Zetizen.com - Jangan ngaku pecinta seafood kalau nggak tahu jenis-jenis kerang yang sering dikonsumsi. Seperti kerang hijau, darah, dan tiram. Ada juga beberapa jenis kerang yang biasanya sering kita temui dalam bentuk kerajinan. As we know kerang memiliki segudang manfaat dong, mulai dari daging hingga cangkangnya. Zetizen sudah merangkum beberapa jenis kerang yang lezat untuk dikonsumsi sekaligus cantik didaur ulang. Apa aja sih? Yuk simak!

Kerang Tiram


Kerang dengan nama ilmiah Hippopus pocellanus ini memiliki bentuk cangkang dengan garis-garis menonjol. Seperti sisik berwarna lebih terang, dengan ukuran 12cm, dan berwarna kuning pucat sedikit putih. Kerang ini hidup di terumbu karang berpasir, terdapat di perairan dangkal. Dulunya kerang ini sebagai makanan sampah dapur karena sangking melimpahnya. Gizi terkandung dalam kerang ini zink, zat besi, kalium, vitamin A, vitamin B12, asam amino, selenium, dan tentu omega 3 yang tinggi.

Protein yang terkandung dalam satu tiram bisa lebih dari 1gr protein. Ketika dimakan mentah ternyata lebih bernutrisi dan aman loh. Nggak usah takut amis karena cukup dengan perasan air lemon, kerang tiram sudah lezat dinikmati. FYI, kerang tiram yang masih hidup justru lebih segar daripada yang sudah mati. Kerang tiram juga bermanfaat sebagai penyembuhan luka, meningkatkan nafsu makan, mencegah anemia, dan manfaat lainnya. Nggak heran kalau kerang tiram tergolong makanan yang mewah karena dapat ditemukan di restoran berbintang lima seperti di Layar Seafood yang berada di jalan Manyar.


Kerang Darah


Berbeda dengan jenis lainnya, kerang darah tergolong jenis kerang yang sering dikonsumsi. Kerang yang memiliki ukuran 2cm-4cm ini berbentuk ellips dengan cangkang yang tebal berwarna putih atau sedikit kecoklatan. Dengan nama ilmiah Anadara granosa, kerang darah sering ditemukan di muara sungai berlumpur. Biasanya tinggal di antara perairan pasang tinggi dan surut. Alhasil, kerang darah bisa hidup di daratan yang tidak ada airnya. Salah satu jenis kerang yang memiliki harga yang terjangkau. Hayo, siapa yang sering makan olahan kerang darah di kantin atau di rumah?

Soalnya, kerang darah biasa dimasak sangat simple seperti kerang kecap. Kamu bisa menemui olahan kerang darah di warung pinggir jalan. Seperti “Sari Laut” di daerah Kapasan. Psst, tahu nggak sih kalau kerang darah punya gizi yang melimpah? Seperti protein yang tinggi, asam omega 3, vitamin A B C, kalsium, zink, dan banyak macam kandungan lainnya. Last but not least, kerang darah juga bermanfaat sebagai anti oksidan, men cegah anemia, kesehatan jantung, meningkatkan metabolisme tubuh, dan syaraf.


Kerang Hijau

(foto:pinterest)

Kerang dengan cangkang meruncing warna hijau dan campuran hitam ini punya panjang 5-8 cm. Dengan nama ilmiah Perna viridis, masyarakat menyebut Kerang Kijing. Kerang ini hidup di perairan wilayah pesisir seperti teluk dan mangrove, dengan hidup menempel pada kayu dan batu karang yang bergerombol. Ada juga yang hidup di perairan air tawar. Kamu bisa menemukannya di aliran sungai. FYI, gizi yang terdapat pada kerang ini juga sama dengan daging sapi, ayam, dan telur loh. Mengonsumsi 100 gr daging kerang sama dengan 100 kalori.

Bonusnya lagi, kamu bakalan dapat asam lemak omega 3 ketika makan kerang hijau. Manfaat lainnya, kerang ini baik untuk kesehatan, sepeti jantung, paru-paru, kulit, dan fungsi organ dalam lainnya. Pelopor pertama yang membuat kerang ini menjadi terkenal di Surabaya adalah rumah makan Kerang 9 Naga, yang ada di jalan Dinoyo Tangsi. Olahan kerang hijau ini biasanya memakai bumbu kuning dan saus padang. Untuk menu kreasi lainnya bisa dicoba seperti balado, asam manis, blackpaper, saus bangkok, dan saus tiram. Hmm, yummy!

*

Penulis: Ayu Fitri

Editor: Rafika Yahya


Share
Create Your Own Article!