Zetizen.com - Sorry to say, tapi satu-satunya after-taste dari film ketiga dalam semesta Danur ini adalah penipuan. Gimana enggak? Dalam after credit Danur 2, diceritakan kalau bakal ada sosok hantu baru yang bakal meneror Risa. Menggunakan kebaya hijau, sosok tersebut diceritakan adalah seorang penari. Lengkap dengan konde dan berbagai hiasan kepala ala penari tradisional. Otomatis, Zetizen kebayang teror dengan berbagai aspek tradisional yang nggak cuma horror, tapi juga kaya plot twist. Ternyata, enggak ada penari apapun di Danur 3: Sunyaruri.

 

Sosok sentral dalam trilogi Danur terakhir (foto: IMDB)

 

Terus, sejak sebulan ini, teaser Danur 3: Sunyaruri ini wara-wiri diputar di bioskop. Risa yang masih diperankan oleh Prilly Latuconsina ini ditampilkan penuh luka di bawah derasnya hujan. Ia merangkak pilu sambil menangis dan memanggil-manggil kawan-kawan hantu kecilnya, Peter, Hendrick, William, Jansen dan Hans. Sementara sosok hantu jahat bukan cuma ditampilkan penuh darah, tapi juga berkuasa.

Sementara di Danur 3: Sunyaruri, kamu nggak akan menemukan hal itu. Dengan durasi sepanjang 1 jam 30 menit, film dibuka dengan kehidupan baru Risa dan Riri (Sandrinna Michelle) yang masih hidup berdua. Risa sedang menjalin kasih dengan Dimasta (Rizky Nazar), seorang penyiar radio yang dikelilingi kawan-kawan penuh keceriaan di tempat kerjanya. Ada Clara (Steffi Zamora), Raina (Syifa Hadju), dan Anton (Umay Shahab). Berbeda dengan dua film sebelumnya yang menceritakan hubungan Risa dengan Peter cs, kali ini Risa malah bermaksud untuk menutup mata batinnya dan memutus hubungan persahabatannya. Alasannya, Peter cs terus merengek pada Risa untuk menemani mereka bermain. Tipikal anak kecil banget, deh. Tapi karena Risa lagi puber dan labil, Risa pengen punya teman-teman manusia dan jadi orang yang normal.

 

Scene menyanyikan lagu penolak hujan yang exciting sekaligus bikin sedih (foto: Instagram/@danurmovie)

 

Finally, Risa terus menggumamkan niatnya untuk menutup gerbang dialog, begitu dia menyebut mata ketiganya. akhirnya, dia didatangi Kartika, sesosok hantu berpenampilan perempuan berambut panjang yang mengajak Risa mengatakan mantra dalam bahasa Sunda. Berikutnya, Risa malah merasa sunyi dan normal. Kondisi itu yang dinamakan sebagai 'Sunyaruri'. Sayangnya, mata batin Risa bukannya menutup, malah mendatangkan sosok baru yang nggak cuma meneror Risa, tapi juga Peter cs. Ditambah dengan kondisi hujan yang terus turun, serta mata Risa yang tiba-tiba bengkak, membuatnya harus menghadapi hantu berwajah hancur tersebut.

Overall, Danur 3: Sunyaruri adalah film terburuk di antara semesta Danur lainnya. Alasan pertama, ending yang super nanggung! Zetizen nggak tahu apa perasaan kalian seusai nonton film mengecewakan. Kalau Zetizen sendiri, rasa kecewa, menyesal dan geregetan bercampur jadi satu. Selama 1 jam lebih beberapa menit, kita disuguhi teror yang sedemikian epiknya, dan ditutup dengan hal sederhana. Rasanya Awi Suryadi yang duduk di kursi sutradara ini nggak mau mengeksplor lebih jauh. Padahal bisa, tuh dibikin harus ada mantra penghapus kutukan atau menghadirkan sosok baru, atau apapun dibandingkan cuma membanting artefak, terus udah deh selesai.

 

Alasan kedua, plot twist yang sebenarnya bisa ditebak. Dear Awi, masih ada jutaan cara untuk menghadirkan wow-effect selain menghadirkan sosok kawan yang ternyata jadi lawan. Atau bahkan mengganti nama tokoh biar nggak kelihatan spoiler yang terang-terangan. Alasan ketiga, ada banyak hal yang luput dari pandangan Awi. Misalnya, mengklasifikasikan gender setan dan menentukan pakaian yang mampu mendeskripsikan setan tersebut. Nggak paham, ya? Contohnya gini, nih. Kenapa hantu Valak bisa dikenal sepanjang masa? Karena Valak adalah suster. Dan suster identik dengan penutup kepala plus baju panjang. Disini, sejak awal kita ditunjukkan kalau hantunya adalah Kartika si pembisik, tapi di bagian akhir, ternyata setannya cowok dan bapak-bapak. Masih bingung? Silahkan nonton sendiri. Kalau nemu pencerahan, silakan isi kolom komentar di bawah ya.

Alasan keempat, banyak tokoh yang nggak penting. Jangan marah kalau Zetizen bilang sosok Clara dkk cuma jadi pemanis. Kontribusinya enggak ada sama sekali. Alasan terakhir, Awi benar-benar butuh menyewa stylist dan make-up artist yang tahu cara mendandani setan jadi terlihat menakutkan, bukan jadi anak kecil yang bedaknya nggak rata. Selain itu, Prilly yang cantik jadi keliatan kaya orang abis gagal thrifting berkat pemilihan baju yang enggak banget, deh. Dear Awi, Zetizen punya banyak fashion stylist yang siap membantu, kok :)

 

But, di film Danur kali ini, Zetizen suka banget sama teknik pengambilan gambarnya yang bisa mengeksplor segala sisi. Misalnya angle dari luar atap waktu Risa dan Riri menggantung boneka pengusir hujan. Dan yang paling Zetizen suka adalah angle ala game yang menampilkan ponsel Risa. Selain angle-nya yang relatable, suara derai hujan dan guntur yang menggelegar benar-benar dekat dengan kita. Jadi jangan kaget kalau suatu hari nanti, tiba-tiba kamu jadi parno sendiri berkat scene ini. Good job!

Rating Zetizen: 6/10

Share
Create Your Own Article!