zetizen.com - Hayo, siapa yang sudah nonton Gundala di hari pertama? Film garapan Joko Anwar ini, memang sudah banyak ditunggu-tunggu oleh banyak orang sejak beberapa bulan yang lalu. Meski berdurasi 2 jam 3 menit, film ini dibalut dengan potongan cerita-cerita yang nggak kalah penting sekaligus sebagai pembuka Jagat Sinema BumilangitPenasaran? Baca dulu nih, review dari Zetizen!

(Foto: The Jakarta Post)

Sebagai permulaan dari Jagat Sinema Bumilangit, Gundala bisa dibilang memiliki tanggungan yang besar untuk menghantarkan cerita superhero yang lain ke dalam universe yang sama. Akhirnya, banyak karakter-karakter seperti Awang (Godam), Wulan (Merpati), dan Nani Wijaya (Sri Asih), yang dimunculkan dalam film ini. Hal ini juga menjadi faktor penyebab lambatnya plot dari film Gundala. Uniknya, pengenalan karakter-karakter ini juga ikut menjadi titik penting dalam pembentukan kisah Gundala sendiri.

(Foto: Twitter @jokoanwar)

Untuk penokohannya sendiri, spotlight bakal diarahkan ke Lukman Sardi. Berperan sebagai Ridwan Bahri, beliau duduk di kursi legislatif dan menjadi wakil rakyat yang selalu memikirkan apa mau rakyat. Ridwan Bahri muncul sebagai sosok 'Phil Coulson' dari film "Avengers" yang berani menentang hal-hal yang salah namun cerdik dalam bertindak. Di sisi lain, ada Faris Fadjar Munggaran yang mengikuti jejak sang ayah, Cecep Arif Rahman, dalam perannya sebagai Awang kecil. Kalau nonton dia di film ini, serasa melihat Cecep Arif Rahman sedang bertarung langsung, deh!

(Foto: YouTube Screenplay Films)

Waktu film Gundala muncul, nggak sedikit yang berekspektasi bahwa bakalan ada banyak efek-efek CGI dalam film ini. Nyatanya, petir-petir yang disambar(dan menyambar) Gundala pun, nggak terkesan terlalu lebay atau bahkan kelewat simpel untuk sebuah film superhero, but that's fine. Bekas luka bakar yang terdapat di muka Pengkor(Bront Palarae) juga terlihat kurang nyata. Meskipun begitu, detail untuk tokoh-tokoh yang lain sudah cukup baik. Bayangin aja, make up buat 1800 pemain, cuy!

(Foto: YouTube Screenplay Films)

Satu hal yang kurang dari film Gundala adalah banyaknya cerita-cerita pelengkap yang singkat sepanjang film. Entah untuk bigger plot di film Jagat Sinema Bumilangit berikutnya, hanya sebagai pelengkap storyline sekarang, atau bahkan easter eggs. Sayangnya, hal ini jadi memperlambat alur cerita Gundala hingga sampai ke bagian klimaksnya. Seperti yang sudah disebutkan di awal, Gundala memang punya tanggung jawab yang besar untuk membuka universe ini. Jadi, wajar kalau misal banyak cerita-cerita pelengkap yang muncul sepanjang film.

(Foto: YouTube Screenplay Films)

Gundala sudah tayang mulai hari Kamis (29/8) dan bisa kamu tonton di bioskop-bioskop kesayanganmu. Jangan lupa juga buat ajak orang-orang tersayang buat nemeni kamu nonton film ini. Buat kamu yang berencana buat nonton Gundala, jangan beranjak dari tempat duduk sampai post-credit scene-nya selesai, ya!

Zetizen Rating: 9/10

Share
Create Your Own Article!