Dengan tagline the most horror love story, Love for Sale 2 nggak gagal membawakan kisah cinta tanpa dialog mendayu-dayu dan scene menye-menye seperti film Cinta lainnya. Andibachtiar Yusuf yang lagi-lagi duduk di kursi director layaknya dalang yang mendongengkan kisah cinta masa kini yang dibalut dengan kearifan lokal masa lalu. Kalau kamu tahu film 500 Days of Summer (2009), kira-kira pilunya nggak jauh beda. Yang bikin makin hancur adalah peran keluarga yang mengisi hampir 75 persen film ini. 

 

Film dibuka dengan adegan long shot Di sebuah pernikahan adat Minang. Adalah Ican (Adipati Dolken), cowok 32 tahun yang open-minded, populer dan kerja di salah satu perusahaan televisi yang terus menerus ditekan Mama (Ratna Rintiarno) dan orang sekitarnya untuk segera menikah. Mama merupakan sosok perempuan Minang yang menjunjung tinggi adat istiadat keluarga. Salah satunya dengan menikahkan Ican dengan perempuan Minang totok. Kebencian Mama terhadap perempuan Jawa ditunjukkan dengan caranya memperlakukan Maya (Putri Ayudya), menantu dari anak pertamanya, istri Ndoy (Ariyo Wahab). Mama selalu cuek dan terkesan menyakiti Maya secara terang-terangan. 

 

Keinginan Mama mencarikan jodoh bagi Ican juga dipengaruhi oleh Buncun (Bastian Steel) yang menikah karena terlanjur menghamili pacarnya. Mama makin tegas dan memperketat kriteria mantu untuk Ican. Dalam tekanan itu, muncullah Love Inc yang diunduh Ican. Datanglah Arini Chaniago (Della Dartyan) yang menjelma menjadi sosok anak perempuan idaman. Nggak salah bila Mama akhirnya menyematkan panggilan Upiak (panggilan khusus anak perempuan dalam bahasa Minang) untuknya. Perilakunya yang manis makin meneguhkan hati Mama dan Ican untuk segera meminangnya. 

 

Bisa dibilang, Love for Sale 2 (2018) punya banyak hal yang beda banget sama film pertamanya. Kalau dulu cuma berpusat pada kehidupan Richard (Gading Marten), sekarang ada banyak side story yang nggak cuma memperkaya kisah, tapi juga mengundang air mata. Andibachtiar membuktikan bahwa ada banyak kisah cinta yang nggak cuma sekedar patah hati atau bertepuk sebelah tangan, tapi juga melalui harapan Mama atau omongan tetangga. Zetizen suka banget sama scene ketika Ican menemukan surat dari Mama untuk Arini agar segera makan makanan yang sudah disiapkan. 

 

Atau emosi Buncun ketika istrinya pergi meninggalkannya. Meski Bastian Steel hanya sebagai figuran, tapi Ia mampu berperan total sebagai sosok Ayah muda yang hancur kala ditinggal Istri dan Anaknya. Di sisi lain, kebencian Mama atas Maya karena dari suku Jawa nggak cuma bikin penonton geram, tapi juga memahami alasan kenapa kebanyakan cowok Minang cuma mau sama cewek dari suku yang sama. Film ini kaya rasa dan makna. Love for Sale 2 layak disematkan menjadi film Cinta terbaik tahun ini. Kalau belum nonton filmnya, yuk nonton trailernya disini.

Share
Create Your Own Article!