zetizen.com- Perubahan cuaca dan suhu yang akhir-akhir ini dirasakan masyarakat Surabaya memang cukup mengagetkan, sebab kota Pahlawan ini terkenal dengan iklimnya yang hangat dan cuaca yang panas. Supaya kita nggak mudah terjangkit penyakit karena kaget dengan peralihan cuaca ini, yuk perhatikan hal-hal berikut ketika mulai merasakan perubahan suhu dan cuaca di daerahmu!

Perubahan Suhu Tiba-Tiba

(foto:uzone.id)

Surabaya jadi lebih dingin memang membuat kita lebih nyaman melakukan aktivitas dan nggak perlu khawatir kepanasan. Tapi, bukan berarti nggak ada dampak buruknya.  Perubahan suhu secara tiba-tiba, baik dingin atau panas, sama-sama  bikin kamu mudah terkena sakit kepala sampai menyebabkan migrain. Suhu dingin juga bisa menyebabkan asma, yang disebabkan radang karena reaksi saluran udara dengan udara dingin. Ini bisa terjadi karena udara dingin cenderung bikin sistem imun lemah kalau nggak dijaga.


Hembusan Angin Kencang

(foto:excavate.in)

Perubahan suhu di Surabaya yang lebih dingin dari biasanya ini justru menandakan kalau kita akan memasuki musim kemarau. Angin yang membawa hawa dingin yang kita rasakan sekarang ini dinamakan Angin Muson Timur. Angin yang berhembus dari arah Australia ini bisa membuat gelombang  yang cukup tinggi. Selain itu, kecepatannya yang tinggi juga bisa membuat potensi kebakaran semakin besar. Jadi, yang mau liburan ke pantai atau rumahnya dekat pantai lebih berhati-hati ya!


Potensi Kekeringan

(foto:pomidor.com)

Suhu udara dingin Surabaya disebabkan oleh angin yang sifatnya cenderung kering. Berbeda dari musim hujan yang hawa dinginnya berasal dari banyaknya air,  angin dingin yang kering ini menandakan rendahnya kandungan air. Karena itu Surabaya dingin bukan berarti air PDAM bakal lancar seperti biasanya karena  mulai masuk musim kemarau. Tapi, jangan karena hawa Surabaya dingin dan air jadi terbatas kalian jadi malas mandi loh, ya!


Mudahnya Penularan Virus dan penyakit

(foto:Pinterest)

Nggak hanya udara dingin saja yang bisa berdampak langsung bisa bikin kamu sakit kalo nggak jaga kesehatan. Dalam suhu dingin virus juga berkembang biak dengan cepat lho. Apalagi kalau kamu sistem imun lemah, kamu akan terserang penyakit ringan seperti Dehidrasi, Flu dan pilek. Sampai penyakit yang membutuhkan penanganan khusus seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).


Masih banyak Polusi Udara

(foto:healthline.com)

Aktivitas yang berlangsung di luar ruangan memang lebih rawan terkena polusi udara. Meskipun Surabaya nggak panas, kalian juga tetap  dianjurkan memakai masker. Selain menghindari asap kendaraan yang selalu ada, angin dan udara dingin yang kering tetap membawa lebih banyak debu dibandingkan musim hujan. Suhu nggak akan mempengaruhi jumlah polusi dan debu yang bikin kamu sakit, yang membedakan hanya perubahan hawa dan udaranya saja.

So, stay healthy and fit ya guys!


Share
Create Your Own Article!