Zetizen.com- Melanglang buana demi pendidikan jadi mimpi banyak orang. Muhammad Ilham Akbar salah satunya. Bermimpi untuk menempuh pendidikan di luar negeri sejak dulu, kini Ia terdaftar sebagai peserta dalam United World College Robert Bosch College yang biasa disebut UWC. Ada banyak banget program yang Ilham ikuti dan menyangkut kebersihan bumi. Seseru apa sih kegiatannya?

 

Q: "Hai Ilham. Ceritakan sedikit tentang UWC, dong. Bagaimana kegiatan dalam program ini?"

A: "UWC adalah United World College Robert Bosch College. UWC adalah suatu community college yang bergerak dalam membangun kedamaian dan sustainable future. Program ini memilih anak dari seluruh dunia buat bergabung dalam satu college. Didasarkan pada pembelajaran dan diskusi dari berbagai sudut pandang, kami membahas dan isu-isu global yang sudah, sedang atau akan berlangsung, 

UWC sendiri adalah sekolah dengan masa sekolah 2 tahun yang bisa dikatakan mirip dengan SMA namun dengan tingkatan yang lebih tinggi, tapi nggak setinggi tingkatan kuliah. UWC mengambil sistem kurikulum International Baccalaureate dengan standarisasi sama dengan USA. Kegiatan yang ditekankan juga berbeda dengan tempat lain, kesempatan berdiskusi dengan sudut pandang yang sangat luas yang berhubungan dengan konflik-konflik dan masalah lingkungan yang ada. Aku sendiri tahu UWC lewat teman aku dan tentunya lewat laman www.uwc.org"

Ilham bersama teman-temannya sedang ikut Fridays for Future atau Jumat untuk masa depan adalah salah satu strike terbesar yang diikuti oleh hampir seluruh murid di UWC Jerman (Foto : Dokumen Pribadi Ilham)

Q: "Seperti apa sih budaya di Jerman? Bagaimana kamu beradaptasinya?"

A: "Yang pertama budaya yang aku hadapi nggak cuma budaya Jerman. Aku juga harus mengikuti sistem sekolah yang berbasis boarding school. Boarding school atau asrama ini diisi anak dari seluruh dunia lebih dari 117 negara. Hal itu mengajarkan aku tentang banyaknya ragam budaya dan kultur yang ada di dunia ini. Beda budaya dan saling memahami menjadi salah satu kunci agar bisa membuka sudut pandang yang lain dalam melihat dunia. Meskipun kita international school, negara yang kita tinggali adalah Jerman dengan budaya yang hampir 180 derajat berbeda dengan budaya di Indonesia. 

Yang paling menarik perhatianku adalah budaya disiplin dan tepat waktu mereka. Orang Jerman selalu bisa tepat waktu. bahkan datang sebelum waktu yang ditentukan. Budaya ini pasti bagus banget untuk diterapkan di Indonesia,"

Ilham sedang menuntaskan project week. Ilham bergabung dalam proyek ekspedisi Alps selama satu minggu, juga belajar tentang bertahan hidup dalam lingkungan ekstream (Foto : Dokumentasi Pribadi Ilham)

Q: "Seperti apa sih lingkungan tempat tinggal kamu?"

A: "Seperti yang aku ceritakan tadi, aku tinggal di sebuah boarding school di kota Freiburg yang ada di Jerman sebelah Tenggara. Freiburg berbatasan dengan negara Swiss dan Prancis. Dengan hamparan hutan konifer dan bukit-bukit, disini budaya dan bahasa bercampur antara Jerman dan Prancis. Tentu ini jadi ciri khas tersendiri dari kota kecil Freiburg. Alasan kenapa UWC RBC ditempatkan di Freiburg, karena Freiburg sendiri pernah meraih kota paling ramah lingkungan di Jerman karena hampir kebanyakan menggunakan solar panel dan windturbine. Hal ini menjadikan Freiburg memiliki visi dan misi yang sama dengan UWC sendiri".

Q: "Setelah tinggal di Jerman, apa pengalaman yang bakal nggak pernah kamu lupakan?"

A: "Aku bergabung dengan organisasi bach paten atau bisa dibilang penjaga sungai. Mungkin terdengar sedikit lucu, tapi organisasi ini bergerak dalam penjagaan, pengawasan serta penelitian lingkungan sekitar sungai. Cakupannya dalam kontrol organisme, membersihkan sungai, menjaga vegetasi tumbuhan sekitarnya dan lain-lain".

Aktivitas Ilham bergabung dalam organisasi milik Jerman yang fokus bergerak dalam pemeliharaan lingkungan sekitar sungai (Foto: Dokumentasi Pribadi Ilham)

Q: "Kegiatan seperti apa yang biasa dilakukan di KBRI?"

A: "Untuk KBRI, Freiburg sendiri belum memiliki banyak siswa atau mahasiswa dari Indonesia. Paling banyak hanya sekitar 15 kurang. Jadi belum banyak paling nggak cuma sekedar kumpul-kumpul dengan sedikit orang. Nah ketika ada acara besar seperti pemilu, KBRI dari Frankfurt, yang terdekat dari Freiburg menjadi sasaran besar untuk mahasiswa Indonesia berkumpul dan temu kangen."

*

Mau baca Zetizen Go Abroad lainnya? Baca disini kuy!

Share
RELATED ARTICLES
Create Your Own Article!