Zetizen.com - Awal tahun memang telah berlalu, tapi bukan berarti liburan bakal hilang dari holiday list kamu. Benar nggak sih? Kamu para traveler perlu tahu nih tren travelling yang wajib kamu coba sebelum tahun 2020 berakhir. Apa aja sih?

Green Travelling

(foto:Pinterest)

Kalo biasanya kita memilih destinasi wisata yang cukup ramai dengan pengunjung, beda dengan tren di tahun 2020. Banyak traveler beralih untuk menikmati liburannya ke suatu tempat yang punya suasana damai dan jauh lebih tenang. Yap! Green travel adalah salah satu destinasi wisata dengan nuansa lingkungan hijau yang bikin fresh. Kalo kamu menikmati liburan ala green travel pikiran kamu akan menjadi lebih tenang dan damai. 

Dilansir dari verdemode, green travel merupakan masa liburan yang mengajak traveler untuk berkontribusi dalam pelestarian lingkungan. Nggak cuma liburan di tempat yang bernuansa alami, tapi kamu juga menerapkan gaya hidup cinta lingkungan. Seperti turut serta dengan masyarakat setempat untuk mengolah sampah, atau menggunakan transportasi publik. Jadi, green travel nggak harus liburan di antah berantah. Meskipun kamu liburan ke kota, kamu juga bisa menerapkan tren yang satu ini dengan mengurangi polusi dan juga sampah.

Salah satu tempat yang bisa kamu coba adalah berkemah. Biar nggak jauh-jauh, kamu bisa cobain camping di Gunung Pancar, Bogor. Suasana hutan pinus bikin kamu dekat dengan alam sekaligus belajar menjaga lingkungan. Misalnya dengan membuat kompos atau mendaur ulang sampah yang kamu hasilkan selama camping.


Second City Travel

(foto:pinterest.com)

Kalo yang satu ini, adalah tren travelling 2020 yang bakal mengajakmu untuk jalan-jalan ke kota kedua. Kota kedua yang dimaksud adalah tempat yang belum begitu ramai dan nggak populer. Serunya lagi, kota yang kamu kunjungi menawarkan keindahan alam yang masih asri. Seperti Banda Neira, Maluku yang nggak begitu terkenal tapi memiliki keindahan alam yang nggak terjangkau banyak turis. So, tren travel ini cocok banget masuk list liburan kamu di tahun ini. Selain bisa bikin pikiran refresh, kamu punya foto liburan yang anti mainstream.

FYI, tren yang satu ini juga mencegah fenomena overtourism. Fenomena ini merupakan pelonjakan jumlah turis yang mengancam destinasi tertentu. Salah satunya pernah terjadi di Venezia, Italia. Dilansir dari dw, dalam satu tahun Venezia yang hanya seluas 414 km didatangi oleh lebih dari 20 juta turis. Tentu hal ini berdampak pada tempat wisata dan juga beberapa situs bersejarah. Terlalu banyak turis, dikhawatirkan akan merusak situs sekaligus lingkungan setempat. Pelonjakan turis bisa menyebabkan polusi, konsumsi air berlebihan sampai erosi tanah.


Motion-Based Travel

(foto:radmaenchen.com)

Beda dengan tren travel sebelumnya, Motion-Based Travel adalah tren travel yang cukup sederhana tapi menantang banget loh. Tren travel 2020 ini mengajak kamu untuk liburan menggunakan kendaraan non mesin. Kamu bisa mengitari kota tempatmu liburan, atau cuma sekedar mengelilingi kota tempatmu tinggal naik sepeda. Psst, tren ini juga dipopulerkan oleh Greta Thunberg untuk liburan sekaligus menjaga lingkungan dengan menggunakan kendaraan non emisi gas. Alhasil, kamu bisa menyelam sambil minum air, liburan sambil jaga bumi.

Lewat tren ini, kamu bisa belajar banyak hal tentang kendaraan non emisi gas. Misalnya, memacu adrenalin lewat mountain bikin a.k.a bersepeda di hutan. Trek hutan yang naik turun dan nggak selancar jalanan di aspal bakal bikin kamu deg-degan sekaligus punya exciting experience. Berani coba?


New Way Transport Travel

(foto:vanity fair)

Tren terakhir adalah New Way Transport Travel. Model liburan yang lebih banyak menikmati keindahan alam di sepanjang waktu. Dengan macam-macam transportasi yang unik, seperti kereta api dan kapal. Iya layaknya destinasi di Italia begitu menyusuri lautan dengan menggunakan perahu sambil memandang keindahan laut dan bangunan-bangunan megah dan unik. Kamu yang mau menikmati liburan yang nggak hanya untuk melepas lelah dan beban pikiran, tapi juga menikmati kebersamaan berjalan dengan pasangan. Tren travel yang satu ini juga nggak jauh beda dengan slow travelling. Sesuai namanya, slow travelling bakal ngajak kamu untuk lebih menikmati perjalanan, bukan terpacu pada destinasi. So, are you ready to vacay?

---

editor: Rafika Yahya


Share
Create Your Own Article!