zetizen.com- Berbagai film yang ditayangkan menunjukkan ragam cerita dramatis, pilu, dan menghibur dari para migran. Global Migration Film Festival (GMFF) diselenggarakan International Organization for Migration (IOM) sejak 28 November sampai 18 Desember 2019 di 10 kota di Indonesia. Salah satunya adalah Kota Surabaya. Pemutaran film ini nggak dikenai biaya dan terbuka untuk umum loh! Seperti apa keseruannya? Yuk, simak!

GMFF 2019 berlangsung di auditorium IFI Surabaya. Pada kesempatan kali ini, ada pemutaran film The Lost Café besutan sutradara Kenneth Gyang dan film The Long Haul (Lama Tak Kembali) karya Andhika Godwin. Film-film yang diputar saat GMFF 2019 di Indonesia merupakan film-film terpilih di antara ratusan film dari berbagai sineas profesional maupun amatir yang berpartisipasi dalam kompetisi keempat GMFF tahunan pada awal 2019.

Film-film itu menyentuh berbagai isu migrasi seperti tantangan yang harus dihadapi para migran, dinamika gender, perubahan iklim, perpindahan secara paksa, hak asasi manusia, serta pengalaman anak-anak yang bermigrasi dan yang berhadapan dengan migran.

Film The Lost Café ini udah memenangkan beberapa penghargaan dan masuk dalam berbagai film festival. The Lost Café menceritakan sebuah perjalanan seorang anak perempuan dari Nigeria yang bersekolah di Norwegia. Dia mengalami culture shock dan putus asa saat mengejar impiannya di luar negeri. Hingga akhirnya, di suatu tempat bernama Drammen, dia bertemu dengan pemilik toko kopi kuno aneh, tapi menyajikan kopi terbaik di dunia.

Andhika Godwin saat sesi diskusi setelah pemutaran film The Long Haul. (foto: Lala/Zetizen Team)

’’Sinema dan migrasi memiliki ikatan magis yang dimulai lebih dari satu abad lalu ketika para sineas yang kebanyakan di antara mereka merupakan imigran mulai membuat film tentang pergerakan dan perpindahan masyarakat di dunia. IOM pun terdorong mengadakan Festival Film Migrasi Global. Setiap tahun festival itu menampilkan film fiksi dan dokumenter serta diharapkan dapat memberikan ruang diskusi yang lebih besar mengenai salah satu tren terbesar dan terpenting di abad ini, yaitu migrasi,’’ ujar Direktur IFI Surabaya Benoit Bavouset.

Setelah menonton film The Lost Café, dilanjutkan dengan pemutaran film pendek The Long Haul. Film itu menceritakan keputusasaan dan impian yang harus diwujudkan seorang anak muda bernama Erik. Sebuah keputusan yang cukup pelik dan berkaitan dengan masa depannya.

Selanjutnya, ada diskusi bersama Andhika Godwin, filmmaker dan sutradara film The Long Haul. Dua film tersebut mampu menyampaikan pesan dengan sangat baik kepada penonton melalui emosi yang ditunjukkan. Baik lewat pembawaan dialog antar pemain maupun latar belakang yang digambarkan dengan apik.

Andhika Godwin sutradara film The Long Haul. (foto : Lala/Zetizen Team) 

Reporter: Nadya Christian L.

Editor: Melisa Nirmaladewi

Share
Create Your Own Article!