Zetizen.Com - Tren kuliner bakal berubah dari waktu ke waktu. But, kamu sadar nggak sih kalo sejak 2018 kemaren rata-rata orang lebih suka sama healthy food? Seperti olahan nabati. FYI, penikmat makanan sehat ini adalah millennial dan anak muda. Menurut penelitian dari IFIC (International Food Information Council) sebanyak 49% orang berusia antara 18-39 tahun terbiasa dengan makanan berbahan nabati dan sayur. Dan sisanya adalah 27% usia 50 tahun keatas.

Kabar baiknya buat kamu yang belum suka sama sayur atau produk nabati, udah banyak macam olahannya. Apa aja sih? 

Daging Nabati

(foto:alchetron)

Makanan ini petama kali diperkenalkan oleh The Blended Burger Project punya James Beard. Sejak 2013, daging nabati nampaknya tengah jadi tren buat koki di seluruh negeri. The Blended Burger Project merupakan gerakan global yang berusaha membuat daging burger alternatif berbasis nabati. Dengan slogan demi bumi yang lestari, mereka menggunakan bahan dasar jamur.

Mengutip dari globe news wire, Beyond Meat selalu menarik perhatian masyarakat dengan menyajikan produk-produk lezat. Bahkan ia menawarkan produknya untuk juga dipakai di restoran ternama termasuk restoran fast food dan supermarket besar. Misalnya saja, salah satu menu spesial di restoran waralaba KFC di Atlanta. Mereka menyajikan menu layaknya chicken bucket KFC, namun menggunakan daging nabati.

Jenis daging nabati ini sebenernya banyak loh! Misalnya aja kalo di Indonesia, daging nabati dibikin dari bahan makanan populer. Seperti tempe dan tahu. Untuk kandungan proteinnya gausah diragukan lagi sih. Misalnya aja dalam 100 gr tempe terkandung kadar protein 20,8 gr, lemak 8,8 gr, serat 1,4 gram, kalsium 155 mg, fosfor 326 mg, zat besi 4 mg, vitamin b1 0,19 mg, dan karoten 34 mg. Jadi, lebih milih daging asli atau daging nabati nih? 


Dried Fruits

(foto:healthline)

Bukan lagi keripik, pilihan camilan sekarang makin bervariasi. Dikutip dari media resmi whole food market, salah seorang Global Coordinator of Local Brands Whole Foods Market, Kelly Landrieu mengatakan bahwa banyak konsumen memilih camilan yang lebih sehat. Misalnya saja dried fruit alias buah kering. Biasanya, orang-orang malas makan buah karena nggak mau ribet mengupas kulitnya. Dengan dried fruit, Kamu bisa langsung menikmati buah tanpa ribet dan praktis. 

Lewat dried fruit, Kita bisa dapat camilan dengan gizi yang lebih terjamin. Soalnya, keripik atau camilan-camilan olahan lainnya dinilai nggak berdampak positif untuk kesehatan. Sebagai pengganti, wortel dan labu rebus atau buah segar jadi pilihan camilan orang masa kini. Dried food punya kadar air kurang dari 20%. So, buat kamu yang mau konsumsi dried fruit juga harus diimbangi dengan air putih.

Macam-macam si dried fruit ini juga banyak kok. Seperti, kacang-kacangan, apricot kering, prune dan kismis. Nah, dilansir dari healthline, kacang-kacangan jenis cinnamon juga bisa turunkan berat badan dan buat diet. Menurut database Nutrien Nasional USDA, setengah ons kismis tanpa biji mengandung 129 kalori aja. Dan jumlah seratnya 1,6g. Wah, bisa bikin kenyang.


Vegan Mayo

(foto:Loving it Vegan)

Kalo mayonnaise rata-rata berbahan dasar telur atau bahan hewani lainnya, beda nih sama si vegan mayo. Sebagai gantinya, vegan mayo menggunakan susu kedelai, minyak kedelai, gula, garam dan mustard yang terbuat dari bahan nabati.

Dilansir dari live kindly, vegan mayo punya kalori 90% lebih rendah loh dari mayo biasa. Vegan mayo secara resmi mengambil alih sebagian dapur di Amerika Serikat. Andre Viard, Chef de cuisine untuk Nobleman Prancis, Louis Philippe, Comte de Ségur, menyebutkan bahwa 177 juta galon mayonnaise terjual per 2014.


(foto:The New Potato)

editor: rafika yahya


Share
Create Your Own Article!