zetizen.com - Pernah gak sih, ngalamin terjebak dalam toxic relationship? Suatu hubungan yang mulai tidak sehat karena ada salah satu pihak yang semaunya sendiri. Kamu juga perlu waspada kalau kamu merasa hubunganmu mulai nggak sehat. Antara pasanganmu yang toxic, atau malah kamunya? Hmm, coba kamu baca deh, tanda-tanda toxic relationship di bawah ini!

Sering Curiga

(foto:Power of Positivity)

Dulu saling percaya satu sama lain, seiring berjalannya waktu, hubungan makin berbeda. Tanda awalnya meminta password salah satu sosial media seperti Instagram, lalu di-duplicate pada smartphone-nya agar dia tau kamu sedang berinteraksi dengan siapa saja. Serem sih, kalau sampai isi direct message kita dijadiin bahan gosipan doi bareng temen-temennya.


Posesif

(foto:Pinterest)

Si pacar jadi suka ngelarang nggak boleh ini itu dan akhirnya kamu nggak bisa jadi diri kamu sendiri. Bikin ngeselin lagi, kalau misalnya sudah nggak boleh bertaman dengan lawan jenis. Kalau sudah sampai di kasus seperti ini, pasangan mulai sering marah dan cemburuan. Apalagi sudah melakukan kesalahan sedikit saja, ngomelnya bisa panjang. Pusing nggak tuh, rasanya?


Makin Banyak Maunya

(foto:Marriage)

Dari keinginan pasangan kalian yang banyak maunya juga jadi racun dalam hubungan, lho! Misal pasanganmu membutuhan sesuatu lalu kamu bantu dengan sepenuh hati. Sebaliknya, ketika kamu butuh dia, dia malah menghilang tanpa ada kabar atau sering membuat alasan. Tipe yang seperti ini kelihatan punya sifat egois yang tinggi dan tidak mau mengalah. Akhirnya, pasangannya yang lain bakal lebih sering mengalah sampai suatu saat merasa jenuh. Hati-hati, gaes!


Komunikasi Berlebihan

(foto:VisiHow)

Saling memberi kabar itu penting, tapi ada yang bikin nggak nyaman banget ketika harus ngasih kabar setiap saat. Bayangin aja pas lagi hangout atau sibuk, harus terganggu sama pacar yang tiba-tiba calling atau minta video call mendadak. Padahal cuma ditinggal beberapa saat aja sudah nyari seperti udah lama banget nggak kasih kabar. Lebih parah lagi, kalau doi sampai menghubungi orang terdekat seperti keluarga atau teman. Ngalah-ngalahin debt collector!


Putus Nggak Ya?

(foto:Viu)

Jika kamu berada di persimpangan jalan dan sempat mikir buat "lanjut atau putus", well, hampir dapat dipastikan hubunganmu makin memburuk dan kamu tetap perlu berpikir tentang kebahagiaan dari dirimu sendiri. Lebih baik saling ngobrol tentang masalah yang selama ini kamu hadapi agar menemukan solusi. Masalah lanjut atau tidaknya, nanti akan ada jawabannya setelah saling berbicara apa yang sedang terjadi. So, jangan galau berkepanjangan, ya!

Editor: Kevin Christian


Share
Create Your Own Article!