Suasana dari atas. Asri dengan infrastuktur yang rapi. (foto: dok pribadi)

Zetizen.com - Nggak cuma dikenal sebagai negara homogen, Indonesia juga dikenal sebagai paru -paru dunia karena kekayaan alamnya. Salah satunya adalah Desa Wisata Nglanggeran di Yogyakarta. Berhasil meraih penghargaan Desa Wisata Terbaik I Indonesia dan menerima penghargaan ASEAN Community Based Tourism (CBT) Award 2017, yang di serahkan di Singapura, Jumat 20 Januari 2017. Nggak heran kalau banyak turis lokal dan internasional datang kesini. Misalnya, Kelana Wisata dari Himpunan Mahasiswa Pariwisata UGM. Yuk ikuti perjalanannya.

*

Desa Wisata Nglanggeran menjadi jujukan kami karena punya banyak keunikan. Selain mudah dijangkau dengan transportasi umum maupun pribadi, kamu bisa datang ke Desa Wisata Nglanggeran dalam jangka waktu 30-45 menit. Salah satu yang menjadi daya tarik Desa Wisata Nglanggeran adalah Gunung Api Purba. Gunung setinggi 800 meter ini udah nggak aktif lagi dan aman buat pendakian. Ga tinggi-tinggi amat, yang bukan anak gunung juga bisa kok! Gunung ini terbagi menjadi dua; bagian barat dan timur. Puncak tertingginya ada di bagian timur, pemandangannya bagus banget!

Dari sini kalian bisa melihat keseluruhan Desa Nglanggeran apalagi sambil ngeliat sunset atau sunrise. Namun sayangnya, buat ke puncak timur agak susah karna jalan yang belum di aspal dan berkelok-kelok. Karena pada awalnya, kita mau berkunjung ke Kampung Pitu tapi malah nyasar kesini. Hehehe. Jadi kudu hati-hati. Ada mitos yang cukup terkenal di gunung purba ini, konon katanya ada harimau putih yang mendiami sekeliling gunung.

Eh, ada monyet juga loh! Namun, menurut pengakuan warga jarang ada yang melihat. Katanya sih, Cuma orang-orang yang jujur dan bersih aja. Kalau kami kemarin penasaran sama Tlogo Wungu, karena lokasi nya yang ghaib dan hanya bisa orang tertentu aja. Karena sejujurnya, banyak tempat-tempat yang belum tersentuh oleh manusia biasa di Nglanggeran ini.

Udara yang dingin dipadu pemandangan yang epik, bikin betah lama-lama disini (foto: dok pribadi)

Setelah itu, kami mampir ke Embung diatas saat siang-siang sambil duduk di rumah pohon! Buat tiketnya sendiri udah jadi satu sama Gunung Api Purba. Cuma Rp15.000 aja! Embung ini buatan warga yang fungsinya untuk pengairan. Warna airnya biru kehijauan terpancar sinar matahari. Untuk sampai kesini, kita harus menaiki puluhan anak tangga.

Cukup lelah memang, tapi rasa lelah bakal terbayarkan setelah ngeliat embung ini dan berteduh dibawah rumah pohon. Dari atas sini, kita bisa melihat pemandangan batu raksasa yang membentuk Gunung Nglanggeran. Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati senja disini.  Diatas embung juga ada warung kecil yang menuual makanan dan minuman. Jadi ngga perlu kuatir kalau kelaparan.

Sebelum pulang, jangan lupa buat beli oleh-oleh khas Nglanggeran. Ada banyak produk olahan asli warga sini. Paling recommended adalah cokelat. Baik minuman cokelat maupun cokelat batangan. Buat dark chocolate sendiri kandungannya 65% tapi harganya terjangkau banget! Selain itu ada juga susu Kambing Etawa, yang jadi ciri khas Nglanggeran.

Kalau satu hari dirasa belum cukup, kalian bisa menginap di homestay warga sekitar. Jangan kaget, ya! Disin belum ada hotel ataupun villa. Semua penginapan dan tempat-tempat wisata diurus oleh warga sekitar. Mereka bergotong-royong membangun desa ini menjadi sebuah Desa Wisata hingga terdengar oleh wisatawan mancanegara. Maju terus pariwisata Indonesia!

*

Written by: Ivana Chrisnauli R.

Edited by: Rafika Yahya

Share
RELATED ARTICLES
Create Your Own Article!