zetizen.com- Ada banyak cara untuk mengekspresikan diri. Salah satunya lewat lantunan bait puisi. Berpuisi memberikan ruang bagi kita untuk menyalurkan emosi dan membantu diri sendiri belajar dari pengalaman. Ada banyak cerita yang terselip dalam karya. Itulah yang mendorong Undisputed Poetry Surabaya mengadakan Poetry Slam 2019. Seperti apa sih keseruannya? Yuk, simak!

Undisputed Poetry Surabaya didirikan pada pengujung 2018. Berawal dari Poetry Slam Ubud Writers & Readers Festival 2018 serta maraknya penggiat spoken word yang waktu itu sudah ada di Jakarta, Jogja, dan Bali, Steffi Yosephine dan Richard lantas menginisiatori Undisputed Poetry di Surabaya.

Steffi Yosephine salah satu inisiator Undisputed Poetry. (foto: Undisputed Poetry)

’’Selain memperkenalkan spoken word ke masyarakat Surabaya, kami ingin menghadirkan ruang yang aman kepada semua orang dari berbagai usia, gender, orientasi seksual, hingga kepercayaan untuk membagikan puisi. Kami percaya banyak yang menulis puisi, tapi tidak cukup ruang untuk membagikannya,’’ jelas Steffi.

Poetry Slam diadakan untuk mendorong penyair, baik yang telah mahir maupun amatir, membagikan dan membacakan karyanya sekaligus memberi kesempatan merayakan puisi sebagai karya seni itu sendiri. Selain itu, terdapat program open mic yang dirancang sebagai momen untuk mengeksplorasi, mencoba hal baru, dan memberikan pengalaman membaca puisi bagi mereka yang ingin mencobanya.

Poetry Slam 2019 diselenggarakan di C2O Library & Collabtive Sabtu (7/12) dan dihadiri Putri Minangsari sebagai guest poet & judge. Antusiasme khalayak menyambut event itu juga sangat besar. Terbukti, slot dari panitia langsung terisi hanya dalam waktu 20 menit. Penonton juga nggak kalah memberikan apresiasi buat para penyair yang tampil secara total dan ekspresif.

Putri Minangsari sebagai guest poet & judge. (foto : Undisputed Poetry)

’’Aku suka bikin puisi sejak kelas VI SD dan mulai baca puisi setelah tahu Undisputed Poetry. Aku ikutan Poetry Slam ini buat men-challenge diriku sendiri dan pure karena kemauanku sendiri. Puisi yang aku bawakan tadi merupakan pengalaman pribadiku tentang suicide. Lewai puisi ini, semoga orang-orang bisa merasakan emosi yang kusampaikan sekaligus bentuk awareness supaya kita bisa lebih peka dengan isu ini. Ini cerita ketika aku hampir melakukannya. Setelah ikut Poetry Slam, aku lebih lega karena bisa berbagi dan jujur tentang kondisiku yang nggak baik-baik aja,’’ ujar Wike Inneke, salah seorang peserta.

Para pemenang Poetry Slam bersama para judge yang lain. (foto : Undisputed Poetry)

Kalian yang ingin merasakan pengalaman yang sama bisa banget ikutin terus jadwal open mic dari Undisputed Poetry setiap dua bulan di media sosial Instagram mereka, @undisputedpoetry. Well, see you on the next event!

 

Reporter : Nadya Christian L.

Editor: Melisa Nirmaladewi

Share
RELATED ARTICLES
Create Your Own Article!