Zetizen.com - Setiap dari kita selalu punya kesempatan untuk belajar. Seperti Nabella Ananda Prima yang biasa dipanggil Bella. Mahasiswa double degree Universitas Airlangga ini datang dari jurusan psikologi. Nah, program double degree yang ditempuh Bella membuatnya dapat mengambil pendidikan 2 tahun di Indonesia, 2 tahun selanjutnya Australia. Setelah menempuh studi 2 tahun di Indonesia, Bella melanjutkan studinya di Queensland University of Technology Australia dan mengambil major behavior Science School of Psychology. Seperti apa pilihan yang diambil oleh Bella? Yuk ikutin kegiatan Bella bersama Zetizen!

Z: “Hallo Bella! Apa kabar ? Jadi kenapa sih kamu memilih untuk mengambil program double degree ke Australia?”

B: “Hai Zetizen! Kabarku baik. Jadi begini kenapa aku memilih buat melanjutkan studi di Australia, sebenernya karena dari awal aku pengen banget bisa sekolah diluar negeri, ngerasain experience sekolah di luar yg bahasa nya beda sama aku. Nggak cuma bahasa sih pasti kayak culture, environment, people, and many more juga pasti beda. Intinya mau nambah wawasan dan pengalaman diluar zona nyaman aku,”

Z : “Gimana awalnya kamu bisa tahu program double degree ini? Apa aja sih prosesnya? Apa yang menjadi keputusan kamu untuk melanjutkan studi di Australia?”

B: “ Waktu lulus SMA mulai cari info kuliah diluar negeri, tapi ternyata prosesnya panjang dan syaratnya lumayan banyak. Jadi akhirnya aku memutuskan buat coba kuliah di Indonesia dulu sampai akhirnya ada info kalau UNAIR Psikologi membuka program double degree ke Australia.

Jadi aku kirim semacam lamaran deh. Prosesnya hampir sama kayak SBMPTN, jadi ada tes tulisnya. Dan aku keterima, Zet! Dari situ aku kuliah biasa 2 tahun tapi dikelas yang berbeda sama anak reguler, bahasa pengantarnya bahasa Inggris. Persiapan buat ke Australia sendiri harus punya IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) minimal 3.5  dan tes bahasa inggris (IELTS) above six for every aspect.

Nah selanjutnya aku berangkat tahun 2018, jadi sampai saat ini aku di Australia sudah 1 tahun. This is my second semester in my first year in Queensland University of Technology Australia,”

Bella saat mengikuti kegiatan TED X QUT(Queensland University of Technology) (foto : Dokumen Pribadi)

Z: “Bella sekarang tinggal dimana? Gimana keadaan disekitar tempat tinggal kamu? Biasanya kamu pakai transportasi apa?”

B : “Aku sekarang tinggal di apartemen daerah West End, jadi satu apartmen isi 2 kamar. Aku share sama mahasiswa lain dari Cina. Untuk sewa di sini biayanya perminggu, untuk perminggunya $250 sudah termasuk bills and internet.  Daerah tempat aku tinggal cukup dekat sama CBD (central business district) dan yang jelas dekat sama kampus. Aku biasa naik bus and it takes only 15 minutes dengan bus yang interval datangnyaa cukup sering. Di Australia transportasi publiknya banyak dan gampang.

Momen berbuka puasa tahun 2019 di Australia (foto: Dokumen Pribadi)

Z: “Untuk makanan, Bella biasanya masak atau beli nih? Kalau beli bisa sampai berapa ya?”

B : Aku seneng pergii ke pasar-pasar gitu. Jadi biasanya setiap minggu bakal ada Asian Market, nah itu jual sayur-sayur Asia kayak kangkung, kacang panjang, terus juga ada bumbu-bumbu kayak sereh. Aku seneng banget ke sana terus belanja buat bikin masakan Asia. Soalnya kalo di supermarketnya sendiri susah buat cari bahannya kalopun ada pasti mahal banget.

Aku pernah ngidam makan sambel matah and i decided to buy lemongrass for $3 (30ribu) per batang. Itu aku kaget banget soalnya mahal banget kalo compare di Indonesia wkwkw. Tapi di Asian Market, bisa $1.50 (15ribu) udah dapat 3 batang. Aku highly recommend buat belanja sayuran atau buah-buahan di pasar aja daripada supermarket. Selain lebih murah juga lebih fresh variannya banyak,”

Keseruan Bella bersama teman-teman. (foto : Dokumen Pribadi)

Z: “Gimana sih kegiatan sehari-hari kamu?”

B : “80% of my time is dedicated for uni and studying. Untuk sehari-hari biasa aku kuliah, dan sehabis kuliah aku lanjut ke perpustakaan buat review materi. Kalo lagi ada due date assignment aku bisa di perpustakaan sampai malam buat baca buku sama jurnal. Aku suka belajar di perpustakaan, kayak kamu liat yang lain belajar dan bakal ngerasa malu untuk santai-santai jadi termotivasi untuk belajar. Aku biasanya juga ada meeting sama Indonesian organization karena aku salah satu pengurus. Kalo akhir pekan aku biasa hangout bareng teman-teman atau makan siang bareng. Pas lagi kosong biasa jadwalin ke luar kota yang jarak tempuhnya nggak terlalu jauh,”

Bella bersama teman-teman saat memperkenalkan budaya Indonesia (foto: Dokumen Pribadi)

Z: “Gimana sih sistem pendidikan di Australia? Apakah berbeda dari Indonesia? Apa yang paling Bella suka dari sistem pendidikannya? Sempat kesusahan nggak sih mengikuti pembelajaran disana?

B: “Here's some information for you, kuliah di luar negeri itu nggak gampang. Serius deh! Aku ngomong gini bukan buat mematahkan semangat kalian sekolah diluar, tapi untuk kasih kalian real testimony how study abroad looks like. Jadi buat yang mau sekolah keluar negeri cuma buat update media sosial, atau cuma mau karena gengsi, I suggest you to think twice about it.

Di Australia sistem kuliahnya beda sama di Indonesia. Kalo di Indonesia satu semester kita mungkin ambil delapan sampai sepuluh mata kuliah, kuliah hari Senin sampai hari Jumat kadang kalo jadwalnya padat bisa dari pagi sampai sore. Nah kalau di Australia, sistemnya satu semester paling banyak cuma 4 mata kuliah. Satu minggu kadang ke kampus bisa cuma 2 kali karena cuma ada 4 kelas yang biasanya satu kelas durasinyaa cuma satu sampai tiga jam dan nggak ada sistem absen. Enaknya lagi, kelas-kelas di sini waktu dosen ngajar bakal di record dan bisa akses diwebsite. Memudahkan kita buat re-watch lagi atau yang nggak masuk kelas tetap bisa nonton dan nggak ketinggalan pelajaran

Tapi di situ tantangannya, dengan jadwal wajib kuliah yang nggak terlalu padat, mahasiswanya di tuntut buat proaktif, belajar sendiri dari luar, baca buku dosen, dan dating ke workshop-workshop. Nah ini alasan kenapa tugasnya kebanyakan tentang applying knowledge instead of theory. Tugasku kebanyakan lebih menuntut untuk berpikir kritis dan gimana bisa menyampaikan pemahaman kita akan teori ke real word process.

Di awal semester aku sempet kesusahan, awal memulai itu aku bingung. Masih bingung aksennya mereka, nggak paham sama apa yang di omongin dosen. Setiap bersosialisasi juga nggak percaya. Sekarang udah adaptasi, bisa mengatur jadwal dan paham polanya. Di semester yang kedua lebih rileks dan enjoy,”

Z: “Apa kegiatan yang paling menarik menurut Bella selama di Australia?”

B : “Menurut aku, semua di sini itu sangat menarik dan berbeda, apalagi experience living disini. Disini kamu bisa ketemu berbagai orang dari berbagai negara. Selain itu, kamu dituntut untuk hidup mandiri dan nggak bisa bergantung sama orang lain. Kamu juga dituntut untuk hidup sehat, lebih sering jalan jauh daripada di Indonesia.

Kalo di Indonesia kita sering pakai jasa ojek online, nah kalo disini kita biasa menggunakan transportasi umum dan sampai di tempat tujuan kita harus tetap jalan kaki dulu.

For your information, disini jarang banget ada tempat makan yang buka 24 jam. Yang ada itu tempat fitness dan gym yang buka 24 jam.”

Kebersamaan Bella bersama teman-teman (foto : Dokumen Pribadi)

Z: “Apa pesan Bella buat teman-teman yang pengen kuliah di Australia khususnya?”

B : “Kesempatan untuk sekolah di luar negeri itu adalah kesempatan emas. Jangan lihat dari berapa banyak uang yang kalian keluarkan, tapi berpikirkanlah seberapa banyak manfaat yang kalian raih waktu sekolah di luar negeri. Bagaimana kalian membangun koneksi dengan orang lain, membuka wawasan. Hidup itu ngga cuma sekedar apa yang kita lihat di Indonesia karena dunia ini luas. Banyak ilmu dan perbedaan yang bisa kita pelajari dari perspektif lain. Aku sendiri nggak suka stuck di satu zona. Aku pengen hidupku banyak warna dan aku menikmati kendala ataupun kebahagiaan yang aku alami.

Yang pasti sejauh apapun kalian pergi, tempat kalian pulang tetap Indonesia. Ini juga jadi pengingat setiap aku melakukan sesuatu, jadi apa yang aku lakukan bukan cuma buat diri aku, tapi juga untuk negara aku. Bisa berguna buat diri aku dan juga orang lain. Jadi, tetap semangat ya! "

 

Share
RELATED ARTICLES
Create Your Own Article!