Zetizen.com - Peristiwa 30 September dikenal dengan pembunuhan atas tujuh jenderal di Lubang Buaya, Jakarta. Sebagai akar dari ribuan pembunuhan tanpa persidangan, peristiwa yang hingga kini kita kenal sebagai G30S/PKI itu masih kontradiktif. Nggak cuma meninggalkan banyak pertanyaan, tapi juga karya seni yang menghadirkan berbagai sudut pandang. Apa aja sih?

Film Senyap - Joshua Oppenheimer

YouTube

Disutradara oleh sejarawan asal Belanda, film yang satu ini bisa kamu tonton di YouTube. Dengan durasi selama satu jam lebih, film ini menghadirkan Tragedi 65 dari sudut pandang adik korban yang mencari kebenaran atas kematian sang Kakak.

Sesuai judulnya, kamu bakal dibungkam kesenyapan selama film. Jangan harap menemukan lagu-lagu pengiring, apalagi Soundtrack yang dinyanyikan artis ternama. Kamu diajak menyelam dalam kesenyapan yang dirasakan korban sejak dulu. Senyap dan takut untuk bicara, serta memilih diam untuk melindungi diri dan keluarga.

Yang keren dari film ini adalah Joshua berani mengungkapkan temuan-temuan ya yang cenderung berbeda 180 derajat dari pemahaman kita. Misalnya, selama ini yang kita pahami PKI adalah dalang di balik Tragedi 65. Tapi, menurut korban bukan PKI. Film ini cocok untuk kamu yang suka penasaran dan nggak gampang puas sama data sejarah. 


Film Jagal - Joshua Oppenheimer

YouTube

Dengan cerdas, Joshua menghadirkan perspektif lain dalam Tragedi 65. Kalau tadi Joshua bercerita tentang korban, kali ini Joshua menemui para pelaku pembunuhan dan meminta mereka untuk melakukan reka ulang. Kalau selama ini pengetahuanmu tentang sejarah cuma kebaikan Pemerintah dan kerjasama masyarakat, ada baiknya kamu nonton film dengan durasi yang sama seperti Senyap.

Disini, secara nyata kamu bakal dipertontonkan cara membunuh para terduga PKI maupun orang-orang yang diduga membantu. Kompleksnya masalah masih ditambah Joshua yang mendatangi keluarga pelaku dan bercerita bahwa keluarga mereka tergabung dalam praktik pembunuhan tersebut. Kamu bakal menemukan campuran emosi. Antara nggak percaya, marah, sampai nangis kecewa.

Film yang tentu menuai banyak kecaman ini mengajak kita untuk kembali memikirkan sejarah. Sebenarnya gimana sih yang terjadi dulu? Rasa penasaran ini bakal menambah khazanah ilmu pengetahuan dan bikin kamu terus mencari sumber baru untuk menyimpulkan pemikiran dan nggak cuma terjebak pada sejarah yang tercetak di buku-buku pelajaran. Kamu bisa nonton disini


Album Dialita - Kelompok Paduan Suara Dialita (Di Atas Lima Puluh Tahun)

YouTubd

Tragedi 65 erat kaitannya dengan Genjer-genjer. Lagu yang bercerita tentang kemiskinan yang memaksa masyarakat makan tanaman Genjer ini disebut-sebut sebagai lagu kebangsaan Gerwani. Gerwani adalah kelompok bagi para perempuan PKI yang disebut berperan menyilet dan mengebiri para jenderal pada malam 30 September.

Nyatanya, enggak begitu. Itulah yang ingin disampaikan para mantan Tahanan Politik (Tapol) yang tergabung dalam Dialita, sebuah kelompok paduan suara yang aktif menciptakan lagu sekaligus menyanyikannya.

Dalam album ini, kamu diajak berkelana ke berbagai tempat waktu mereka berstatus Tapol. Dari kaki Tangkuban Perahu hingga Pulau Buru. Nadanya yang mendayu bikin kamu ikut terhanyut dan merasakan pilunya jeruji besi kala itu.


Album Roekmana's Repertoire - Tigapagi

YouTube

Dari band kekinian, ada Tigapagi yang menyajikan album Roekmana's Repertoire. Berisi lebih dari 10 lagu yang disajikan tanpa jeda, kamu diajak menyelami cerita demi cerita. Dibuka oleh tembang Alang-alang, pilunya seorang Ayah yang kehilangan anak tersaji penuh tangis tanpa terasa lebay. Dilanjutkan dengan cinta pada seorang gadis bernama Erika, hingga Yes We Were Lost in Our Hometown tentang ketidaksanggupan kita menghadapi masalah bersama.

The best part is the speech. Barangkali masyarakat Indonesia yang lekat dengan film Pengkhianatan G30S/PKI karya Arifin Noer bakal tertawa geli mendengar gubahan pidato Soeharto yang dicuplik dalam penutup album. Penasaran? Coba dengerin sendiri, deh. 

*

Kamu punya referensi lain? Tulis di comment ya! 


Share
Create Your Own Article!