Zetizen.jawapos.com - Virus Corona atau nCO-19 belakangan ini menggemparkan dunia. Berawal dari China atau Tiongkok, kini Corona menjadi wabah yang meluas ke berbagai negara. Sebut saja Texas hingga Indonesia. Let's meet Muhammad Pajar, mahasiswa yang menempuh pendidikan di kota Wuxi, yang berada nggak jauh dari Wuhan. Meskipun begitu, ternyata Wuxi juga mendapat imbasnya loh.

 

foto: nytimes

 

"Meskipun jarak Wuxi dan Wuhan cukup jauh, tapi kegiatan masyarakat di Wuxi juga berkurang," ungkap Pajar. Dalam sehari, Pajar sering mendapatkan informasi dari grup mahasiswa mengenai kondisi Wuhan. "Sebagai kota yang pertama kali terdampak, otomatis Wuhan jadi kota yang lumpuh total. Nggak boleh ada kegiatan apapun. Bahkan masyarakat diminta untuk tetap tinggal di dalam rumah. Tujuannya untuk menghindari persebaran virus semakin meluas," tuturnya.

Kalau kamu mengikuti perkembangan berita tentang virus corona, kamu pasti sudah menonton beberapa video yang menunjukkan Whuan berubah layaknya kota mati. Tampak di video kota Wuhan nggak hanya memprihatinkan karena banyak warga yang telah meninggal dunia akibat virus yang mematikan tersebut. "Untuk warga yang masih tinggal disana, mereka masih membutuhkan bantuan, terutama makanan. Karena toko-toko sudah tutup," ujar Pajar.

 

 

fot: cnn.com

 

Merebaknya virus corona di kota Wuhan, akhirnya menyebabkan pemerintah kota Wuhan mengerahkan seluruh petugas keamanan sebagai upaya mencegah terjadinya kasus menularnya virus corona. Serta, menghimbau seluruh warga setempat untuk nggak melakukan aktivitas di luar rumah.

Sejak itu seluruh warga di China khususnya di kota Wuhan mulai banyak menggunakan masker untuk mencegah tertularnya virus tersebut. Virus corona pun merebak ke berbagai kota di China. Bahkan, kota-kota yang lokasinya terbilang jauh, seperti kota Wuxi kampus Pajar bisa terkena wabah dari virus tersebut

“Pengaruh virus corona cukup pesat karena virus bisa menular melalui udara. Saat ini di Wuxi sudah ada tiga orang yang terkena virus tersebut. Karena itu kami juga tidak diperbolehkan untuk keluar menggunakan transportasi umum,” ucapnya.

Walaupun korban virus corona di Wuxi tidak sebanyak di kota Wuhan, petugas keamanan Kota Wuxi juga tetap siaga dan menjaga cukup ketat seluruh aktivitas. Demikian juga petugas keamanan menjaga cukup ketat aktivitas kampus di Wuxi.

“Jadi kalo mau keluar masuk asrama harus cek suhu tubuh dan kalo untuk mencegah virus setiap pagi dilakukan penyemprotan di kamar,” jelasnya. Akibatnya, Pajar dan teman-teman merasa khawatir untuk keluar kampus. "Sejauh ini kami hanya diam di rumah. Tapi kami sering merasa takut keluarga khawatir akan kondisi disini. Karena di Indonesia banyak media yang nggak memberitakan dengan sesuai," sesalnya.

Seluruh warga di sekitar kota Wuhan saat ini cukup berjaga-jaga dengan tidak beraktivitas di luar rumah dan untuk terus menggunakan masker jika hendak keluar rumah. Tapi, sejauh ini seluruh warga masih takut untuk keluar rumah. Sehingga tempat belanja dan jalan raya di beberapa kota dekat Wuhan cukup sepi. Stay safe everyone!

foto: dok pribadi
Share
Create Your Own Article!