Zetizen.com - Setiap event olahraga pasti memiliki cerita tersendiri, baik itu cerita baik maupun buruk, salah satunya mengenai “kutukan”. Pada dasarnya, kutukan memang identik dengan hal-hal magis nan menyeramkan yang berhubungan dengan pantangan dari para leluhur. Namun, percaya tak percaya, nyatanya kutukan juga berlaku bagi atlet dari olahraga paling populer di Indonesia pada beberapa kejuaraan badminton loh. Wah, semenyeramkan apa ya kutukan mereka?

 

Sumber: instagram.com/badminton.ina

 Indonesia Open Tak Bersahabat bagi Para Legend

sumber: instagram.com/badmintalk

Sebut saja Lin Dan dengan dua medali emas Olimpiade dan lima kali juara dunia, serta Chen Long dan Carolina Marin dengan emas Olimpiade Rio dan dua kali juara dunia. Meskipun sudah melalang buana dan menyabet gelar juara di berbagai event bulutangkis level rendah hingga major event, nyatanya para legendaris yang berasal dari China dan Spanyol ini tak pernah menaiki podium tertinggi dari kejuaraan tahunan bintang enam dengan price money US$1.250.000 ini loh. Hmm, sepertinya mereka harus berjuang terus untuk mematahkan kutukan itu yaa.

Lee Chong Wei yang Anti Chen Long dan Lin Dan

sumber: instagram.com/@leechongweiofficial

Yap, jika Chen Long dan Lin Dan yang seakan dikutuk oleh Indonesia Open, ternyata mereka malah menjadi kutukan bagi Lee Chong Wei. Pebulutangkis asal Malaysia yang baru saja mengumumkan pensiunnya ini sangat anti terhadap rekan senagkatannya itu. Tercatat bahwa ia gagal juara dunia 4 kali beruntun melawan Lin Dan dan Chen Long serta kegagalannya di final Olimpiade Rio 2016. Saat melawan Chen Long juga menambah catatan kutukannya sebanyak 3 kali secara beruntun pada pesta olahraga tertinggi itu.

Kutukan 7 Turunan Men Doubles Malaysia di All England

sumber: bwfbadminton

Tercatat hingga All England 2019, sektor ganda putra Malaysia masih belum bisa mengakhiri kutukan gelarnya. Yap, sudah 12 tahun lamanya ganda putra Malaysia tak berhasil mencapai podium tertinggi di kejuaraan badminton tertua itu. Hingga saat ini, ganda putra Malaysia yang pernah mencicipi gelar All England hanya sebanyak tujuh pasangan. Oleh karenanya, banyak yang menggadang-gadang bahwa gelar sektor ganda putra Malaysia di kejuaraan All England itu dikutuk untuk pasangan ke-8.

Jonathan Christie Si Spesialis Major Event

 

Meskipun kutukan tersebut terdengar lebih bagus dibandingkan kutukan lainnya, namun tampaknya itu cukup mengganggu citra seorang Jojo loh. Nampaknya, mental dan keberuntungan seorang Jojo lebih baik di major event sebab ia telah meraih medali emas di ajang Sea Games dan Asian Games. Namun sayangnya, ia tercatat baru sekali menjuarai event BWF World Tour yakni New Zealand Open Super 300. By the way, semoga kita bisa melihat performa apik dan penambahan gelar major event dari pebulutangkis tampan Indonesia pada ajang Olimpiade Tokyo 2020 nanti yaa.

  1. P.V. Sindhu, Queen of Runner Up
sumber: instagram.com/pvsindhu1

Berbeda dengan Jojo, pebulutangkis asal India ini memiliki julukan menyedihkan sebagai ratu runner-up sebab ia telah gagal mencapai partai puncak sebanyak 9 kali. Hingga saat ini, ia kerap memperoleh gelar sebagai runner up di beberapa event superseries seperti Hong Kong Open 2017, BWF Super Series Finals 2017, India Open 2018, Thailand Open 2018, Indonesia Open 2019 hingga major event seperti Olimpiade Rio 2016, Commonwealth Games 2018, Kejuaraan Dunia 2018, dan Asian Games 2018.

 

Yap, itulah kutukan yang paling melegenda di dunia badminton hingga saat ini. Meskipun kutukan memang semacam hal yang tidak masuk di akal, namun nyatanya masih tak terpatahkan oleh beberapa pebulutangkis tersebut. Nah, bagaimana nih menurut kalian mengenai kutukan itu? Kalau kalian punya kutukan tersendiri juga gak?
*

Penulis: Devanny Soraya

Editor: Rafika Yahya

Share
Create Your Own Article!