Ibadah jadi cara kita untuk mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa. Pernah dengar istilah alam pun ikut berdzikir padaNya? Well, nggak cuma alam semesta, tapi juga mahluk nggak kasat mata. Nggak cuma dzikir, mereka pun juga sering mengajarkan hal baru pada kita. Begini ceritanya …

Sebagai mahasiswa perantau, tidur di kosan sendirian tiap hari kadang bikin bosan. Solusinya, aku 'mengungsi' ke kontrakan kawanku yang ditinggali bersama 5-7 orang lainnya. Selain rame, rasanya nggak sedih karena sendirian melakukan berbagai kegiatan.

Pagi itu pun aku dijemput oleh salah satu kawanku. Sambil membawa perbekalan, di jalan kami membicarakan banyak hal. Salah satunya adalah film horror bertema agama yang baru saja rilis di bioskop-bioskop Indonesia. Yang kami highlight adalah bagaimana jin benar-benar menjalankan perannya sebagai pengganggu manusia.

Aku jadi ingat cerita waktu aku masih ada di pondok pesantren. Waktu itu, aku dan kawan-kawanku pulang dari masjid menuju asrama. Kami waktu itu berlima dan posisinya sejajar. Namanya juga pondok, sawah pun masih asri. Kalau pagi sih rasanya sejuk. Tapi kalau malam, haduuh rasanya mencekam banget. Apalagi saat itu, batas antara wilayah asrama dan sawah adalah pohon bambu.

Sambil perang sarung, kami pun ketawa-ketawa. Padahal tujuan kami ngobrol dan tertawa keras-keras adalah untuk mengusir rasa takut sekaligus mengusir mereka yang punya kehendak mengganggu kami. Nyatanya, sikap kami malah bikin mereka terganggu.

Bulu kuduk kami pun meremang. Ditambah lagi suara-suara yang mendadak hening. Kata orang ketika semesta berubah diam, ada mereka yang datang dan hendak menyapa. Benar saja, baru beberapa langkah kami berjalan, di hadapan kami ada sosok yang menggelinding. Bentuknya bundar seperti bola. Tapi berambut dan menggelinding ke arah kami. Awalnya Ia jauh, dari kegelapan terlihat menggelinding dan terus mendekat ke arah kami hingga berhenti tepat di sarung kami yang menjuntai ke bawah. Astaga, matanya melotot seolah marah ke-arah kami.

 

Otomatis kami pun lari tunggang langgang menghindarinya. Bukannya diam, sosok itu masih saja bergerak mendekati kami. Suasana makin horror ketika sosok itu mendekat dengan cara menggelinding cepat, terus dan terus mendekat. Kami bubar seketika, ada yang ke arah utara, barat, hingga kawanku yang super ketakutan malah berlari ke arah sosok itu.

kira-kira wajahnya seperti ini (pic: pinterest)

Tiap kali ingat kejadian itu, rasanya aku jadi makin memahami kalau jangan semaunya sendiri di tempat baru, atau tempat yang sepi. Karena bisa saja mereka nggak suka dengan apa yang kita lakukan. Kini aku menghela napas panjang dan berharap kejadian itu nggak pernah lagi aku alami.

Tanpa tahu beberapa jam berikutnya aku akan disapa oleh mahluk baru.

Bersambung ...

Share
Create Your Own Article!