PERNAH nggak kamu nonton film action, terus pas bagian kelahi gerakannya kelihatan nyata banget? Padahal, kamu pasti tahu itu udah setting-an. Nah, di situlah peran penting fight choreographer yang mendesain setiap pukulan, tendangan, dan bantingan agar kesannya beneran dan ’enak dilihat mata’. Salah satu fight choreographer kebanggaan Indonesia adalah Yayan Ruhian. Dia telah ikut terlibat dalam film action, baik dalam negeri maupun luar negeri. Simak QnA bersama mereka, yuk!

Gimana ceritanya bisa jadi fight choreographer?

Awalnya, waktu itu kerja sama dengan Gareth Evans di film Merantau. Nah, setelah itu, Gareth nyiptain satu karakter yang katanya cocok sama saya untuk film dia selanjutnya, The Raid. Dari situ mulai dikasih kesempatan buat ikut bikin fighting choreo bareng dia.

Persiapan buat bikin satu adegan fighting itu biasanya berapa lama?

Relatif sih, ya. Kadang satu scene aja, dari buat sampai bikin videoboard, bisa sampai tiga bulan. Tapi, ada juga yang bikinnya on the spot. Soalnya ngikutin director juga maunya gimana.

Tantangan waktu bikin fighting choreography itu apa sih?

Saya harus menyesuaikan dengan talent, apalagi talent yang nggak punya dasar bela diri apa pun. Kalau udah punya dasar bela diri, enak, nanti koreonya bisa disesuaikan sama teknik-teknik yang udah dikuasain sama talent.

Gimana caranya bikin koreo kelahi yang ’enak dilihat mata’ atau beda kayak kelahi-kelahi biasa?

Dasarnya, kelahi di film sama di jalanan sama aja, hahaha. Ada unsur mukul, tendang, sama banting. Bahkan, nggak jarang juga pas syuting kena beneran. Bedanya, mungkin kalau di film, harus memperhitungkan timing sama angle kamera.Irvan: Pertama, basic bela diri yang kita miliki harus matang, setelah matang, bagaimana kita membuat sebuah adegan yang berbeda dengan film action lainnya. Kita harus berani membuat adegan yang unik, menarik, dan berbeda. Kita juga memiliki formula bagaimana enak dilihat secara visual, membuat orang tegang, dan takut sampai ending-nya membuat penonton suka dengan scene fight yang kita buat.

Kalau boleh tahu, proyek kerja selanjutnya apa nih?

Wah, kalau itu, mohon maaf, belum bisa ngasih tahu saya. Kita lihat aja nanti ya.

Share
RELATED ARTICLES
Create Your Own Article!