zetizen.com - Banyaknya kasus penyalahgunaan narkoba membuktikan kalau semua orang bisa saja mengambil jalan yang keliru saat menghadapi masalah. Nah, kegagalan menghadapi masalah ini sering kali menimbulkan stress dan tekanan hidup. Tapi, kalian tahu nggak sih, kalau ternyata ada jenis stress yang positif? Yuk, kenalan dengan Eustress!

Perbedaan Distress dan Eustress

(foto:Unsplash)

Yap, ternyata stress itu ada dua macam, guys! ada distress(stress negatif) dan eustress(stress positif). Perbedaan dasarnya adalah cara mengolah kejadian atau peristiwa yang sedang kamu alami. Jika kamu mengalami distress, kamu akan cenderung memiki perasaan takut, berat hati, dan punya keinginan untuk kabur dari masalah. Sebaliknya, dalam keadaan eustress, kamu justru akan merasa tertantang dan termotivasi dengan masalah atau sesuatu yang sedang kamu hadapi.


Berkaitan dengan Self Efficacy

(foto:Instagram @stephaniepoetri)

Jenis stress ini berhubungan dengan pandangan atau cara kamu menyikapi tekanan yang ada. Nah, self efficacy ini adalah penilaian yang dilakukan kepada diri sendiri dalam menghadapi masalah. Cara mengetahuinya adalah dengan cara tanya ke diri sendiri, "mampu nggak sih aku menyelesaikan masalah ini?" Kalau kamu merasa nggak yakin atau ragu-ragu bisa jadi kamu punya self efficacy rendah.


Ciri-ciri Mengalami Eustress

(foto:Instagram @bts.bighitofficial)

Saat mengalami eustress, kamu akan melakukan suatu hal dengan sungguh-sungguh. Ini terjadi karena kamu punya alasan yang kuat, misal keluarga. Ada beberapa ciri saat seseorang mengalami eustress. Pertama, kamu akan merasa lebih termotivasi. Kedua, performa meningkat, misalnya lebih cepat dalam menyelesaikan tugas. Dan yang terakhir, eustress biasanya terjadi hanya sebentar karena eustress bergantung pada momen yang sedang kamu hadapi.


Eustress Punya Banyak Manfaat

(foto:Instagram @shawnmendes)

Karena tergolong jenis stress yang positif, kamu bisa menggunakan eustress untuk memotivasi diri. Dengan cara itu, kamu bakal jadi lebih berani dan siap untuk menghadapi masalah. Kamu bakal bisa mengambil sisi baik atau pelajaran dari setiap masalah. Kamu akan terpacu untuk melakukan segala sesuatu dengan lebih bersungguh-sungguh sehingga kamu jadi tergugah untuk mempersiapkan hal dengan sebaik-baiknya. Contohnya, saat kamu akan menghadapi suatu olimpiade atau lomba.


Mengalihkan Distress Menjadi Eustress

(foto:instagram @taylorswift)

Nggak mudah memang untuk menghilangkan rasa cemas, takut dan perasaan negatif yang sedang kamu hadapi saat kamu sedang distress. Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah belajar untuk menguranginya. Kamu bisa coba latihan untuk memandang segala hal dengan cara yang lebih positif dan terbuka. Dengan mengubah pandangan menjadi lebih positif, kamu perlahan akan bisa memerangi rasa takut dan mengubahnya menjadi tantangan.

Editor: Kevin Christian


Share
Create Your Own Article!