Zetizen.com - Good chance are for they who seek it. Hal itu dipahami betul oleh Aulia Nuraina dari Hubungan Internasional Universitas Airlangga. Mendapat banyak pelajaran tentang negosiasi dan diplomasi dengan negara lain, Aulia tertarik untuk magang di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok. Penasaran sama pengalamannya? Yuk simak!

Z: “Halo Aulia! Gimana sih awalnya bisa magang di KBRI Bangkok?”

A: “Hai Zetizen! Awalnya aku browsing pengalaman orang-orang magang di KBRI. Ternyata banyak banget yang sudah magang di KBRI Bangkok. Kebetulan aku juga udah pernah ke Bangkok sebelumnya, jadi kayaknya magang di Bangkok boleh juga tuh. Karena pihak KBRI benar-benar terbuka dengan anak magang. Mereka benar-benar membantu banyak hal. Selain itu, hidup di Bangkok relatif aman dan murah.

Terus aku sama temenku coba-coba kirim e-mail. Dari situ kami banyak tanya mengenai tahapan untuk magang disana. Lalu aku disuruh kirim scan surat tugas dari kampus dan nantinya aku dikasih Letter of Acceptance. Aku waktu itu mengajukan Agustus 2018 tapi baru bisa magang Maret 2019 karena slot untuk magang di KBRI Bangkok sudah penuh tahun 2018,”

Aulia Nuraina saat didepan kantor KBRI Bangkok (foto: Dokumen Pribadi)

Z : “Berapa lama magang di KBRI Bangkok? Kamu dapat kesempatan magang di bidang apa? Apakah ada aturan khusus untuk teman-teman magang?”

A: “Aku magang di KBRI Bangkok selama 1 bulan. Waktu itu aku kebagian di bidang Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya (Pensosbud). Lalu aku juga sempat di Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) dan paling lama di Fungsi Politik.

Untuk aturan yang diterapkan standar sih, datang jam 8 pagi pulang jam 4 sore. Pakaian rapi selayaknya orang kerja. Nggak ada aturan yang benar-benar khusus. Syukur waktu magang nggak ada kendala kok. Staff KBRI bener-bener membantu anak magang. Jadi disitu aku banyak belajar. Nggak cuma soal kerja, tapi juga menghadapi orang dewasa,"

Z: “Gimana sih budaya yang berkembang disana? Kegiatan yang rutin di lakukan apa saja?”

A: “Yang paling aku rasakan selama tinggal di Bangkok adalah budaya antre dan tertib disini sudah sangat bagus. Mau naik kendaraan umum aja mereka pasti antre, loh! Ketertiban disana benar-benar wajib diacungi jempol.

Etika di transportasi umum juga sangat baik, seperti reflek memberikan kursi pada anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Jadi nyaman sekali karena setiap hari aku harus berangkat ke KBRI naik bus umum dan BTS (Bangkok Train System). Memang tantangan besarnya adalah bahasa, karena Bahasa Inggris bukan bahasa utama di Thailand. Tapi orang-orang tetap ingin membantu meskipun dengan keterbatasan kosa kata bahasa Inggris,”

Bersama teman-teman magang di depan kantor KBRI Bangkok (foto: Dokumen Pribadi)

Z: “Untuk gaya hidup disana seperti apa? Misal untuk budget makan kira-kira berapa dan gimana sih cara manajemennya?"

A: “Hidup di Bangkok kurang lebih sama seperti kayak di Jakarta. Harga transportasi, makanan, dan kebutuhan ada yang lebih murah, lebih mahal, tapi relatif sama. Untuk sekali makan yang kenyang minimal Rp. 20.000. Tapi bisa disiasati dengan sesekali masak di kost. Beli jajan dan camilan secukupnya, karena disana jajanan murah dan enak rasanya pingin beli terus. Untuk budget transportasi, di Bangkok sangat banyak pilihan transportasi yang bisa kita sesuaikan, Infonya dapat dicari melalui aplikasi,”

 

Aulia saat menjadi panitia The 52nd Diplomatic Red Cross Bazaar (foto: Dokumen Pribadi)

Z: “Apa kegiatan yang menurut kamu paling menyenangkan?”

A: “Selama aku magang aku paling senang waktu ada acara Diplomatic Bazaar. Untuk kegiatan di luar magang tentu jalan-jalan waktu weekend karena aku bisa lebih melihat dan merasakan kehidupan masyarakat lokal, aku juga sempat mencoba naik kereta api lokal 15 Baht (sekitar 7.000 rupiah) ke Ayutthaya yaitu kota bersejarah di Thailand,”

 

Aulia bersama Diplomat Indonesia untuk KBRI Bangkok, Ibu Anet Adilla saat Sosialisasi Pemilu 2019. (foto : Dokumen Pribadi)

 

Z: “Seperti apa sih lingkungan disekitar tempat tinggal ketika magang di Thailand? Apakah kamu ada budget khusus untuk sewa apartemen?

A: “Kebetulan aku tidak tinggal di pusat kota Bangkok, jadi lingkungannya cenderung tenang dan tidak banyak turis. Karena aku berangkat bersama 2 teman kampusku, jadi kita patungan untuk sewa apartemen bertiga selama satu bulan,”

Z: “Apa sih tempat di Thailand yang pengen di kunjungi lagi?”

A: “ Aku pengen ke Ayutthaya lagi, karena aku disana cuma beberapa jam jadi belum puas untuk explore. Kotanya tenang dan pemandangannya bagus,”

Foto dengan Buddha head in tree roots, Wat Mahathat. (foto : Dokumen Pribadi)

Z: “Apa sih motivasi magang disana? Gampang nggak buat yang pengen kesana?”

A: “Motivasi terbesarku adalah membahagiakan orang tua dan aku selalu ingin terus belajar serta mencari pengalaman untuk bekal di kemudian hari. Untuk teman-teman yang ingin magang di luar negeri, jangan takut. Kalian akan belajar banyak tentang kehidupan masyarakat di sana, bagaimana untuk tetap survive, dan tentunya jangan capek untuk terus-terusan memaksa diri sendiri belajar. Semangat!,”

 *

Mau baca Zetizen Go Abroad lainnya? Baca disini kuy!

 

Share
Create Your Own Article!