Zetizen.com - Kata orang, masa muda adalah masa emas. Nggak heran kalau banyak kegiatan yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu luang sekaligus menambah pengalaman. Salah satunya adalah jadi volunteer. Serunya jadi volunteer adalah bisa keluar dari zona nyaman. Selain itu, ada banyak keuntungan pada masa depan yang bisa kamu dapatkan. Misalnya, tiga orang yang punya pengalaman sebagai volunteer ini. Seseru apa sih?

 

 

Banyak Ide untuk Konten Aldhi Prasetya

Aldhi (dua dari kanan) dalam program volunteering AIESEC Surabaya di Kampung Lawas Maspati, Surabaya (foto:dok. pribadi)

’’Sejak kuliah semester II, aku aktif menjadi volunter di AIESEC Surabaya. Selain itu, aku pernah beberapa kali mengikuti kegiatan volunteering. Salah satunya adalah menjadi bagian dari National Initiative for Empowering Nation. Berkat pengalaman sebagai volunteer tersebut, aku bisa pergi ke Desa Bayan di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Serunya ikut volunteering adalah aku jadi tahu berbagai latar belakang masyarakat. Pengalaman-pengalaman itu membuatku bisa menjadi bagian dari EQWIP HUBs, NGO dari Kanada.

Ikut volunteering nggak cuma berguna untuk kuliah dan kerja, tapi juga memberikan banyak ide konten untuk channel YouTube-ku. Karena tahu kebutuhan masyarakat, aku punya cara sendiri untuk mengabdi kepada negeri. Misalnya, membuat konten yang berhubungan dengan lingkungan dan memberikan pelatihan khusus yang dibutuhkan atau diinginkan masyarakat.’’

 

 

 


Bikin Lembaga Belajar Sendiri - Gema Akbar

Gema bersama teman-teman di Arras, Prancis (foto:dok. pribadi)

’’Kalau ada yang bilang jadi volunter bikin kita lebih mandiri, aku benar-benar setuju. Pengalaman tinggal selama 10 bulan di Arras, Prancis, memberikan banyak banget perubahan dalam diriku. Misalnya, aku lebih mengenal kelebihan, kekurangan, dan bakatku. Aku tahu minatku.

Pengalaman sebagai volunteer benar-benar berpengaruh ke masa depanku. Aku lebih berani mengambil keputusan dan merealisasikan ide. Aku lebih bisa toleran terhadap perbedaan dan lebih lancar berkomunikasi, baik dalam bahasa asing maupun bahasa sendiri.

Selama berada di sana, kegiatanku nggak jauh beda sama pelajar SMA di sini. Misalnya, sekolah, jalan-jalan ke tempat bersejarah, pantai. Alhasil, setelah kembali ke Indonesia, aku bisa bikin lembaga belajar bahasa Prancis sendiri.’’


Penghubung ke Program Lain - Qatrunnada Nabilah

Nada dalam salah satu acara di Basel, Swiss (foto:dok. pribadi)

’’Jadi volunter berpengaruh ke banyak bidang. Dari segi akademis, pengetahuan volunteering bisa aku terapkan ke berbagai kelas ketika kuliah. Dari segi lain, sertifikat dan pengalaman sebagai volunteer ternyata bisa membawaku kerja di salah satu lembaga bahasa asing.

Ceritanya, waktu SMA, aku ikut program pertukaran pelajar di Basel, Swiss, selama beberapa tahun. Pengalaman itu berpengaruh untuk lebih menguatkanku. Misalnya, aku tahu susahnya cari uang sampai harus jadi babysitter dan translator.

Dari cerita pribadiku, mungkin sertifikat volunteer nggak begitu berpengaruh untuk masuk kuliah, tapi sangat berpengaruh untuk kehidupan kuliah. Misalnya, ikut beberapa program dan langsung lulus dengan sertifikat tersebut seperti jadi bagian dari Youth for Educations di Vietnam atau Korea Selatan. Intinya, kita nggak cuma butuh sertifikat volunteering. Tapi, pengalamannya juga bakal memberikan pengaruh yang nggak kita sadari sebelumnya.’’

*

Penasaran? Yuk ikuti cerita-cerita mereka di Zetizen Go Abroad

test troops

 


Share
Create Your Own Article!