Zetizen.com - Kematian Sulli, mantan personel girlband f(x) cukup bikin terkejut kita semua. We all know,  setelah memutuskan untuk hengkang dari f(x), Sulli sering mendapatkan kalimat pedas dari netizen. Gangguan yang dimiliki Sulli dan jadi dugaan penyebab dia memutuskan buat mengakhiri hidup salah satunya adalah social anxiety disorder atau fobia sosial. Sebenernya apa sih fobia sosial itu, dan kenapa efeknya bisa sangat mengkhawatirkan?

Apa Sih Fobia Sosial?

(foto:Instagram: jelly_julli)

Dilansir dari National Institute of Mental Health, fobia sosial atau social anxiety disorder adalah gangguan dimana seseorang ngerasa takut bakal di judge, dikucilkan dan ditolak kehadirannya oleh orang lain. Akibatnya dia bakal cenderung menarik diri buat bersosialisasi dengan orang lain karena merasa orang lain akan terus mengawasi setiap gerak geriknya. Walaupun agak mirip sama sifat pemalu, ketakutan orang fobia sosial ini lebih ekstrim loh.

Orang yang kena gangguan ini sering susah buat mengatur ketakutan dan kecemasannya. Nggak heran kalau fobia ini bakal menggangu kehidupan penderitanya. Misalnya, saat berjalan, penderita gangguan ini bakal memilih untuk menunduk supaya terhindar dari kontak mata orang sekitar karena terlalu takut untuk jadi spotlight sekitar.


Kok Bisa Kena Gangguan Ini?

(foto:Pinterest)

Sebenernya penyebab seseorang bisa kena gangguan ini itu bisa dari beragam faktor. Selain karena faktor genetik dan bagaimana lingkungan dia dibesarkan, Misalnya, didikan beberapa keluarga yang menganggap budaya malu adalah sebuah cara mengenalkan pendidikan disiplin dan sopan santun, ini justru mempengaruhi gimana pribadi anak itu terbentuk. Ingat ya, semua hal yang berlebihan itu nggak baik. Jadi kita harus paham batasan dimana seharusnya kita malu dan dimana saat kita harus bersosialisasi.

Selain itu, orang yang punya pengalaman negatif seperti di bully dan dipermalukan di depan umum bisa jadi faktor munculnya social anxiety disorder ini loh. Dia mungkin ngerasa sosial nggak menerimanya dengan baik dan akhirnya dia bakal menarik diri dari situasi sosial.

 


Ciri-ciri Penderitanya Gimana?

(foto:Instagram: jelly_julli)

Perbedaan yang mencolok antara fobia sosial dan pemalu bisa dilihat dari gerak-geriknya. Seseorang yang pemalu cenderung masih bisa mengatasi kecemasannya dengan diam dan tidak banyak bicara. Tapi, penderita fobia sosial bahkan bisa sampai pingsan ketika harus tampil di depan umum loh. Fobia sosial biasanya juga ngebuat penderitanya susah mendapatkan teman dan ketika udah dapat, dia bakal sangat bergantung dengan orang itu.

Kalau orang di sekitar mengalami gejala seperti berkeringat, mual, gemeteran dan pusing saat berada di situasi sosial yang menurut orang awam adalah hal yang biasa, bisa dipastikan orang itu memiliki social anxiety disorder.


How To Handle?

(foto:Pinterest)

National Institute of Mental Health menjelaskan bahwa ternyata penyakit mental ini masih bisa untuk disembuhkan. Beberapa caranya yang bisa dilakukan adalah terapi perilaku kognitif sehingga dia bakal mengajarkan bagaimana cara berfikir dan berperilaku di situasi sekitar agar tidak terlalu cemas. Mengonsumsi obat-obatan tertentu juga bisa mengontrol gejala yang biasanya muncul. Tapi semua itu memang harus berdasarkan konsultasi dengan dokter.

Bagaimana perilaku lingkungan sekitar juga bisa membantu penderita ini untuk mengatasi kecemasannya. Misalnya, kamu harus sadar dan bisa menerima orang sekitar yang mengidap fobia ini dengan tidak menjudge ketika dia melakukan kesalahan, atau lebih berhati-hati dalam pemilihan kalimat. Selain itu, support untuk melawan fobia ini juga jadi kekuatan sendiri loh buat penderitanya.


Segitu Bahayanya?

(foto:Instagram: jelly_julii)

Salah satu dugaan kenapa Sulli memutuskan mengakhiri hidupnya adalah tekanan yang selama ini didapatkan. Sulli sendiri adalah penderita fobia sosial dan serangan panik. Sebagai salah satu mental illness, fobia sosial punya dampak yang cukup berbahaya kalau nggak segera di tangani. Penderita bakal ngerasa terasingkan dan merasa selalu sendirian. Ketidak berdayaan ini ternyata bisa sangat mempengaruhi mental penderitanya. Karena merasa sangat bingung untuk menghadapi kecemasannya, maka ini akan mempengaruhi pikirannya dan nggak jarang penderita melihat kematian sebagai jawaban kecemasannya,

 

Yuk mulai mengenali lingkungan sekitar. Jangan sekalipun kamu meremehkan mental illness!


Share
Create Your Own Article!