Zetizen.com - Selamat jalan Eyang Habibie. Sosok Presiden Indonesia ke-3 ini bukan hanya dikenal dengan kontribusinya sebagai orang nomor satu di Indonesia, namun juga kiprahnya sebagai ilmuwan membanggakan. Untuk mengenang beliau, Zetizen sudah merangkum empat karya besar beliau.

 

Pesawat R80

(foto:zetizen.com)

Di tengah minimnya inovasi teknologi anak bangsa, pada tahun XXX xx, Eyang Habibie meluncurkan pesawat yang punya teknologi dan kecanggihan mumpuni. Lewat teknologi fly by wire, pesawat R80 menggunalan sinyal elektronik dalam memberikan perintah.

Uniknya, pesawat ini dibuat BJ Habibie di bawah rancangan PT Regio Aviasi Industri atau RAI. FYI, perusahaan ini didirikan bersama anak pertamanya, Ilham Akbar.


Desain Pesawat C-130 Hercules

(foto:tni-au-mil.id)

Nama Eyang Habibie selalu lekat dengan dunia aviasi. Hal itu juga ditunjukkan dengan keterlibatan beliau dalam desain pesawat angkut militer Transall C-130. Hingga kini, pesawat ini dikenal sebagai kendaraan yang mampu mengangkut logistik untuk pasukan militer di seluruh dunia.

Keunikan pesawat ini adalah karena kemampuannya lepas landas dari runway yang pendek, serta tugasnya yang multitasking. Pesawat ini mampu menjadi pemadam kebakaran, pengisian bahan bakar hingga ambulans di udara.


Pesawat N-250

(foto:Angger Bondan/Jawa Pos)

Diproduksi oleh Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) atau yang kini dikenal sebagai PT Dirgantara Indonesia, pesawat ini merupakan satu-satunya pesawat di dunia yang menggunakan teknologi fly by wire yang punya jam terbang 900 jam.

Nggak cuma memikirkan generasinya, Eyang Habibie ternyata sudah menyiapkan pesawat ini agar siap digunakan hingga 30 tahun ke depan. Sebagai pemimpin proyek, beliau membutuhkan waktu tiga tahun untuk menyelesaikan pesawat ini.


Teori Crack Progression Theory

(foto:bijb.co.id)

Ditemukan oleh Eyang Habibie, teori ini juga lazim disebut sebagai Teori Habibie. Teori yang ngomongin tentang keretakan pada badan pesawat ini punya andil besar bagi dunia aviasi.

Untuk menemukan teori ini, beliau harus menghitung lingkaran atom, dan juga berkutat dengan berbagai macam rumus. Namun, kerja kerasnya terbayar dengan hasil yang menunjukkan bahwa pesawat bisa menghemat bahan bakar sekaligus membuat pesawat terbang dengan seimbang. Alhasil, kecelakaan di udara bisa dimimalkan.

Terima kasih Eyang Habibie. Karyamu akan selalu dikenang.


Share
Create Your Own Article!