Zetizen. Com - Siapa sih yang sehari-hari nggak pakai plastik? As we know plastik yang susah terurai ini bisa banyak menimbulkan masalah. Saat ini kurang lebih ada 3,2 juta ton sampah tambahan yang terbuang ke laut Indonesia. Sudah ada 187 juta ton sampah di lautan dan daratan. Nah untuk membantu mengurangi sampah plastik ini, ada 4 serangkai yang memiliki proyek melalui sebuah mesin.

4 Serangkai ini adalah Patrick Christoper, Faisal Fahmy, Girsang Garsiman dan Firman Azharudien, mereka ini lulusan Departemen Teknik Material dan Metalurgi Institut Sepuluh Nopember Surabaya.

Proyek ini diberi nama Tridiku, Tridiku ini adalah sebuah proyek yang sudah berjalan 8 bulan, dimulai sejak Maret 2019. Proyek ini digagas oleh pemuda-pemuda di Kota Surabaya yang pengen mengubah kondisi sampah plastik di Indonesia menjadi sesuatu yang lebih berharga. Dengan cara apa sih? Yaitu Ecofilamen 3D printing menggunakan mesin yang dinamakan EcoExtruder.

EcoExtruder adalah suatu mesin yang memungkinkan kita untuk melelehkan dan membentyk kembali sampah-sampah plastik menjadi Filamen 3D Printer, yang nantinya setelah digunakan pada mesin 3D printer bisa menjadi barang dengan nilai jual jauh lebih tinggi.

So, Zetizen bakal mengulas 5 fakta menarik tentang Tridiku. Yuk simak!

Motto Yang Mengakar Kuat

Siapa aja dibalik Tridiku? (foto:Tridiku)

Tridiku ini digawangi oleh 4 pemuda. Ada Patrick Christoper bagian marketing dan finance, Faisal Fahmy CEOnya, ada pula Girsang Garsiman dan Firman Azharudien bagian teknikal. Tridiku memiliki 2 Motto, yang pertama “You Can Make Anything”, karena tim Tridiku ini percaya semua orang bisa dan mampu membuat apapun, asal ada usaha. Motto yang kedua adalah “with 3D Printing The Only Limit is Your Imagination”.

"Karena teknologi yang digunakan (3D Printing) memang bisa digunakan untuk membuat barang-barang dengan tingkat kompleksitas yang tinggi, motto ini ingin sekali kami pegang dengan baik-baik", ujar Patrick.


Alur Pengolahan Sampah Plastik Menjadi 3D Printed Object

Ini adalah tahapan alur pengolahan sampah plastik menjadi 3D Printed Object (foto:Tridiku)

Jadi proses pertama  dimulai dengan pengumpulan dan pengelompokan sampah berdasarkan jenisnya (HDPE, PLA, ABS, PP, PT), lalu kemudian dicacah sesuai dengan kelompoknya, jadi PLA bersama PLA yang lain begitu juga kelompok lain. Proses selanjutnya di masukkan kedalam EcoExtruder untuk di ekstrusi (dipanaskan sampai temperatus softening, lalu di tekan keluar lobang di ujung mesin produk dari EcoExtruder adalah EcoFilamen, bentuknya seperti gulungan benang)

Nah tahap selanjutnya, EcoFilamen ini merupakan bahan baku dari 3D Printer. Di 3D Printer EcoFilamen akan keluar dari lubang Nozzle yang dipanaskan dan digerakan sesuai dengan peranti lunak untuk 3D printing. Tunggu sampai proses berlanjut, Voila! jadi deh 3D Printed Object 

"Saat ini tahap pengerjaan dari mesin EcoExtruder kami sudah mencapai tahap sekitar 70% dan kami membutuhkan bantuan teman-teman untuk merampungkan proyek ini. Kalau nominal yang kami targetkan tercapai, kami bisa memperkirakan dalam satu tahun kami bisa mengolah kembali sekitar 35 ton sampah plastik. Bisa dibayangkan saat mesin kami sudah tersebra keseluruh Indonesia, maka bisa dipastikan penyu-penyu di laut, dan biota-biota lainnya tidak akan terancam lagi keberadaannya karena sampah plastik. Kami memohon bantuan sahabat-sahabat untuk menyebarkan pesan baik ini dan berkenan membantu kami secara material ataupun saran di link pengumpulan dana kami yang bisa di akses disini," tutur Patrick.


Berhasil mencetak prestasi

Hasil karya 3D Print, persembahan Tridiku untuk 20 tahunan jurusan (foto:Tridiku)

Tridiku sudah pernah menang lomba di Institut Sepuluh Nopember Surabaya pada saat event ITS Youth Technopreneur pada bulan September kemarin. Mereka juga berhasil menyabet peringkat ke-8. Selain itu, untuk memeriahkan ulang tahun jurusan teknik material dan metalurgi ke 20 tahun mereka juga mempersembahkan karya terbaik mereka loh.

Faisal, Firman, dan Girsang ini gila otomotif, sampai bisa buat mobil hidrogen (ramah lingkungan) sendiri. Dulu ketiganya adalah anggota inti dari Antasena ITS Team, tim mobil efisien dan ramah lingkungan dari ITS yang kemarin sempat berlaga di kompetisi mobil ramah lingkungan Shell Eco Marathon dan menyabet gelar juara 2.

"Kendala pemasarannya sih sebenarnya kita bingung untuk coba masarin lebih luas ini lingkupnya bagaimana. Kita ini laku-laku aja, tapi masih dikalangan mahasiswa, kampus dan industri. Kita ingin masyarakat luas juga lebih mengerti 3D Printing dan EcoExtruder


Topik Skripsi Girsang dan Firman Di Wujudkan

Tampak samping mesin EcoExtruder (foto:Tridiku)

FYI, EcoExtruder yang sedang digarap oleh Tridiku ini dulunya adalah topik skripsi untuk kelulusan Strata-1 Girsang dan Firman. Faisal dan Patrick punya topik tugas akhir yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan EcoExtruder. Meskipun begitu, Patrick mengaku minat ikut proyek ini karena memang suka bisnis dan merasa bisa lebih membantu sesama dengan cara seperti ini. 

"Aku senang berinteraksi dengan anak muda yang lain, yang memiliki semangat lebih dalam melakukan sesuatu," ujar Patrick


Siap Berbagi lewat Pelatihan Gratis.

Seperti apa ya pelatihan Tridiku? (foto:Tridiku)

Demi proyek EcoExtruder ini Tridiku juga menjalankan usaha 3D Printing untuk Prototyping (purwarupa barang inovatif), 3D Merchandise (gantungan kunci dan lampu tidur), jual mesin 3D printer, dan pelatihan 3D Design dan modelling.

Tridiku sudah sering mengadakan pelatihan gratis yang diadakan setiap minggu di markas Tridiku. Tepatnya di dalam lingkungan Kampus ITS, sebelah Departemen Teknik Material dan Metalurgi.

Mereka juga bersedia jadi pemateri pelatihan gratis datang ke organisasi dan sekolah-sekolah lain. Sedangkan untuk pelatihan yang berbayar ini pembahasannya in-depth knowledge tentang 3D design dan 3D printing, siklusnya 2 bulanan.

"Pelatihan yang paling mengesankan adalah waktu ada orang luar yang kuliah di ITS ikut pelatihan kita dan dia terlihat antusias banget sama pelatihannya dan sebenernya minta ada sering-sering pelatihan gratis lagi", ujar Patrick

Semua bentuk barang yang bisa buat ada di Instagram @tridiku juga, jangan lupa kepoin ya.


Share
RELATED ARTICLES
Create Your Own Article!