zetizen.com - SMK Bisa! Slogan ini memang nggak pernah bosan didengungkan oleh anak-anak SMK. Nggak terkecuali buat Fitria Noor Aisyah, Farah Aurellia Majid, dan Fiya Triyani. Fitria Noor Aisyah dan Farah Aurellia Majid sang Fashion Designer asal SMK NU Banat dan Fiya Triyani sang MUA asal SMK PGRI 1 Mejobo ini sudah berhasil mewakili Indonesia sebagai salah satu peserta "La Mode" Sur La Seine à Paris. Penasaran seperti apa keseruan yang mereka dapatkan disana?

Z: Hai, semua! Ceritain dong gimana awalnya sampai kalian terpilih jadi perwakilan buat ke Paris!

(foto:Dok. Pribadi)

Farah: Jadi, awal mulanya ada seleksi dari sekolah. Terus, alhamdulilah, saya dan teman saya, Fitria, yang terpilih. Mungkin alasannya karena prestasi dan partisipasi untuk sekolah. Jadi, terpilihlah kami berdua.

Fiya: Awalnya ya di seleksi dari ekstrakurikuler make-up. Setelah selesai nge-make up dan di foto, ternyata saya dan teman saya dipilih oleh guru untuk diberangkatkan ke Paris. Kebetulan ini program Djarum Foundation dan yang terpilih harus orang Kudus asli. Awalnya nggak nyangka bisa berangkat ke Paris dan yang pasti seneng banget.

Fitria: Awalnya ada seleksi antara 3 adik kelas dan 3 dari angkatanku. Kita di sekolah memang diseleksi atas dasar kemampuan di bidang fashion. Nah, selama beberapa hari, saya di kontak sama kepala sekolah kalau saya dan Farah bakal berangkat ke Paris. Habis itu kita langsung buat paspor, visa, dan lain-lain. Disela-sela itu, nggak mungkin kan, kalau kita ke Paris nggak bawa apa-apa? Nah, akhirnya kita mempersiapkan koleksi Zelmira, brand dari SMK NU Banat sendiri, untuk dibawa ke Paris dan launching koleksi terbaru. Yah, seketika nggak nyangka sih, sampai sekarang pun begitu. Kayak nggak percaya kalau sudah sampai Paris. Bangga bisa jadi perwakilan sekolah.


Z: Wah, terus waktu sudah sampai sana, kalian ngapain aja nih?

Aksi Model dengan Karya Anak Bangsa (foto:Dok. Pribadi)

Farah: Sesampainya kami disana, pertamanya kita ke museum textil di Calais. Nah, sekalian kita photoshoot bareng model pakai desain fashion kita disana. Setelah itu, baru di hari-H ada show event di "La Mode" Sur La Seine à Paris. Setelah event itu, jalan-jalan deh. Sempat mampir ke Belanda dan Belgia juga, lho.

Fiya: Kegiatannya yang pasti make-up, terus pengambilan foto model-model dengan baju yang didesain langsung sama anak Banat. Terus, kita juga dapet 'gratisan' buat jalan-jalan di Paris, Belgia, juga Belanda. Oh ya, pertama kali nge-make up-in bule-bule ini awalnya sih gemetar, tapi lama-lama terbiasa juga. Hihihi.

Fitria: Sesampainya disana, kita langsung mempersiapkan baju dan lain-lain untuk dipakai di Fashion show dan di photoshoot. Keesokan harinya, kita lihat-lihat suasana disana dan cek lokasi yang dipakai untuk acara. Acaranya sendiri ada di kapal pesiar di sungai Seine terus sekalian kita photoshoot baju koleksi kita di Eiffel seharian penuh. Besoknya, hari-H kita berangkat pagi-pagi biar bisa mempersiapkan baju yang mau dipakai untuk show, kita steam, dan cek model yang mau kita pakai. Acaranya berlangsung sampai malam dan kita langsung cepet-cepet check out buat langsung perjalanan ke Belanda dan Belgia.


Z: Keren, keren. By the way, dapet pelajaran apa aja nih, disana?

(foto:Dok. Pribadi)

Farah: Pelajaran yang bisa kita dapat banyak banget, nih. Mulai dari persiapan backstage sampai cara untuk berinteraksi dengan para model dalam mempersiapkan busana yang akan mereka pakai.

Fiya: Sebenernya yang kita dapetin lebih banyak ke arah pengalaman, sih. Bisa banyak kenal sama anggota-anggota grup Indonesian Fashion Chamber juga. Seru deh, pokoknya.

Fitria: Yang pasti, Pengalaman yang sangat berharga. Aku jadi tahu gimana sih, cara kerja yang baik dari masa produksi sampai kita publikasi ke seluruh dunia dan masih banyak yang lain.


Z: What now? Apa sih langkah kalian berikutnya setelah dapet pelajaran-pelajaran berharga di Paris?

Photo Session saat di Paris (foto:Dok. Pribadi)

Farah: Langkahku berikutnya, aku pingin memperdalam ilmu di bidang fashion, terutama untuk busana Haute Couture. Aku juga ingin berbagi pengalaman ketika di Paris ke temen-temen yang lain biar bisa menginspirasi juga.

Fiya: Pengen punya sanggar rias sendiri dan pastinya pingin jadi MUA yang terkenal. Yah, meskipun aslinya pingin kuliah, tapi karena biayanya nggak murah jadi mau kerja sedikit-sedikit dan ditabung untuk membangun sanggar rias sendiri.

Fitria: Saya mau menyalurkan ilmu-ilmu yang saya dapat ke teman-teman dan adik kelas saya sebagai inspirasi untuk kalangan anak-anak SMK, sih. Rencananya juga mau masuk sekolah fashion, tapi berhubung biayanya juga nggak murah, jadi mau cari pengalaman dulu sambil bekerja dan insya Allah bisa sambil sekolah nantinya.


Z: Mantap, didoakan yang terbaik, ya! Terakhir, ada nggak pesan yang mau kalian sampaikan buat anak-anak di luar sana yang kesusahan buat mendalami hobinya?

(foto:Dok. Pribadi)

Farah: Untuk anak Indonesia yang lain, jangan pernah berhenti untuk bermimpi setinggi mungkin. Tapi, juga perlu diimbangi dengan ikhtiar, doa dan tawakkal!

Fiya: Pesannya tetap semangat aja tentang apa yang kamu cita-citakan dan jangan mudah menyerah karena itu adalah kunci kesuksesan!

Fitria: Belajar terus dan terus mencoba. Jangan sampai putus asa, berdoa, dan ikhtiar!


Share
Create Your Own Article!