Zetizen.com - Gema tepuk tangan menandai pembukaan 14th Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2019. Bertempat di XXI Empire Jogjakarta, pada Selasa (19/11), acara pembukaan dipadati oleh ratusan sineas, pemeran, pemerhati dan penikmat film dari berbagai negara. Memasuki tahun ke-14, JAFF mengangkat tema Revival untuk merefleksikan kebangkitan industri perfilman Asia. Revival juga menjadi wujud panggilan bagi para sineas dan penikmat film untuk terus mengangkat kekayaan sejarah serta peradaban Asia.

 

Ratusan pengunjung memadati halaman Empire XXI Jogjakarta (foto: Arif/Zetizen Team)

Tahun ini, JAFF mengusung 111 film dari 28 negara. Acara ini ditujukan untuk mengapresiasi film-film Asia,” ujar Budi Irawanto selaku Festival President pada opening ceremony JAFF. Setelah JAFF resmi dibuka, selanjutnya para sineas yang sudah hadir lebih dulu demi mendapatkan tiket nonton Abracadabra yang akan menjadi film pembuka sekaligus screening perdana pada JAFF 2019.

Kemeriahan JAFF langsung terasa sebelum screening film. Ratusan pengunjung nggak cuma mengapresiasi film, tapi juga berinteraksi dengan para sineas. “Aku sendiri memang penikmat film, penasaran sama film Abracadabra karya Faozan Rizal. Apalagi ini penayangan perdana dan filmnya dibuat di Jogja,” ujar Ahmad Rizki salah satu pengunjung JAFF 2019.

 

 

Budi Irawanto dan Ifa Isfansyah memberikan sambutan saat Opening Ceremony. (foto: Arif/Zetizen Team)

 

Salah satu film yang memeriahkan JAFF 2019 adalah Abracadabra karya Faozan Rizal. Dibintangi oleh Reza Rahardian, Abracadabra menjadi film pembuka. Digarap selama empat tahun, film ini menyuguhkan komedi gelap dari seorang pesulap bernama Lukman (Reza Rahardian) Lukman yang sudah malas dengan dunia sulap dan berniat untuk pensiun. Dalam atraksi perpisahannya, Lukman berniat menggagalkan trik sulapnya untuk menunjukkan kepada penonton bahwa sulap tak lebih dari tipuan. Tapi nggak disangka trik yang dilakukan justru berhasil dan seorang bocah yang dimasukkannya ke dalam kotak tiba-tiba hilang tanpa jejak.



 

Egi Fedly salah satu pemeran dalam film Abracadabra memberikan sambutan. (foto: Zetizen Team)

JAFF 2019 akan berlangsung sampai tanggal 23 November. Nggak cuma nonton film, pengunjung juga bisa mengikuti berbagai kelas yang diisi oleh praktisi, pakar, dan pemerhati film dari seluruh Asia Pasifik. Beberapa di antaranya adalah Christine Hakim (aktor), Joko Anwar (sutradara), Bianca Balbuena (produser), di LPP Yogyakarta dan Hotel Horison Yogyakarta.

 

JAFF juga menjual merchandise untuk para Sahabat Hanoman dengan harga yang terjangkau. (foto: Arif/Zetizen Team)

Setiap tahunnya, JAFF juga menyuguhkan program non-pemutaran sebagai upaya kontribusi untuk menumbuhkan dan terlibat dalam perkembangan sinema Asia Pasifik. JAFF 14 ‘Revival’ menggelar program Forum Komunitas, Public Lecture, JAFF Education, dan Art for Children. Untuk kalian yang penasaran bisa langsung kunjungi media sosial @jaffjogja atau kunjungi websitenya JAFF Jogja . Jangan sampai ketinggalan ya!

Share
RELATED ARTICLES
Create Your Own Article!