Zetizen.com - Sistem zonasi yang diterapkan untuk PPDB tahun ini ternyata banyak menimbulkan pro kontra nih. Peraturan yang dibuat oleh pemerintah ini, tentunya udah melalui pertimbangan yang cukup serius. Jadi mau nggak mau kita emang harus menerima dengan lapang dada peraturan tersebut. Sebenernya, apa sih yang bakal kalau sistem zonasi diberlakukan?

Tingkat Persaingan Siswa Bakal Menurun

(foto:Pinterest)

Dampak yang bakal muncul dengan adanya sistem zonasi ini adalah siswa bakal cenderung malas untuk berkompetisi. Bahkan beberapa murid menganggap bahwa faktor untuk masuk ke sekolah impian nggak butuh lagi nilai yang bagus melainkan tempat tinggal. Perasaan kecewa ini bahkan bisa berpengaruh ke mood belajar loh.

Zetizen sudah melacak beberapa kekecewaan ini di sosial media. Salah satunya yang ditulis oleh Zulfan, alumni SMAN 1 Sidoarjo di linimasa sosmed Line miliknya. Ia menulis;

Dulu smanisku di dapat dengan susah payah,
belajar setiap waktu,
tahajjud setiap malam,
berangkat bimbel di tengah terik matahari,
dan lain sebagainya

Sekarang jika rumahmu dekat, kamu bisa dapatkan smanisku dulu
Terasa tak adil memang,
Namun biarlah, toh aku juga sudah alumni di sana,"


Seolah-olah Keinginan Dibatasi

(foto:Pinterest)

Buat mereka yang udah mengimpi-impikan masuk ke sekolah favorit, adanya sistem zonasi ini bakal jadi faktor penghalang baru. Jarak domisili ini bakal membatasi keinginan siswa yang jumlah nilainya justru lebih tinggi. Dan pilihan sekolah siswa juga bakal lebih sempit.

Sistem ini secara nggak langsung memaksa siswa untuk masuk ke sekolah yang sudah dipastikan akan didapatkan olehnya. Alhasil, nggak ada keinginan atau mimpi yang muncul. Tanpa mimpi, bisa dipastikan semangat juang jadi berkurang.


Putri- Putri Daerah Merasa Direpotkan

(foto:Pinterest)

Sistem zonasi mungkin akan sukses dilaksanakan ketika jumlah sekolah di Indonesia sudah merata. Buat mereka yang tinggal di daerah pinggiran dan belum terdapat sekolah di daerah tersebut, sistem ini bakal merepotkan. Dan nggak bisa dipungkiri, bakal banyak oknum yang berusaha buat memanipulasi domisilinya supaya bisa diterima di sekolah yang ia mau.

Psst, hingga kini gosipnya saja banyak pihak yang sudah menawarkan KK dan surat domisili palsu, loh.


Lalu Lintas Nggak Begitu Padat


Walaupun keliatannya sistem zonasi ini banyak banget sisi negatifnya, tapi tentunya pemerintah udah memikirkannya dengan sangat baik dan bijak. So, kalau dilihat lebih lanjut, ternyata masih banyak kok dampak positif yang bisa kita ambil dari sistem ini. Salah satunya adalah karena rumah peserta didik dengan sekolah lebih dekat, penggunaan kendaraan bermotor pun lebih berkurang. Alhasil, lalu lintas nggak begitu padat. Lingkungan pun makin bersih.


Nggak Ada Lagi Sekolah Favorit

(foto:Pinterest)

Salah satu tujuan sistem zonasi ini adalah untuk memeratakan sistem pendidikan di Indonesia. Otomatis nggak akan ada lagi istilah sekolah favorit yang akan diperebutkan. Dampak yang akan timbul ini juga bakal mendorong sekolah yang sebelumnya punya embel-embel kurang favorit untuk lebih meningkatkan kualitas muridnya dan peningkatan sarana dan prasarana. Jadi, nggak ada lagi kasus diskriminasi antar sekolah ya.


Bakal Ada Sistem Pembelajaran Baru

(foto:Pinterest)

Sebelum adanya zonasi, sekolah favorit emang di dominasi oleh siswa yang punya kemampuan lebih di bandingkan dengan sekolah lainnya. So, dalam satu sekolah kamu mungkin akan mendapatkan metode pembelajaran yang sama, sehingga mereka yang lebih lamban dalam menerima pelajaran bakal kesusahan. Dengan adanya sistem baru, otomatis nggak ada lagi pengelompokan siswa yang lebih pintar maupun sebaliknya. Kemungkinan besar, pemerintah akan menghadirkan sistem pembelajaran baru yang justru bakal mempermudah semua murid untuk menerima pelajaran.


Bisa Meminimalisir Keterlambatan dan Pelanggaran Lalu Lintas

(foto:Pinterest)

Udah pada tahu don kalau ciri-ciri orang sukses itu adalah mereka yang disiplin sama waktu? Nah dengan adanya sistem zonasi, siswa nggak akan bisa alasan lagi untuk terlambat ke sekolah. Selain belajar lebih disiplin, jarak rumah yang dekat dengan sekolah juga bakal memudahkan siswa untuk berangkat tanpa memikirkan transportasi lagi. Jadi, nggak bisa nyolong-nyolong buat bawa motor sendiri lagi karena alasan rumah jauh ya. Hihi.

Kesuksesan seseorang nggak melulu tentang dimana sekolahnya kok. Buat kamu yang merasa kecewa karena nggak bisa masuk sekolah impian karena sistem zonasi jangan patah semangat ya. Selalu banyak jalan menuju Roma.

*

Penulis: Nurmelia Chandra

Editor: Rafika Yahya




Share
Create Your Own Article!