Zetizen.com - It's almost goodbye to 2019. Sebelum tahun berganti, let's make a quick rewind. Tahun ini ada banyak banget film keren yang nggak cuma menghibur, tapi juga punya makna kuat. Dari berbagai genre, Zetizen sudah mengumpulkan 5 film luar negeri terbaik dari banyak aspek. Mulai dari aspek entertaining, value, sampai konsep yang out of the box. So here's the list.

Avengers: Endgame

(foto:IMDb)

Franchise terakhir dari tim Avengers yang dirilis tahun ini berhasil menjadi blockbuster. Dirilis pada bulan Maret, film yang disutradarai oleh Anthony dan Joe Russo ini berhasil menggeser Avatar (2009) sebagai film dengan pendapatan tertinggi. Yap! Avengers: Endgame berhasil meraih pendapatan sebesar $2,797,800,564.

Sebagai konstelasi atas ke dua puluh dua film yang telah dirilis, atau singkatnya, sebagai penutup dari seluruh film selama satu dekade ini, Avengers akan kembali ke berbagai tempat yang sebelumnya pernah disinggahi oleh Thanos. Mulai dari merebut Soul Stone hingga bertarung demi mendapatkan Tesseract.

Nggak heran kalau berbagai pihak menghujani Avengers: Endgame dengan rating tinggi. Misalnya, Rotten Tomatoes yang menghajar dengan 97% (sekarang 98%). “Exciting, entertaining, and emotionally impactful,” simpulnya. Guardian lebih gila lagi. Rating 5 atau sempurna disematkan bagi Avengers: Endgame. Salah satu kritikusnya, Peter Bradshaw mengatakan bahwa film ini punya excitement tersendiri sebagai film penutup. “euphoric emotion and allowing us to say poignant farewells,” ujarnya. Masih penasaran? Baca reviewnya disini.


Joker

(foto:IMDb)

Tampaknya DC Comic nggak mau kalah dari Avengers: Endgame. Begitu pula dengan Warner Bros yang nggak ingin tertinggal dari Disney. Merilis Joker seolah menjadi penyelamat bagi mereka tahun ini. Terbukti dengan pendapatan Joker yang mencapai $1,062,994,002. ditambah lagi, film yang disutradarai oleh Todd Phillips ini berhasil meraih banyak penghargaan. Sebut saja Best Picture, Best Actor untuk Joaqoin Phoenix, serta Best Adapted Screenplay dari 25th Critics Choice.

Film ini menuai banyak pujian berkat plot yang menarik dan kualitas akting Phoenix yang epik. Di sisi lain, Joker bakal dibilang membosankan dan nggak jelas oleh mereka yang biasa nonton film superhero penuh efek CGI dan kekuatan yang muncul dengan tiba-tiba. Karena keistimewaan DC adalah menampilkan superhero maupun villain tanpa super power, melainkan kisah yang menonjolkan tragedi maupun peristiwa-peristiwa yang membuat sosoknya menjadi lebih kuat atau lebih jahat. Baca review lengkapnya disini.


Marriage Story

(foto:Netflix)

Film ini disebut-sebut sebagai film terbaik Noah Baumbach, sang sutradara. Menggandeng Scarlett Johansson dan Adam Driver, film yang dirilis oleh Netflix ini berhasil meraih 45 penghargaan sekaligus masuk dalam 109 nominasi. Memasang Randy Newman sebagai komposer, otomatis film ini mendapatkan pujian selangit. Nggak heran kalau dalam penayangannya, Marriage Story berhasil meraih pendapatan lebih dari dua juta dolar.

Ada banyak hal yang membuat Marriage Story bisa jadi the next La La Land (2017). Bukan dari segi musikalnya, tapi dari segi penyampaian kisah bahwa cinta nggak harus bersama. Kehidupan rumah tangga Charlie dan Nicole ditampilkan dengan apa adanya. Seperti kondisi finansial, hubungan dengan mertua, sampai kebiasaan tidur anak dan orang tua. Hal ini jarang kita temukan di film-film romantis Hollywood. Baumbach benar-benar total menyajikan proses perceraian yang super duper ribet. Mulai dari nominal uang yang harus dikeluarkan untuk pengacara tiap jamnya, sampai hilangnya privasi di lingkungan rumah dan pertemanan. Pesan yang ditampilkan benar-benar tersampaikan. Jangan buru-buru berpisah. Baca review lengkapnya disini.


Midsommar

(foto:IMDb)

Sutradara Ari Aster dikenal sebagai sosok yang lekat dengan film horror sarat gore scene paska merilis Hereditary (2018). tahun ini Ia kembali menghantui dengan Midsommar, film yang bercerita tentang pengkultusan di Swedia. Dibintangi Florence Pugh sebagai Dani, Midsommar berhasil meraih pendapatan lebih dari 40 juta dolar. Nggak heran kalau Midsommar disebut-sebut sebagai the scariest movie of the year.

Rotten Tomatoes menghadiahi Midsommar dengan rating sebesar 83%, sementara Metacritic sebesar 72%. Banyak pihak yang mengatakan bahwa Midsommar hanya fokus pada scene mutilasi dan berdarah-darah dibandingkan membangun plot yang rapi seperti Hereditary. John Anderson dari Wall Street Journal mengatakan kalau cerita dalam Midsommar mungkin masuk akal, tapi nggak mungkin terjadi. Pendapat lain datang dari Peter Travers, Rolling Stone yang memuji pembangunan karakter dan cerita luar biasa. Dua hal itu disajikan dengan rapi selama dua jam setengah. Respon yang beragam tampaknya harus kamu patahkan sendiri dengan kembali menonton filmnya. Sebelum nonton, kamu bisa baca review singkatnya disini.


Ford v Ferrari

(foto:IMDb)

Dibintangi Christian Bale dan Matt Damon, Ford v Ferrari berhasil meraih $73.202.779 . Mengangkat kisah nyata tentang pertarungan Ken Miles di arena balap 24 jam Le Mans, Paris, Ford v Ferrari meraih rating hampir sempurna dari Rotten Tomatoes. Dengan angka 91%, banyak pihak yang dibuat cukup tercengang. Sementara Metacritic memberikan angka sebesar 81.

Yang bikin Ford v Ferrari makin outstanding adalah akting Bale dan Damon yang superb! Bale dan Damon membuktikan bahwa mereka mampu menjadi siapapun dengan latar belakang apapun. Sementara Damon bertransformasi menjadi desainer mobil dan pebisnis yang cerdas, Bale mengubah aksennya menjadi British and its so damn cute. Nggak heran kalau di akhir film penonton dibikin nangis dan kecewa dengan plot. Nggak bakal rugi menonton film ini berkali-kali! Ikuti keseruannya disini.


Share
RELATED ARTICLES
Create Your Own Article!