Zetizen Team

Pernah nggak kamu berencana buat refreshing ke sebuah destinasi favorit, tapi pas sampai bukannya senang malah stres sendiri karena terlalu ramai? Salah satu pemicunya bisa jadi karena overtourism alias keadaan di mana terlalu banyak pengunjung di satu tempat tertentu, guys. Buat mengakalinya, kamu bisa pakai prinsip second city yang diperkiraan jadi tren traveling tahun ini. Simak perjalanan Zetizen, yuk

Secara sederhana, second city adalah mengeksplorasi kota-kota atau destinasi di dekat daerah wisata favorit, tetapi kurang populer sebagai tujuan berlibur. Tren ini muncul untuk mengatasi masalah overtourism yang jika dibiarkan bisa berdampak buruk buat lingkungan wisata. Kamu juga pasti nggak suka liburan di tempat yang penuh sesak, kan?

Zetizen mencoba menerapkan prinsip second city dan mutusin buat jalan-jalan ke kota Lumajang. Ada dua destinasi yang sempat Zetizen kunjungi, yakni Desa Oro-Oro Ombo di kaki gunung Semeru dan air terjun Tumpak Sewu.

Di sepanjang perjalanan mendekati destinasi, kamu bakal menjumpai pemandangan tebing, sawah, dan pohon-pohon tinggi yang alami. Meski begitu, Zetizen menyarankan agar kamu hati-hati jika pengin mengunjungi destinasi wisata di sini. Sebab, jalannya berkelok-kelok dan naik-turun. Nggak jarang juga kamu bakal ketemu dengan truk-truk yang mengangkut pasir dan bebatuan dari gunung.

Sampai di destinasi pertama, Desa Oro-oro Ombo, Zetizen disuguhi pemandangan asri persawahan serta petani yang lagi memanen padi. Selain itu, di kejauhan pegunungan yang terhampar cukup panjang seolah jadi benteng bagi Oro-Oro Ombo. Desa ini juga jadi salah satu jalur pendakian Gunung Semeru yang identik sama padang savana yang dihiasi bunga verbana. Sayang, bagian yang ditumbuhi bunga verbana berada dekat kaki Gunung Semeru.

Setelah puas mengeksplorasi area persawahan, Zetizen melanjutkan perjalanan menuju air terjun Tumpak Sewu dengan estimasi waktu sekitar 30 menit. Meski begitu, perjalanan terasa begitu menyenangkan karena kita bisa menikmati panorama khas pegunungan yang memesona.

Hanya dengan membayar tiket masuk Rp 10.000 per orang serta biaya parkir kendaraan, kamu bisa langsung masuk area air terjun Tumpak Sewu, loh. Ada dua opsi yang bisa kamu pilih. Pertama, panorama atau mengamati air terjun dari ketinggian saja. Kedua, turun ke lembah air terjun. Zetizen sampai di Tumpak Sewu sekitar pukul 15.00. Kata penjaganya, pukul 17.00 area air terjun harus clear. Apalagi, sore itu awan mendung bergelayutan. Jadi, kami putusin berhenti di pos panorama aja. Sebab, kami nggak berani main-main dengan alam.

Meski cuma berada di pos panorama, Zetizen sudah takjub banget sama keindahan Tumpak Sewu. Jika beberapa air terjun di tempat lain berwarna kecokelatan, air Tumpak Sewu jernih serta dihiasi hamparan flora di sekelilingnya. Pemandangannya jadi semakin memesona.

Zetizen baru mengunjungi dua tempat di satu kota, loh. Dua-duanya punya pesona yang menawan. Bayangin berapa banyak destinasi yang mungkin nggak terlalu populer di negara sebesar Indonesia. Yuk, kurangi rebahan, banyakin eksplorasi keindahan alam negeri!

Share
Create Your Own Article!