Kalau kita biasa nonton film horror ala-ala pengusiran setan seperti semesta The Conjuring, kini Indonesia punya hantu lokalnya. Yap! Film Makmum yang dibintangi Tissa Biani ini membawa plot yang relatable dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Sesuai dengan namanya, film berdurasi 95 menit ini bercerita tentang teror yang terjadi ketika shalat.

Terornya pun nggak cuma sekedar ikut beribadah, tapi juga menghantui kehidupan sehari-hari. Tapi, menurut Zetizen film ini nggak begitu nakutin. Memasang Hadrah Daeng Ratu sebagai sutradara, film ini menggaet aktris senior Jajang C. Noer sebagai Bu Kinanti, Ali Syakieb sebagai Pak Ganda, Titi Kamal sebagai Rini, serta tiga aktris muda, Tissa Biani (Nurul), Bianca Hello (Nissa), dan Adilla Fitri (Putri).

Plot yang Gampang Ditebak

(foto:MDENTERTAINMENT)

Sebenarnya, orang Indonesia nih seneng banget kalau dikasih film horror yang relate sama kegiatan sehari-hari kita. Misalnya gini, dibandingkan film IT yang ada badut di selokan, orang-orang akan lebih ketakutan setengah mati waktu nonton Kuntilanak dengan gending dan soundtrack yang biasa kita dengar. Jadi, kemunculan film Makmum sebenarnya bisa menggalang banyak penonton. Apalagi film pendek dengan judul yang sama lebih dulu viral dan meraih beragam penghargaan.

Sayangnya, cerita yang mononton, jump scare yang bisa ditebak, hingga beberapa scene yang terasa konyol dan terlihat sama bikin film ini nggak memberikan after taste. Selama tiga puluh menit pertama, film ini benar-benar menjanjikan. Dibuka dengan Nurul (Tissa) yang hendak melaksanakan shalat tahajjud. Ia pun membangunkan Nissa (Bianca) untuk menemaninya shalat. Tapi apa daya Nissa yang benar-benar ngantuk, membuat Nurul harus shalat dengan hantu Makmum.

Kemudian, cerita berpindah pada Rini (Titi Kamal) yang bekerja sebagai perias jenazah. Kondisi ekonomi yang nggak baik akhirnya membuat Rini harus kembali ke asrama. Terlebih lagi Bu Kinanti (Jajang C. Noer) memintanya kembali untuk memberikan sebuah rahasia. Disinilah teror terasa makin intens. Mulai dari sosok yang muncul di dekat lemari hingga Putri (Adilla Fitri) yang terus menerus kesurupan.


Plagiat yang Terang-terangan

(foto:MDENTERTAINMENT)

Kita tentu ingat adegan di film The Conjuring 2 (2016) ketika Lorraine Warren (Vera Farmiga) bertemu dengan hantu Valak di lorong rumahnya. Dalam adegan itu, transisi kamera berubah miring disusul dengan kemunculan angin yang entah dari mana menghempaskan Lorraine. Nah, hal itu muncul lagi disini ketika Pak Ganda (Ali) bertemu dengan Hantu Makmum. Dengan konyolnya (dan dengan akting ketakutan yang sangat nggak kentara), Pak Ganda berteriak-teriak untuk meminta Makmum berhenti bertindak.

Quite same, right?

Di sisi lain, film ini seolah juga ingin meniru film Munafik (2016) dari negara tetangga. Film yang disebut-sebut sebagai horrornya umat Islam ini menampilkan adegan Ruqyah atau pembersihan roh jahat dari manusia dengan doa-doa. Nah, hal itu muncul lagi disini. Dengan efek suara super keras, teriakan yang nggak natural, dan doa-doa dilafalkan Pak Ustadz.


Pelafalan Doa yang Nggak Tepat

(foto:MDENTERTAINMENT)

Hadrah Daeng Ratu sepertinya nggak mau repot-repot membuat proses reading Al-Qur'an untuk para pemain. Terbukti dari pelafalan doa Ali Syakieb yang terkesan sekedar dibaca, bukan dilafalkan dan dimaknai dengan dalam. Sosok Pak Ustadz yang diperankan olehnya juga terbatas pada peci dan baju koko yang dikenakannya. Wibawa seorang petinggi agama sama sekali nggak terasa.


Jump Scare yang Gitu-gitu Aja

(foto:MDENTERTAINMENT)

Selayaknya film horror biasanya, jump scare tentu ada di hampir semua scene. Film-film horror yang lain biasanya menempatkan jump scare dengan epik. Misalnya seperti film The Shining (1980) yang memberikan jump scare dengan alunan musik. Sayangnya, jump scare di film Makmum benar-benar bisa ditebak. Musik yang hilang, suasana hening dan kesenyapan total bikin kita siap-siap menerima jump scare. Suara teriakan hantu ketika jump scare juga bakal ditampilkan berkali-kali. Alhasil, biasa aja rasanya.


Dialog yang Cringe

(foto:MDENTERTAINMENT)

“Put, kamu tidak apa-apa?”

Excuse me, kalau obrolan di atas terjadi di suasana santai sih nggak apa-apa ya. Tapi masalahnya, pertanyaan di atas dilontarkan di tengah teror. Jadinya cringe gitu. Belum lagi nih ya, selama film, obrolannya menggunakan bahasa baku yang terdengar sangat dipaksakan. Ya kali gitu, kita ngobrol sama teman pakai bahasa baku? Obrolan-obrolan ini juga dilontarkan dengan mimik muka dan akting yang sangat hambar. Aduuh, coba lagi di film lain, ya.


But, Makmum Bukan Sekedar FIlm Horror

(foto:MDENTERTAINMENT)

Meskipun begitu, Makmum berhasil menorehkan prestasi. Selain diputar serentak di 4 negara yakni Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura, film ini juga telah meraup keuntungan 1,8 juta ringgit atau setara dengan Rp6,13 miliar! Selain itu, sinematografi dan akting tiga aktris muda (Tissa-Bianca-Adilla) patut diacungi jempol.


Share
Create Your Own Article!