zetizen.com- Gerakan mencintai lingkungan sekarang ini nggak terbatas sekadar menanam pohon atau  gerakan reuse barang. Banyak banget upaya inovatif yang sudah mulai dilakukan sekarang ini, diantaranya menciptakan inovasi barang yang  memang dipersiapkan untuk dapat didaur ulang. Produk fashion seperti sepatu juga nggak luput dari gerakan ramah lingkungan, loh ! bahkan beberapa produsen sepatu ramah lingkungan ini berasal dari brand internasional dan lokal. Penasaran? Check out these  list!

Converse

Converse Renew Canvas (foto:buro243.sg)

“Life’s too short to waste” -Converse.

Mendaur ulang sampah plastik jadi pilihan Converse untuk mendukung gerakan mencintai lingkungan. Tahun ini brand yang terkenal dengan modelnya yang khas dan nggak banyak berubah ini memperkenalkan Converse Renew Canvas. Memiliki dua seri yaitu Chuck Taylor All Stars dan Chuck 70, Converse menggunakan benang polyester yang merupakan bahan daur ulang dari botol plastik untuk bagian upper. Mereka mengklaim bahwa bahan polyester ini telah dirancang serupa dengan kanvas katun, bahan yang biasa digunakan untuk membuat Chuck Taylor. Selain bagian upper, tali, dan jahitan bintang dan tulisan Converse juga terbuat dari bahan yang sama.

Brand favorit ini meluncurkan Converse Renew Canvas dengan pilihan warna yang dekat dengan tema lingkungan, yaitu : Moss Green, Ozone Blue, Wheat, Pale Putty, Black dan Jade Stone. Seri ini sudah relese di situs resmi Converse dan baru akan masuk ke Indonesia pada akhir Juli 2019 ini. Varian baru Renew Canvas Denim dan Renew Canvas By You dalam situs resmi Converse masih akan tersedia sekitar bulan Agustus besok! Siapa nih yang nggak sabar punya?


Adidas

Adidas Future Craft Loop (foto:Pinterest)

Bukan hal baru bagi Adidas menciptakan sepatu yang  ramah lingkungan. Sebut saja seri Ultraboost Parley dan Ultraboost X Parley yang limited edition pada tahun 2015 lalu. Sepatu Ultraboost itu terbuat dari 85% Parley Ocean Plastic yang kemudian dibentuk menjadi benang filamen . Tidak hanya itu, Adidas juga pernah merilis  seri klasik Stand Smith X Stella McCartney  yang mengusung Vegan Shoes ( sepatu tanpa menggunakan bulu dan kulit hewan) pada 2018.

Tahun ini melalui Adidas Future Craft.Loop, brand ini memperkenalkan konsep “Made to be Remade”. Tujuannya adalah membuat sepatu yang bisa terus digunakan berulang kali. Bagaimana Adidas membuatnya? Kembali bekerjasama dengan Parley, Future Craft Loop terbuat dari Up-cycled Marine Plastic Waste. Sepatu lari berwarna putih ini di klaim Adidas dapat 100 % di daur ulang dan tetap memiliki performa yang tinggi saat digunakan. Material daur ulang dapat dipintal menjadi benang, di rajut, dan di satukan kembali ke boost menggunakan teknologi SpeedFactory. Adidas dalam situs resminya mengatakan produksi sepatu ini akan di lakukan tahun ini, namun perilisan resmi masih akan ditargetkan pada musim semi 2021. Wah, masuk wish list dulu aja ya !


Reebok

Rebook Cotton + Corn (foto:hpyebeast.com)

“Plant based shoe”

Reebok mencoba mengambil jalan berbeda untuk menunjukkan dukungannya terhadap lingkungan hidup. Yup! sepatu  yang menggunakan bahan dasar dari tanaman, tepatnya bahan yang mereka sebut New Cotton + Corn initative. Produsen sepatu ini menyebut ingin ‘membersihkan’ seluruh siklus pembuatan sepatu, dari bahan apa yang digunakan sepatu sampai di mana sepatu akan berakhir. Berbasis bio, upper shoe akan terbuat dari kapas organik dan bagian solnya akan berbahan dasar serat jagung.

Sepatu ini nantinya akan dapat dijadikan kompos sebagaimana benda berbahan dasar organik lainnya. Tak hanya sampai di situ, kompos dari sepatu itu direncanakan dapat digunakan untuk menumbuhkan bahan yang sama untuk membuat sepatu yang baru.  Reebok meluncurkan seri NPC UK Cotton + Corn ini dengan empat warna yaitu, Chalk, Blue Slate, Lavender Luck dan Industrial Green. Well, buat pencinta lingkungan nggak lagi perlu memikirkan nasib sepatu yang kamu buang akan jadi sampah.


Veja

Veja v-10 Sneakers in colourbox (foto:Pinterest)

Sepatu buatan Brazil ini banyak diberitakan media karena pernah di pakai Megan Markle saat kunjungan di Sydney, Australia. Sneakers ini menggunakan konsep Vegan Shoes Sporty. Berbahan 70% kapas organik dan 30% recycled polyester untuk bagian uppernya.  Bagian panel terbuat dari Vegan Suede, logo V dari karet, lapisan jerseynya dari daur ulang polyester serta in sole-nya terbuat dari 25% karet tumbuhan liar dan bahan sintetis. Karet tumbuhan itu dinamakan Eva. Meskipun berbahan dasar natural, Veja menghadirkan banyak pilihan warna dasar upper yang cenderung lebih bervariasi, seperti hitam, coklat kuning, pastel, merah, merah muda, putih, dan biru.


Pijak Bumi

(foto:instagram @pijakbumi)

Made in Indonesia based on Bandung! Merek Sepatu dengan nama unik ini fokus kepada meminimalisir limbah kimia sepatu kulit. Pijak Bumi mengusung bahan kulit sapi natural yang disamak dengan ekstrak tumbuhan non bahan kimia seperti sepatu kulit umumnya. Bahan yang ramah lingkungan ini berasal dari tanaman kenaf dan serat kelapa yang kemudian diproses menjadi benang-benang.  Karena penggunaan bahan alami, sepatu ini memiliki keunikan tersendiri.  Warna sepatu ini akan berubah secara alami seiring waktu. Nggak hanya itu, sol yang digunakan juga menggunakan bahan recycle, seperti ban bekas dan latex. Proses jahit yang bekerja sama dengan perajin lokal juga hanya menggunakan mesin jahit biasa, tidak bermesin. Itu sebabnya sepatu ini tidak banyak memperlihatkan bagian jahitan namun juga menunjukkan kesan klasik, timeless, minimalis dengan gaya Skandinavia dan Jepang menjadi ciri yang khas dari Pijak Bumi.

 


Share
RELATED ARTICLES
Create Your Own Article!