Zetizen.com - Kegiatan naik gunung saat ini lagi banyak digandrungi oleh kalangan anak muda. Banyak view yang disajikan dengan rapi dan sinematik. Hamparan lautan awan diatas gunung berhasil menggugah semangat untuk ikut naik gunung. Seringkali juga ditemui cerita-cerita yang unik saat naik gunung menjadi pengalaman tersendiri.

Buat kalian yang penasaran dan punya rencana untuk mengukir sejarah dalam hidup dengan kegiatan naik gunung, here's the tip from Jessica Katharina. 

Say hi to Jessica Katharina! Ia adalah seorang penggiat alam bebas di Indonesia. Saat ini Jessica dalam ekspedisi personal untuk menggapai 7 puncak tertinggi di Indonesi bakalan ngasih tips and trik buat kalian yang baru pertama kali hiking.

Mulai dengan riset

Z:"Apa aja sih persiapan awal yang biasa Kak Jessica lakukan sebelum mendaki gunung?

J :"Persiapan paling awal adalah riset. Kita perlu tahu data tentang lokasi gunung tersebut, tentang akomodasi dan transportasi buat kita sampai di sana, saat kita sampai di desa terakhir sebelum tracking kita bisa tinggal dimana.

Selain itu, kita harus memastikan apakah ada pasar dan apakah warga yang ada disana terbiasa untuk menerima para pendaki. Kita juga bisa riset tentang cuaca disana, bulan apa yang tepat untuk kita datang melakukan pendakian disana jadi harus membiasakan untuk membaca berbagai informasi dan memperkaya ilmu tentang gunung yang akan kita daki.

Jadi harus betul-betul kenal dulu, kita juga harus tahu regulasi taman nasional di sana seperti apa, misalnya kayak beberapa gunung besar yang cukup banyak didatangi sekarang sudah menerapkan sistem pendaftaran online dan biaya pendaftaraan nya juga sudah tertera, syaratnya apa aja, dan ketentuan yang lain. Memudahkan kita supaya nggak sampai gagal mendaki gara-gara kita nggak memenuhi syarat itu, kita riset dulu, matengin dulu apa aja yang di butuhkan, baru kita bisa pergi kesana,”

Cari tahu sebanyak mungkin situasi dan kondisi disekitar pendakian. (foto:www.instagram.com)

Persiapkan Fisik Yang Kuat

Z:"Selain riset persiapan apalagi yang perlu kita lakukan?"

J: "Persiapan fisik sudah pasti apalagi kalau kita tinggal di kota, karena badan lebih manja, lebih baik kita udah mulai persiapan fisik yang ringan dari jauh-jauh hari. Kita bisa mulai dengan lari atau angkat beban, persiapan ini buat membiasakan otot-otot kita bergerak dan membiasakan kaki untuk berjalan lebih jauh.

Fisik harus di persiapkan dengan sebaik mungkin karena nanti di gunung kita bakal bawa kebutuhan selama beberapa hari kedepan. Mendaki gunung termasuk kegiatan olahraga yang ekstrem jadi membutuhkan persiapan fsik yang matang. Kita nggak bisa tiba-tiba dateng ke gunungnya tanpa persiapan fisik sama sekali,"

Biasakan tubuh kita untuk berolahraga, jangan mager-mageran (foto:www.instagram.com)

Persiapkan Peralatan Yang Memadahi

Z: "Gimana cara Kak Jessica buat mengatur pembagian peralatan personal ataupun tim?"

J : "Aku biasa membagi peralatan ini menjadi dua, ada equipment personal dan equipment team. Aku sendiri punya motto untuk utamakan keamanan dulu baru kenyamanan. Karena kalo udah aman udah pasti nyaman, tapi kalo nyaman belum tentu nyaman, untuk personal aku bener-bener menaruh concern lebih ke teknikal dasar. Harus yang safety dan nyaman juga. 

Concern aku lebih ke tas carrier dan sepatu hiking, karena 2 alat teknikal tersebut bakal mempengaruhi kita dan keselamatan kita. Misal tas carrier untuk membawa beban segitu besarnya ternyata nggak nyaman di punggung terus sepatunya bisa bikin lecet dan nggak nyaman itu akan mempengaruhi kita selama perjalanan. Persiapan equipment team lebih ke tenda, peralatan masak, dan juga makanan yg cukup untuk durasi pendakian.

Dalam hal ini kalo udah ketemu temen pendaki yg klop dan dia udah ngerti apalagi beberapa kali naik gunung, itu lebih bagus dan bisa saling mengingatkan dan belajar memanajemen. Pendakian juga akan lebih jelas, jadi teman mendaki adalah salah satu faktor yang sangat penting untuk mendaki. Jangan sampai kalo kita  dan teman-teman yang ikut mendaki belum punya pengalaman, apalagi kalo kita malas melakukan riset, malas persiapan fisik. Wah itu bisa lebih kacau pastinya,"

Atur sebaik mungkin kebutuhan kita dan tim. Ini momen Jessica bersama tim ketika sampai di Puncak Rante Mario Sulawesi (foto:www.instagram.com)

Jangan Merepotkan

Z : "Apa aja peralatan yang wajib dan nggak boleh ketinggalan buat Kak Jessica?"

J : "Peralatan itu semua penting karena gunung adalah salah satu hal yang complicated yang nggak bisa dianggap simple, nggak ada barang-barang yang "itu nggak usah dibawa deh itu ditinggal aja" itu tuh ngga ada. Apapun barang-barang yang menunjang kehidupan kita selama digunung wajib dibawa, yang pasti peralatan dan kebutuhan personal dan team yang safety dan menunjang keberlangsungan hidup diatas gunung harus lengkap.

Selama perjalanan pendakian kita, peralatan seperti head lamp, baju ganti, sleeping bag, peralatan tim kayak tenda, peralatan masak, tali temali juga bahan makanan semuanya penting.

Pada dasarnya jangan sampai merepotkan orang saat di gunung, misal ada pendaki yang minta air atau minta bahan makanan ke kita, ternyata manajemen makanan kita nggak baik kayak gitu bisa ngerepotin malah punya resiko yang besar untk mengalami sakit di gunung, kecelakaan di gunung juga bisa terjadi, karena badan yang nggak stabil kurang asupan makanan atau minuman itu berpengaruh penting semua, pokonya sesuai sama safety prosedur ya,"

Pahami Safety Prosedur dan Limitmu

Z : "Info apa aja yang harus kita tahu sebelum naik gunung kak?"

J : "Cari sebanyaknya info tentang gunungnya yg pengen dikunjungi, lengkapi peralatan pendakian yg sesuai dengan safety prosedur, jangan ada yg dianggap remeh dan di skip, sekarang kita juga bisa belajar dari YouTube , perbanyak ilmu survival and medical juga, persiapan fisik itu apa aja contoh persiapan fisik yg bisa dipersiapkan yang nggak makan waktu banyak.

Waktu naik gunung tuh kita harus mandiri, kayak kita bener-bener bergantung pada diri kita sendiri kita harus tahu batas kita sampai mana. Kalau nggak sanggup bilang ke tim, karena itu akan mempengaruhi tim juga di gunung. Di gunung itu aku bisa mengenali diriku sendiri, jadikan alam semesta kita tempat untuk belajar dan mengenali diri sendiri, mengenali alam kita dan  mengenali Indonesia lebih jauh,”

Pahami diri sendiri, kalau nggak kuat jangan dipaksain. Jangan lupa untuk selalu safety. (foto:www.instagram.com)

Jangan sepelekan gunung

Z: "Apakah ada pesan untuk para pendaki pemula, kak?"

J : "Naik gunung itu bukan sesuatu yg mudah dan simple, naik gunung itu olahraga yang berat dan cukup rumit jadi jangan coba-coba untuk naik gunung karena iseng dan tanpa persiapan yang matang. Harus mengikuti prosedurnya, banyak melakukan riset agar pengetahuan tentang pendakian lebih mantab karena gunung adalah salah satu media pembelajaran tentang mengenal diri sendiri dan alam bebas.

Seperti apa kita menghargai dan menghormati alam raya kita adalah refleksi bagaimana kita menghormati diri sendiri dan lingkungan sekitar. Jangan jadikan gunung adalah tempat rekreasi yang kalian pikir simple aja, yaudah instan yang dibawa, udah gausah bawa jaket yang tebel, tidak seperti itu ya.

Gunung itu one of the most thing complicated things in my life, aku aja yang sampai sekarang dengan intensitas naik gunung yang cukup tinggi masih terus belajar bagaimana packing yang benar, seperti apa manajemen distribusi air dan makanan yang benar buat tim, mengetahui limit bobot beban yang bisa kita bawa selama pendakian, juga durasinya berapa banyak yang harus di pelajari. Bener-benar yakin bisa mendaki gunung dengan baik dan sesuai safety prosedur sehingga tidak merepotkan orang lain dan bikin khawatir keluarga dirumah, utamakan keselamatan dan jangan pernah punya obsesi ingin sampai di puncak gunung. Tujuan pertama mendaki gunung adalah kembali ke rumah dengan selamat”

Jessica Katharina ketika berada di alam bebas (foto:www.instagram.com)

 

Share
Create Your Own Article!