Zetizen.com - SELAMAT Hari Pahlawan! Bulan ini pasti banyak banget acara untuk memperingati jasa-jasa para pahlawan. Salah satunya adalah reenactment atau mereka ulang suatu kejadian sejarah. Bekerja sama dengan komunitas Semarang Historical Reenactment dan reenactor se-Indonesia, Insta Nusantara Surabaya mengajak kita mengenang masa peperangan.

Foto: Satrio/Zetizen Team

Kemarin (10/11), dengan tema Mariniers Brigade, acara Suroboyo Lawas sukses diadakan. Ratusan pengunjung memadati kawasan Ekowisata Mangrove Gunung Anyar. Tempat itu dipilih berdasar latarnya yang cocok dengan adegan sesungguhnya. Alasannya, pertempuran sebenarnya terjadi di sekitar hutan bakau dan sawah, serta punya kesan ala zaman lampau. Uniknya, cuaca yang terik sama sekali nggak mengganggu jalannya acara loh! Terbukti, kita masih bisa menikmati drama teatrikal tersebut lengkap dengan pemandangan alam yang disuguhkan.

’’Tema Mariniers Brigade ini kami ambil untuk mengenang perlawanan Belanda terhadap Indonesia yang terjadi saat Agresi Militer I. Kebetulan, lokasinya di Surabaya,’’ ujar Ahmad Nur Aziz, ketua pelaksana Suroboyo Lawas 5.

Acara itu ternyata juga menggandeng beberapa komunitas reenactment dan fotografi. Nggak cuma menikmati dramanya, di sini kamu juga bisa mengabadikan setiap peragaan sejarah yang dijamin Instagrammable.

Meski Suroboyo Lawas mengandung banyak nilai sejarah, mayoritas pengunjung yang datang justru berasal dari kalangan anak muda loh. ’’Antusiasme penonton dari tahun ke tahun selalu ramai. Sebanyak 70 persen pengunjung adalah anak SMA dan kuliah. Ini menunjukkan bahwa rasa nasionalisme anak muda tidak pernah luntur,’’ kata Aziz.

Foto: Satrio/Zetizen Team

Mengabadikan setiap momen sejarah Suroboyo Lawas tentu menjadi cara yang seru untuk belajar tentang sejarah. Apalagi, kehidupan Surabaya zaman lampau selalu punya nilai sejarah yang wajib diketahui pemuda saat ini. ’’Selain buat memeriahkan Hari Pahlawan, sebagai anggota komunitas fotografi, acara ini aku jadikan ajang hunting foto saat momen peperangan,’’ ucap Agung Anoraga, penonton Suroboyo Lawas yang juga anggota komunitas Analog Surabaya.

Well, cara mengenal sejarah ternyata lebih menyenangkan jika digabungkan dengan beberapa kegiatan eksis saat ini. Jadi, nggak ada kata malas lagi untuk terus melestarikan sejarah dan mengenang jasa-jasa pendahulu kita.

Share
Create Your Own Article!