Zetizen.Jawapos.Com- Faktanya masih banyak dari kita yang memakai barang-barang sekali pakai, produk kemasan plastik dan belum ada kepedulian untuk memulai daur ulang. Nah, mengingat masih ada banyak sumber daya alam yang masih bisa dipakai membuat Dr.Ir. Sahrial Hafids, dosen program studi Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Jambi  melakukan inovasi lho.

Berbekal pelepah pinang Dr.Ir. Sahrial Hafids bersama tim berhasil membuat piring ramah lingkungan. Penasaran kan seperti apa proses pembuatannya dan gimana sih bentuknya? Simak, yuk!

Munculnya Ide Piring Jambe-e

Piring cantik ini ternyata berasal dari pelepah pinang. (foto:Dokumen Pribadi)

Dimulai penelitian sejak tahun 2017, pertama diawali dengan survei produk unggulan yang ada di Provinsi Jambi. Nah, setelah survey berhasil diperoleh 7 komoditas unggulan, ada sawit, karet, kelapa, kayu manis, teh, kopi dan pinang. "Setelah itu dilanjutkan dengan penelitian pembuatan alat Moulding Hot-Press setelah itu dilakukan penelitian proses pembuatan piring Jambe-e. Di tahun 2020 ini mulai pengenalan dan pemasaran piring Jambe-e," ujar Sahrial. 


Punya Daya Tarik Sendiri

Ini adalah hasil pelepah pinang yang sudah di potong. (foto:Dokumen Pribadi)

Pemilihan pelepah pinang ini diawali dari pengalaman masyarakat Jambi sendiri sebagai kearifan lokal yang menggunakan pelepah pinang sebagai wadah makanan sewaktu mengerjakan lahan di sawah ataupun ladang.

Saat pertama kali dikenalkan pada pameran Makalam Fest dilakukan giveaway piring Jambe-e. Dalam proses giveaway ini disebarkan kuesioner penilaian responden terhadap produk piring Jambe-e dengan pilihan menarik, cukup menarik dan tidak menarik.

Nah, dari 100 kuesioner yang dibagikan ada 93 responden (93%) menyatakan menarik, 7 responden (7%) menyatakan cukup menarik dan tidak ada responden yang menyatakan tidak menarik.

“Dari hasil kuesioner tersebut bisa disimpulkan kalau masyarakat sangat tertarik dengan produk piring Jambe-e. Ketertarikan ini menggambarkan animo masyarakat yang besar terhadap piring Jambe-e,” ungkap Sahrial Hafids.


Proses Pembuatan Piring Ramah Lingkungan

Tahap pencetakan piring Jambe-e (foto:Dokumen Pribadi)

Tentunya bahan baku utama adalah pelepah pinang dan peralatan proses berupa moulding hot-press (alat cetak dengan tekanan dan suhu tinggi di atas 100oC).

Dalam proses produksi piring Jambe-e dilakukan dalam tujuh tahapan proses, diawali dengan pengumpulan bahan baku pelapah pinang, sortasi dan pencucian pelepah pinang.

Pengumpulan bahan baku pelepah pinang dilakukan oleh petani pinang yang berada di Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Setelah dikumpulkan oleh petani kemudian ditampung oleh pengepul dan selanjutnya di kirim ke Workshop Rumah Jambe-e yang berada di Desa Pondok Meja, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi.

Setelah dikumpulkan kemudian proses sortasi dan pencucian dilakukan untuk memilih pelepah pinang yang dapat diproses lebih lanjut. Tujuan pencucian dilakukan untuk membersihkan pelepah pinang dari kotoran yang menempel. Selain itu Penjemuran dilakukan untuk menurunkan kadar air pelepah pinang sampai 10-15%. Kalau lebih dari kadar tersebut pelepah bakal mengembung saat dipress, sedangkan kalau kadar air dibawah 10% piring yang terbentuk bakalan mudah pecah atau retak.

“Setelah melalui berbagai tahapan, selanjutnya adalah pemotongan pelepah pinang, pemotongan ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan pelepah pinang dengan cara membuat potongan yang sesuai dengan ukuran pelepah dan ukuran produk yang akan diproduksi nantinya,” ungkap Sahrial Hafids.


Proses pembuatan utama Piring Jambe-e

Sudah sampai di tahap finishing lho (foto:Dokumen Pribadi)

Pencetakan ini merupakan proses utama dalam pembuatan Piring Jambe-e. Pencetakan yang dilakukan menggunakan alat moulding hot-press. Nah, pencetakan dilakukan pada suhu 105-110oC selama 30 sampai 60 detik. Setelah proses pencetakan ini selanjutnya sudah masuk pada tahap proses finishing. Proses ini bertujuan untuk memperhalus bagian pinggir/potongan piring. Finishing menggunakan gerinda dengan amplas ukuran P120.

“Setelah proses finishing perlu juga untuk tahap Pengendalian mutu (QC) yang dilakukan dengan cara inspeksi visual produk Piring Jambe-e yang dihasilkan dari proses produksi. Produk yang lolos proses inspeksi dikemas dengan menggunakan alat pengemas vakum. Pengkondisian produk dalam kemasan vakum dimaksudkan agar produk tetap berada dalam kondisi yang baik selama penyimpanan, proses distribusi, dan transportasi,” ujar Sahrial Hafids.


Keunikan Piring Jambe-e

Setelah finishing masih ada tahap pengemasan vakum juga (foto:Dokumen Pribadi)

Piring Jambe-e ini adalah food grade. Yap sesuai untuk wadah makanan, karena faktanya dari testimoi pengguna bilang nih kalau makana yang disajikan dengan piring Jambe-e lebih awet daripada makanan yang disajikan dengan wadah piring biasa lho.

Selain itu karena food grade tentunya piring Jambe-e ini menyehatkan dibanding dengan piring styrofoam yang punya monomer styren yang bersifat karsinogenik yaitu senyawa yang menjadi penyebab kanker.

“Tentunya piring Jambe-e ini bisa terurai dan eco-friendly karena mewarisi sifat alami bahan bakunya, pelepah pinang.  Nggak kalah menarik piring jambe-e ini memiliki aroma terapi. Aroma ini muncul karena adanya proses pemanasan dalam pembuatan piring dari pelepah pinang,” ungkap Sahrial Hafids.

Setelah berhasil diperkenalkan di masyarakat ternyata disambut dengan baik dan antusiasnya sangat tinggi. Piring ramah lingkungan ini mulai bulan Januari 2020 sudah terjual sebanyak 617 biji. Di susul sampai di bulan Februari ini sudah terjual 926 biji lho. Sudah banyak yang mengantre untuk bisa mendapatkan produk piring ramah lingkungan ini, kamu juga pasti tertarik kan? Yuk langsung aja klik disini.


Share
Create Your Own Article!