Zetizen.com - Jangan buru-buru mengira film Ford v Ferrari cuma menyajikan aksi balap mobil. Film sepanjang 182 menit garapan James Mangold ini benar-benar layak masuk list film favoritmu! Plotnya rapi, bikin gemas dan kesal sendiri! Akting Matt Damon yang berperan sebagai Caroll Shelby dan Christian Bale as Ken Miles bikin perasaanmu campur aduk. Desingan ban yang berpadu dengan aspal bikin kamu serasa lagi nggak duduk manis di kursi bioskop, tapi lagi ada di arena balap mobil.

Christian Bale berpose dengan piala Daytona bersama kru pit (foto: IMDB)

Adalah Shelby (Damon), mantan pembalap yang kini beralih menjadi desainer mobil. Di bagian awal film kita disuguhkan kegigihan Shelby dan bagaimana kemampuannya di balik para pembalap. Ada juga Miles (Bale), pembalap harian yang bengkelnya disita dan sedang bangkrut. Sisi keluarga yang harmonis dengan sosok family man ditampilkam dengan baik oleh Miles.

Cerita beralih pada usaha Ford pimpinan Henry Ford II (Tracy Letts) yang di ujung tanduk. Dengan bantuan Lee Iacoca (Jon Bernthal) dan Leo Beebee (Josh Lucas), Ford pun harus merendah hingga mengajak Ferrari untuk bekerjasama. Yang sayangnya, ditolak penuh penghinaan. Mangold benar-benar baik dan cerdas meramu tiga kisah beda latar belakang tanpa membuat penonton kebingungan. Ramuannya mulus, kita nggak merasa lompat-lompat dari pabrik Ford ke showroom Shelby dan rumah Miles.

 

Bale membuktikan kualitas aktingnya dengan berperan menjadi pebalap mobil yang menghadapi banyak rintangan (foto: IMDB)

Di bawah penghinaan Ferrari, Ford pun menjadi mobil Amerika pertama yang mampu memenangkan kompetisi 24 Hours Le Mans. Kompetisi tersebut merupakan balapan selama 24 jam penuh di trek pedesaan Le Mans, Paris. Sebelum Le Mans, Shelby dan Miles nggak cuma menyiapkan mobil dan tim pit stop, tapi juga harus melawan keangkuhan para eksekutif muda. Konflik perusahaan antara CEO dan juga para pejabat perusahaan juga ditampilkan dengan akting menarik yang bikin penonton super geregetan.

Miles dan putranya, Peter (Noah Jupe) di trek latihan (foto: IMDB).

Zetizen pernah melewati fase bucin film balapan seperti Death Race (2008) maupun Rush (2013). Dibandingkan film-film lama yang menyajikan ketegangan dunia balap dan persiapan kompetisi, Ford v Ferrari melampaui itu semua. Sounds so cliché but so much moral value that we got. Mulai dari hubungan suami istri yang panas dingin, konflik sahabat yang penuh kritik dan pertengkaran, hingga pelajaran tentang menghadapi antek-antek perusahaan pongah. Semua dikemas dengan rapi dan epik.

Di bagian akhir film, Mangold yang pernah menyutradarai The Wolverine (2013) atau Logan (2017) merubah kursi bioskop menjadi tepi arena balap di Paris. Panas terik Le Mans hingga derasnya hujan pedesaan melengkapi desingan ban dan berbagai kecelakaan serta tabrakan. Penonton yang awam dunia balap pun seolah bisa memahami berbagai istilah dan peraturan lewat tingkah para aktor.

Matt Damon (kiri) menyajikan hubungan bromance yang unik dengan Christian Bale (foto: IMDB).

Yang bikin Ford v Ferrari makin outstanding adalah akting Bale dan Damon yang superb! Bale dan Damon membuktikan bahwa mereka mampu menjadi siapapun dengan latar belakang apapun. Sementara Damon bertransformasi menjadi desainer mobil dan pebisnis yang cerdas, Bale mengubah aksennya menjadi British and its so damn cute. Nggak heran kalau di akhir film penonton dibikin nangis dan kecewa dengan plot. Nggak bakal rugi menonton film ini berkali-kali!

Rating Zetizen: 9/10

Caitriona Balfe (kiri) mengaduk-aduk emosi penonton dengan peran epiknya sebagai seorang Ibu dan istri (foto: IMDB).
Share
RELATED ARTICLES
Create Your Own Article!