Zetizen.com - Tiap tahunnya, Hari Pahlawan dimeriahkan dengan penahbisan atau pengangkatan beberapa sosok besar sebagai Pahlawan Nasional. Presiden Joko Widodo mengangkat enam sosok penting sebagai Pahlawan Nasional. Keputusan ini didasarkan pada Surat Keputusan Presiden Nomor 120/TK Tahun 2019 tertanggal 7 November 2019. Siapa aja sih? Kenalan yuk!

Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi (Oputa Yi Koo)


Dikenal dengan gelar Oputa Yi Koo, beliau adalah putra daerah yang memimpin perlawanan terhadap agresi, invasi, dan imperialisme Belanda di wilayah kesultanan Buton pada abad ke-18. 

Oputa Yi Koo dikenal sebagai pahlawan yang berhasil menghapus trauma dari stigma sejarah. Mengingat wilayah Buton dikenal sebagai wilayah yang berkhianat kepada NKRI, beliau berjuang mengubah mind set masyarakat setempat. FYI, gelar Oputa Yi Koo, dalam bahasa masyarakat setempat, bermakna raja atau penguasa yang bergerilya melawan penjajah di dalam hutan.


KH Masjkur


KH Masjkur dikenal sebagai tokoh dan ulama dari Nahdlatul Ulama. Beliau berperan besar ketika menjabat sebagai Menteri Agama di tiga era, yaitu ketika Indonesia dipimpin oleh Perdana Menteri Amir Syarifuddin, Mohammad Hatta, serta Soesanto Tirtopordjo. KH Masjkur melanjutkaj perannya menjadi Menteri Agama lagi di era Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo pada periode 1953-1955.

Nggak cuma duduk di kalangan elit, beliau juga menjadi salah satu bagian dari Pembela Tanah Air (PETA). Perannya cukup besar sebelum organisasi ini berubah nama menjadi Laskar Rakyat hingga TNI. Pada pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, ia memimpin barisan Sabilillah.


AA Maramis


Kalau kamu suka mata pelajaran sosial dan sejarah, sosok ini pasti nggak asing di telinga. AA Maramis atau yang juga dikenal sebagai Alexander Andries Maramis atau merupakan tokoh yang berasal dari Manado, Sulawesi Utara. Beliau merupakan anggota BPUPKI dan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) pada era kemerdekaan RI.

Kontribusi AA Maramis berpengaruh besar ketika menjabat sebagai Menteri Keuangan. Bahkan, tanda tangannya tercetak dalam mata uang negara sebelum Rupiah, loh! Yaitu Oeang Republik Indonesia (ORI).


Dr Sardjito


Kebayang nggak, sih apa yang bakal terjadi kalau vaksin dan obat penyakit berat nggak ditemukan hingga kini? Thanks to Dokter Sardjito. Sosok Ini dikenal karena mampu menciptakan sejumlah vaksin untuk beberapa penyakit. Sebut saja untuk typhus, kolera, hingga disentri. Beliau makin dikenal berkat Kontribusinya dengan membuat makanan dan multivitamin untuk para tentara RI yaitu Biskuit Sardjito.

Dedikasi Dr Sardjito di dunia pendidikan juga diabadikan sebagai nama rumah sakit di Yogyakarta, yaitu Rumah Sakit Umum Pusat Dr Sardjito.


Ruhana Kudus


Jangan ngaku anak jurnalis kalau nggak tahu sosok yang satu ini. Lahir di Kota Gadang, Sumatera Barat, Ruhanna merupakan jurnalis perempuan pertama di Indonesia. Kerennya lagi, Ruhana pernah menjadi pimpinan beberapa surat kabar seperti Soenting Melajoe.

Selain di dunia pers, Ruhana juga aktif menjadi penggerak kerajinan di Sumatera Barat, khususnya untuk kaum perempuan. The real feminist tho! 


Abdul Kahar Muzakkir


Cendekiawan muslim yang satu ini dikenal sebagai salah satu sosok yang berperan dalam Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Berasal dari Kotagede, beliau juga pernah menjabat sebagai anggota Panitia Sembilan yang merumuskan UUD 1945.

Lulus dari Universitas Al-Azhar, Mesir beliau memiliki peran yang cukup besar dalam kemerdekaan Indonesia. Kedekatan ya dengan cendekiawan Timur Tengah membuat berita kemerdekaan Indonesia tersiar lebih luas.



Yuk cari tahu hal menarik lainnya tentang Indonesia disini


Share
Create Your Own Article!