zetizen.com - Sebentar lagi, aturan IMEI bakal dijalankan, nih! Dimana smartphone-smartphone palsu bakalan di-block dan tidak dapat digunakan. Waduh, sudah cek IMEI smartphone yang kamu punya? Atau malah lagi punya rencana beli smartphone baru? Biar nggak salah beli, mending kamu cari tahu dulu ada apa aja sih, jenis-jenis Smartphone yang ada di pasaran? Check it out!

Resmi

(foto:Pinterest)

Tenang! Banyak kok cara mengetahui smartphone yang kamu miliki atau akan kamu beli tergolong resmi apa nggak. Selain memiliki nomor IMEI, setiap smartphone resmi di pasaran pasti memiliki distributor resmi yang diakui oleh produsen brand smartphone.  Distributor resmi bisa berbeda tergantung masing-masing negara dan tentunya mereka telah memiliki izin resmi dari pemerintah untuk memasarkan smartphone. Smartphone resmi juga selalu memiliki garansi resmi dari produsen, sehingga jika rusak dapat langsung diperbaiki ke service center resmi. Contohnya, smartphone Acer yang bergaransi TAM dan BTPN.


Black Market

(foto:Unsplash)

Smartphone Black Market (BM) tidak membayar biaya cukai atau pajak. Jadi, harga jualnya bisa dibawah harga resmi yang biasanya. Saat kamu akan membeli smartphone jenis ini, kamu tidak akan diberi garansi resmi. Biasanya penjual akan mengatakan garansi yang ada merupakan garansi distributor. Saat Smartphone BM bermasalah, kamu hanya bisa mengajukan perbaikan ke pusat servis distributor. Eit, tapi bukan berarti smartphone ini selalu tergolong palsu ya!


Replika atau HDC

(foto:Unsplash)

Smartphone replika atau juga biasa disebut HDC (High Detailed Copy) bisa dipastikan sebagai smartphone palsu. Meskipun tampilan yang ada dibuat persis menyerupai smartphone asli, kamu bakal menemukan perbedaannya jika kamu teliti. Biasanya perbedaan fisik bisa ditemukan di box maupun smartphone. Harga yang ditawarkan juga jauh di bawah harga smartphone aslinya, bahkan sampai 50%. Saat Smartphone jenis ini rusak, kamu nggak akan bisa mengajukan perbaikan ke manapun, karena memang nggak ada garansi. So, hati-hati kalau kamu tergiur beli smartphone jenis ini karena harganya yang murah, ya!


Bekas

(foto:Pexels)

Untuk beberapa smartphone berkelas yang harganya memang mahal, smartphone second atau bekas masih banyak diminati. Smartphone second lebih rawan rusak karena jangka pemakaiannya sudah lama. Selain itu jika smartphone second rusak, untuk mengajukan klaim juga sulit, karena biasanya banyak smartphone jenis ini yang sudah melewati jangka waktu garansi. Kalau kamu beli smartphone jenis ini, kamu bisa dapat garansi dari toko, counter atau tempat tertentu di mana kamu membeli. Jangka waktunya juga bervariasi mulai dari sehari, tiga hari sampai seminggu.


Refurbished dan Rekondisi

(foto:Pexels)

Smartphone jenis Refurbished dan Rekondisi ini berbeda dengan smartphone bekas. Kedua jenis Smartphone ini merupakan hasil perbaikan, baik dari segi hardware maupun software. Istilah Smartphone refurbished sudah otomatis tergolong Smartphone resmi karena perbaikan dilakukan langsung melalui pihak service center resmi atau produsen. Apple sendiri telah menjual smartphone refurbished/pre-owned secara resmi dan legal sejak tahun 2017 dengan garansi resmi pula selama setahun. Tapi, tetap saja kualitasnya tidak setara dengan kualitas original.

Sedangkan smartphone Rekondisi diperbaiki oleh perorangan, pihak atau service tidak resmi. Hasil perbaikan tidak dapat terjamin kualitasnya. Sering kali fisik dari smartphone ini, seperti smartphone palsu/replika.

Editor: Kevin Christian


Share
RELATED ARTICLES
Create Your Own Article!