikan gitar yang mendayu-dayu. Terciptalah suasana senja yang sendu.

Liriknya pun dijamin bisa bikin kamu terbuai. Sebenarnya, ada banyak interpretasi tentang makna dari lagu ini. Tapi kalau Zetizen menginterpretasikannya sendiri sih, Menuju Senja bercerita tentang pasangan yang bersiap untuk menua bersama. As we know, senja sering diinterpretasikan sebagai masa tua.

Psst, kamu juga bisa baca tentang Payung Teduh disini.


Segara – Melepas Senja


Pengen dengerin lagu cinta yang nggak terlalu melankolis? Melepas Senja milik Segara wajib masuk di playlistmu. Denting piano yang berpadu dengan gitar akustik lembut dijamin mampu bikin jam-jam buka puasamu makin syahdu.

Meskipun bertempo pelan, lirik Melepas Senja mengajak para pendengarnya untuk berani membuka lembaran baru. Misalnya, yang tertuang dalam refrain, “Bolehkah aku, jalani lagi bersamamu?” Selain membawa pesan optimis, Melepas Senja secara tersirat mengajak kita melupakan hal buruk dan memulai sesuatu yang baru.


Senar Senja – Savana


Dilihat dari namanya aja, musisi yang satu ini selalu menyajikan lagu-lagu syahdu. Tema-temanya pun nggak jauh dari ketenangan sehari-hari. Salah satunya lewat lagu Savana yang dibawakan bersama Asteriska, backing vocal Barasuara. Perpaduan petikan gitar dan cajoon yang lembut seolah mampu membawamu 'terbang' menuju bukit savana.

Liriknya yang simpel pun nggak bakal menguras otak. Misalnya, “Seluas panorama yang membuka ruang yang melintas, lepas dan merekah singgah di bukit savana,” Selain puitis, lagu Savana juga bisa jadi pesan untuk kamu yang diam-diam mengajak seseorang untuk bersua.


Float – Tiap Senja

(foto:YouTube)

BEWARE! Jangan dengerin lagu ini kalau kamu lagi patah hati, atau dalam keadaan hancur. Because, hell yeah! Lagu ini benar-benar merepresentasikan pengharapan. Dengan cerdas, Float meramu lirik dan musik menjadi sebuah pesan pilu. Seolah kamu sedang mengharu biru dan mengharapkan seseorang untuk berlabuh di hadapanmu.

It's kinda undescribable song. Lagu yang jadi soundtrack 3 Hari untuk Selamanya ini memang sudah lama dirilis, namun hingga kini masih digemari banyak orang. Selain karena nuansa sendu yang dibawakannya, alunan melodi yang lembut mampu membuai siapapun.


Gardika Gigih – Kereta Senja

(foto:YouTube)

Musisi yang satu ini sempat dikenal berkat kolaborasinya dengan Banda Neira dalam lagu Sampai jadi Debu. Tahun 2017 lalu, Ia merilis album baru. Salah satu lagunya adalah Kereta Senja yang mengolaborasikan berbagai macam suara yang biasa kamu dengar ketika senja. Mulai dari cicit burung hingga dengung langit. Intronya yang dimainkan dengan lembut memiliki tempo yang terus bertambah.

Meskipun durasinya mencapai 10 menit, tapi dijamin kamu nggak akan bosan karena lagu ini seolah jadi musikalisasi puisi. Liriknya yang disajikan dengan merdu bikin kita nggak cuma betah dengerin lagunya, tapi juga penasaran kelanjutan kisahnya. Epik!


Share
Create Your Own Article!